Ketua DPRD FLores Timur, Robertus Rebon, Kreta,S.Pd (Kiri) didampingi Sekwan, Petrus Pemang Liku  saat memberikan keterangan pers tentang aktivitas DPRD Flotim di Masa Persidangan I, Sidang Pertama Tahun 2019, Senin (23/12). Foto : BNN/Emnir

 Larantuka/BaliNewsNetwork.com– Pasca  pelantikan anggota DPRD Flores Timur dan Pimpinan DPRD Flotim periode 2019-2024, secara kelembagaan,ke-30 anggota DPRD Flores Timur seiring dengan perubahan regulasi yang terjadi, telah menyelesaikan beberapa piranti aturan yang dijadikan dasar untuk memaksimalkan peran mereka sebagai wakil rakyat. Peraturan DPRD tentang Tata Tertib DPRD, Peraturan DPRD tentang Kode Etik DPRD , dan Peraturan DPRD tentang Tata Cara Beracara Badan Kehormatan DPRD ditetapkan mereka diawal kerja pada masa persidang I Sidang Pertama Tahun 2019.

Lanjutan dari itu, pasca pelantikan Pimpinan DPRD, mereka pun melanjutkan kerja mereka dengan membentuk Fraksi-Fraksi DPRD dan Alat Kelengkapan DPRD  (Komisi, Badan Pembentuk Peraturan Daerah,Badan  Musyawarah, Badan Anggaran,dan Badan Kehormatan ). Semuanya itu dituntaskan mereka,termasuk  menentukan Pimpinan Alat Kelengkapan DPRD tersebut.

Memaksimalkan peran mereka sebagai penyambung lidah rakyat dalam tata kelolah pemerintahan, secara internal kelembagaan, mereka pun mendalami ilmu di ruang Orientasi atau Pembekalan Anggota DPRD  serta Pendalaman Tugas di ruang Bimtek bagi Anggota DPRD. Bekal tersebut lalu mereka wujudnyatakan dalam tugas  kedewanan mereka sepanjang masa persidangan I Sidang Pertama di Tahun 2019 tersebut .

Berkolaborasi dengan Visi Pemeritah Daerah Flores Timur, Flores Timur Sejahtera Dalam Bingkai Desa membangun Kota Menata, ke-30 anggota DPRD Flores Timur periode 2019-2025 itu lalu menggumuli  ‘mimpi’ Pemerintah Kabupaten Flores Timur di Tahun Anggaran 2020 . Mengupas tuntas, demikianlah barisan wakil rakyat yang dipimpin Robertus Rebon Kreta, Yosep Paron Kabon, dan Mathias Werong Enay itu pun berhasil menyelesaikan pembahasan KUA-PPAS, Pembahasan Ranperda APBD Kabupaten Flores Timur TA 2020 dan Dua (2) Ranperda usulan Pemkab Flotim yaitu Perubahan Keempat Perda Kabupaten Flotim Nomor 12 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum dan Perubahan Keempat atas Perda Kabupaten Flotim Nomor 18 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha.

Secara keseluruhan,  di masa sidang ini, DPRD Flotim telah melahirkan 3 Peraturan  DPRD, 16 Keputusan DPRD dan 3 keputusan Pimpinan DPRD.

“Selama kurang lebih 4 bulan kami bergelut dengan agenda masa persidangan I Tahun Sidang pertama Tahun 2019. Dan di tanggal 18 Desember 2019 kemarin, kami telah menutup masa persidangan ini. Selain menyelesaikan  tiga agenda besar yang diajukan pihak Pemerintah Kabupaten Flotim,di masa persidangan ini  pula, kami menerima beberapa elemen masyarakat Flotim yang datang ke Lembaga DPRD menyampaikan aspirasi mereka.Terhadap aspirasi masyarakat yang tersampaikan melalui beberapa elemen masyarakat tersebut, kami pun menyikapi dengan membangun koordinasi dengan pihak Pemerintah dan Forkompimda serta Alat Kelengkapan DPRD untuk menyikapinya.” urai Ketua DPRD Flotim, Robertus Rebon Kreta kepada wartawan dalam gelar konferensi pers  bertempat di ruang sidang DPRD,Senin,23 Desember 2019.

Ada beberapa poin penting yang ditegaskan DPRD pada Sidang Paripurna Penutupan Masa Persidangan I Sidang Pertama itu, yakni : permasalah yang diangkat dalam Pemandangan Umum Fraksi,Pendapat Akhir Fraksi maupun dalam rapat bersama mitra, hendaknya terus didalami dan ditindaklanjuti agar sasaran yang ingin dicapai dapat terwujud sesuai tujuannya, seperti Air Minum IleBoleng, Rumah Sakit Adonara, dan Persiapan Flotim sebagai tuan rumah Eltari memorial Cup di Tahun 2021.

Sementara itu terkait Ranperda APBD Tahun 2020 yang telah disetujui bersama  dan telah ditetapkan serta dilakukan evaluasi ke Gubernur NTT,  implementasinya diharapkan dapat dilakukan dengan baik. Sedangkan terkait pelayanan publik sebagai bagian dari misi Reformasi Birokrasi , hendaknya mendapat perhatian sungguh karena indeks kepuasan publik yang dikeluarkan oleh Ombusman RI belum lama ini belum memberikan hasil yang memuaskan. Demikian pun halnya dengan point-pont kebijakan yang secara rinci tertuang dalam Perda dan turunannya,baik itu Perda Usul Inisiatif DPRD maupun Usul Pemerintah di setiap masa persidangan, harus disosialisasikan secara baik agar dapat dipahami dan ditaati.

“Kami menyadari sungguh bahwa belum seluruhnya kebutuhan masyarakat yang terakomodir dalam Masa Persidangan ini. Ya,karena kemampuan keuangan daerah maupun regulasi yang harus ditaati ! Terima kasih atas segala perhatian, cermatan, serta usul saran dan kritik yang konstruktif dari seluruh anggota DPRD. Walau berbeda pandangan tetapi tetap dalam satu gerak dan langkah.  Terima kasih juga kami sampaikan kepada Bupati dan Wakil Bupati bersama seluruh jajaran Eksekutif  atas kerjasama, ketekunan serta  kesabaran dalam keseluruhan tahapan agenda dalam masa persidangan . Semuanya dapat lalui sehingga dapat memutuskan dan menetapkan hal-hal penting bagi kemajuan daerah ini.  Secara khusus, kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Forkompinda Flotim yang telah mendukung ketentraman dan ketertiban di daerah ini. Terima kasih pula kami ucapkan  kepada seluruh warga Flotim yang dengan caranya, baik secara kelompok,maupun  pribadi , senantiasa mensuport kerja kedewanan, baik melalui penyampaian aspirasi,informasi maupun kritikan membangun, serta ikut serta dalam giat membangun daerah ini. Selamat merayakan Natal dan Tahun Baru 2020 bagi seluruh masyarakat Flores Timur yang merayakannya, semoga Damai Natal dan Bahagia Tahun Baru menyertai kita semua dalam karya pengabdian membangun Lewotanah Lamaholot Flores Timur kita yang tercinta ini.” ucap Robet Kreta mengakhiri keterangan persnya.*(Emnir).

Editor :Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment