Bidan Mirnawati Kasim (memegang botol aqua)  sedang diburu insan media usai memberikan keterangan kepada Tim Independen Dinas Kesehatan Flores Timur, Jumat (13/12). Foto : BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Aroma tak sedap dibalik terbitnya perintah pindah tugas (SPK) oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur kepada staf Puskesmas Lambunga, bidan Mirnawati Kasim,A.Md.Keb,kian merebak!  SPK super kilat yang terbit pasca Yosep Paron Kabon,seorang anggota anggota DPRD Flotim yang adalah keluarga pasien , melaporkan  tentang perbuatan tidak etis  bidan Mirnawati Kasim terhadap keluarganya tersebut  kepada Kadis Kesehatan Flotim, dr.Agustinus Ogie Silimalar, ditengarai erat kaitannya dengan upaya balas jasa YPK terhadap salah satu  tim suksesnya. Benarkah demikian? YPK secara tegas membantahnya ! Pertimbangan  hingga terbitnya SPK itu adalah kewenangan Dinkes!

Dari beberapa sumber, BaliNewsNetwork.com diperjalanan investigatif media ini mendapat kabar bahwa, seminggu sebelum munculnya SPK tersebut, telah tersiar kabar  bakal kembalinya Siti Aisyah Tuto Geroda, bidan PTT propinsi pada Puskesmas Kalike,Kecamatan Solor Selatan  itu ke Nusa Tadon Adonara . Usaha pemindahan bidan yang  baru mengabdi selama 6 bulan di Puskesmas Kalike itu  diduga telah dikomunikasikan secara berjenjang. Berawal dari salah seorang tim sukses YPK, ke  YPK , dan  selanjutnya YPK ke elite Dinkes .

“Saya pernah disampaikan Aisyah tentang ada rencana memindahkannya  dari Solor Selatan ke sini, Adonara  atas permintaan pacarnya ke YPK. Biasalah karena teman,maka kami saling curhat. Pacarnya itu  adalah salah satu tim sukses YPK di Pileg kemarin. Ya, karena alasan mamanya yang sedang sakit, maka kekasihnya itu  lalu meminta kepada YPK untuk membantu memindahkan dia dari Puskesmas Kalike. Bahkan sebelum terbitnya SPK itu, seminggu sebelumnya sebagaimana cerita Aisyah dalam telpon tersebut, YPK sudah mengabarkan ke pacar Aisyah  tentang hal ini. Katanya, lihat saja dalam minggu ini. Entah benarnya seperti apa, namun dalam percakapan per telepon itu, Aisyah menceritakan  seperti itu.” ujar seorang rekan seprofesi Siti Aisyah Tuto Geroda  sembari minta identitasnya tidak disebutkan dalam pemberitaan.

Bidan Siti Aisyah Tuto Geroda ketika dikonfirmasi melalui sambungan selulernya, membantah cerita tersebut. Dirinya  malah kaget ketika menerima telpon dari Kepala Puskesmas Lambunga pada Rabu,4 Desember 2019 yang mengabarkan ihkwal SPK dirinya itu. Apalagi fisik SPK itu sendiri, Siti Aisyah hingga hari ini, belum menerimanya.

“Tidak pernah saya menceritakan tentang adanya  upaya memindahkan diri saya itu. Tidak pernah itu. Dan tidak pernah ada soal itu ! Tidak benar info  itu ! Saya bahkan kaget ketika dikabarkan ada SPK untuk saya oleh Pak Kapusk Lambunga via telpon di Rabu, 4 Desember 2019. Ketika itu, Pak Kapusk Lambunga bilang  saya dapat  SPK ke Puskesmas Lambunga. Kebetulan saja  fisik SPK buat saya itu, salah titip. SPK saya itu diberikan kepada Kapusk Lambunga  dan terbawa ke Puskesmas Lambunga, sehingga Pak Kapusk Lambunga mengabarkan saya tentang SPK tersebut. Mendapat kabar tersebut, saya lalu menyampaikan hal itu pada pimpinan saya . Soal fisik SPK itu sendiri, hingga kini saya belum terima. Saya hanya menerimanya dalam bentuk foto yang dikirimkan oleh adik saya wia WA . Katanya fisik SPK untuk saya itu dititip oleh pihak  Puskesmas Lambunga sewaktu ada kegiatan Posyandu di desa  kami Nusakarang  pada tanggal 9 Desember 2019 kemarin.” tutur Aisyah seraya meminta  BaliNewsNetwork.com menyudahi pengkonfirmasian lantaran harus melaksanakan tugas pelayanannya.

Senada Siti Aisyah Geroda Tuto, YPK yang dikonfirmasi  melalui saluran WhatsAPPnya , Senin (16/12) pukul 08.13 wita, pun  secara tegas membantah tudingan tersebut. Baginya terkait SPK tersebut , ruang dan pertimbangannya ada pada Dinas Kesehatan. Dirinya secara tegas enggan menanggapi  dugaan-dugaan tersebut. Prinsipnya adalah , pihaknya  hanya menyampaikan terkait pelayanan yang kurang berkenan itu !

“Terkait SPK , itu ruang dan pertimbangan dinas ! Saya tidak ikut komentar terkait dugaan-dugaan itu. Mau dikhayalkan atau seperti apa, kami keluarga serahkan ke dinas.! Prinsipnya, kami hanya menyampaikan terkait pelayanan yang kurang berkenan , yang kami terima ! “tegas YPK .

Hingga kini, kedua bidan PTT propinsi tersebut belum melaksanakan SPK tersebut. Bidan Minarwati Kasim yang menerima SPK di hari ke lima (7 Desember 2019)  setelah SPK itu itu terbit (2 Desember 2019)  bersihkukuh untuk tidak menjalankan perintah itu dan tetap memilih bekerja pada Puskesmas Lambunga karena baginya SPK itu inprosedural .Tidak saja menilai inprosedural, Mirnawati Kasim bahkan sangat menyayangkan  laporan keluarga pasien kepada Kepala Dinas Kesehatan Flotim yang sungguh jauh dari kenyataan yang sebenarnya itu. Tambah pula,pihak Dinkes tidak pernah melakukan pengkonfirmasian atau meminta dirinya untuk memberikan klarifikasi atas laporan tersebut. Pengambilan keterangan Mirnawati Kasim,baru terjadi pada  Jumad,13 Desember 2019 atas perintah Bupati Flotim di 9 Desember 2019. Seperti apa hasilnya , menurut  Sekertaris Dinkes, Yohanis Djong, proses pengambilan keterangan ini belum final !

Demikian pun bidan Siti Aisyah Geroda Tuto. Dirinya masih tetap menjalankan tugasnya di Puskesmas Kalike, Solor Selatan. Hingga kini, dirinya belum menerima fisik SPK itu.  Walau mengaku telah menerima kabar SPK itu dari Kapusk Lambunga di 4 Desember 2019  melalui telepon, dan menerima kiriman foto SPK dari adiknya  pada  9 Desember 2019  via WA, namun Aisyah atas koordinasi Kapusk Kalike dengan Kapusk Lambunga, masih harus menyelesaikan pekerjaannya hingga tutup tahun 2019. Ternyata Kepala Puskesmas Kalike pun  hingga kini, belum menerima tembusan SPK itu.

Tentang seperti apa pertimbangan  pihak Dinas Kesehatan, masih meninggalkan misteri seiring dengan sikap ‘membisuya’ Kepala Dinas Kesehatan dr.Agustinus Ogie Silimalar. Kadis Kesehatan pasca kepemimpinan  dr.Yosep Useng Aman itu  selalu menolak pengkonfirmasin insan media terkait persoalan ini. (Emnir)

 

Editor :Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment