Bangunan Balai Penyuluhan KB Kecamatan Solor Barat-Kabupaten Flores Timur, hasil proyek  yang dibiayai APBD II TA 2019. Foto BNN /Emnir.

Solor/BaliNewsNetwork-Bangunan Balai Penyuluhan KB Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur-NTT, hasil proyek Tahun Anggaran 2019 kini terlihat pecah pada beberapa komponen bangunan tersebut . Selain pada anak tangga pertama, di sisi kanan dan belakang   rabat -parit, pun terlihat pecah. Beberapa item pekerjaan terlihat  belum dikerjakan, namun proyek bernilai kontrak Rp  305.806.141 dikabarkan telah di PHO-kan di penghujung Desember 2019.

Paket pekerjaan milik  Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kabupaten Flores Timur TA 2019 itu  pun kini menimbulkan ‘luka’ bagi barisan pekerjanya. Hingga tahapan finishing, ke-6 tukang tersebut baru mendapat panjaran 500.000/orang. Kondisi serupa pun dialami kedua pekerja yang mennagani pekerjaan rabat-parit. Jatah upah mereka pun  belum terbayarkan pihak rekanan.

“Kami akhirnya memutuskan untuk melaporkan hal ini ke pihak Kepolisian  Pospol Solor Barat, karena upah kami belum terbayarkan sepenuhnya. Dari pekerjaan nol persen hingga  akhir pekerjaan bangunan ini, kami baru mendapat panjaran lima ratus ribu Rupiah per orang di 31 Agustus yang lalu. Kami sudah terlalu bersabar selama ini, namun selalu dikibulin oleh si kepala tukang, kalau proyek ini belum PHO. Soal PHO, itu bukan urusan kami ! Bagi kami adalah ketika selesai pekerjaan,upah kami dibayar. Nah, ketika kami hendak meminta upah kami itu, si Nus Keraf alias Jumadi (Kepala Tukang ) selalu menyampaikan kalau proyek tersebut belum PHO. Bahkan dia kini  menghilang .Kami butuh uang hasil jerih payah kami itu , bukan kami butuh informasi tentang PHO.” tegas Yeremias Leba, Empi Keraf, Sinu Moton, Anus Kaha  dan Allan Ali usai  memberikan keterangan tentang  persoalan mereka tersebut pada pihak Pospol Solor Barat, Selasa (7/1).

kondisi rabat-parit dibagian belakang bangunan BP KB Solor Barat

Tentang besaran upah mereka, baik Allan Ali, Yeremias Leba maupun Empi Keraf dan Sinu Moton menjelaskan, untuk upah tukang, telah tersepakati Rp 6.500.000/tukang.  Ada 3 tukang di pekerjaan ini,yakni, Nus Keraf alias Jumadi yang bertindak sebagai kepala tukang, ditambah Yeremias Leba dan Empi Keraf. Sedangkan untuk pembantu tukang, tersepakati Rp 4.500.000/ pembantu tukang.  Ada 3 orang pembantu tukang, yaitu Agus Eko Keban, Sinu Moton,  dan Allan Ali. Ke-6  mereka tersebut baru mendapat panjaran Rp 500.000/orang di 31 Desember 2019 silam. Sedangkan besaran borongan untuk pekerjaan rabat-parit senilai Rp 5.000.000.

“Selama ini kami hanya berkoordinasi dengan kepala tukang. Dia yang membangun komunikasi dengan rekanan. Kami sendiri bingung siapa sebenarnya rekanan ini. Yang kami tau selama ini adalah  yang bernama Poce Makng, seorang PNS pada Dinas PU Flotim. Namun ketika mau finishing, kami diperkenalkan dengan seseorang bernama Hans yang disebutkan  sebagai kontraktor pemenang tender paket proyek itu. Nama perusahaannya pun kami tidak tau, karena hingga akhir pekerjaan ini, tidak ada papan nama proyek .” beber pekerja paket proyek Pembangunan Balai Penyuluhan KB Kecamatan Solor Barat tersebut sembari berharap agar pihak rekanan segera membayar upah mereka.

Terpantau pada lokasi proyek,ada beberapa item pekerjaan yang belum dikerjakan, seperti pemasangan papan nama yang bertuliskan Dua Anak Cukup, pemasangan dua buah terali jendela, serta pemasangan pipa westafel. Terbetik kabar, PHO yang berisikan dengan catatan  yang diberikan  pihak penyedia barang kepada rekanan untuk  menyelesaikan ketiga item pekerjaan tersebut, diikuti pula dengan pemblokiran dana tahap akhir. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment