Dinding pilar pasar badung yang jebol. Foto: BNN/ist.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Belum setahun diresmikan Presiden RI Joko Widodo, dinding pilar Pasar Badung sudah ambrol. Padahal saat meresmikan pada 22 Maret 2019 lalu, Presiden Jokowi sempat memuji arsitektur pasar terbesar di Denpasar ini.

Rusaknya bangunan Pasar Badung menggelitik Kejari Denpasar untuk turun melakukan pengecekan. Sebab informasi diperoleh, pengerjaan dilakukan tidak sesuai dengan perencanaan serta pelaksanaan.

Dikonfirmasi terpisah, Kasiintel Kejari Denpasar, I Gusti Ngurah Agung Ary Kusuma menerangkan bahwa pihaknya masih menunggu hasil kajian yang dilakukan oleh rekanan yang mengerjakan proyek pembangunan Pasar Badung.

“Dua minggu lagi paling lambat dari sekarang akan ada hasil dari kajian tersebut. Langkah awal melakukan perbaikan dulu, sambil menunggu hasil kajian keluar,” kata Gung Ary, Senin (16/12/2019).

Tim dari Kejaksaan Negeri Denpasar saat mengecek langsung dinding pilar pasar Badung yang jebol. Foto: BNN/ist.

Ketika ditanya pada saat pembangunan juga melibatkan Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah, dan Pembangunan Daerah (TP4D), Gung Ary mengatakan proses pembangunan juga melibatkan TP4D.

Namun saat ditanya kenapa bangunan bisa jebol meski meski sudah didampingi, Kasiintel Kejari Denpasar menyatakan pihaknya masih menunggu hasil kajian.

“Kita belum tau apa dari perencanannya yang salah, dari pelaksanannya yang salah, atau karena struktur tanahnya karena ini berdekatan dengan sungai. Masih menunggu hasil kajian,” jelasnya.

Ditanya lebih jauh terkait peran TP4D, Gung Ary menjelaskan bahwa tugas TP4D pada saat itu memberi masukan lebih ke yuridis, bukan teknis pengerjaan.

“TP4D lebih mengawal yuridis, langkahnya seperti ini..ini, soalnya kalau masalah teknis kita juga nggak paham, tetap ada tim ahli teknis,” tegasnya. (pro)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment