Puskesmas Sagu, salah satu dari enam Sarana Umum di desa Sagu yang ditutup sekelompok warga desa Sagu pada Senin (16/12) . Foto : BNN/doc.wrg/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon sangat menyayangkan aksi penutupan enam (6) fasilitas umum di desa Sagu oleh sekelompok orang di desa tersebut pada Senin (16/12), dan meminta mereka yang berulah itu untuk secara sadar  membuka kembali penutupan tersebut serta membiarkan aktivtas pelayanan publik berjalan sebagaimana mestinya. Soal Pilkades, bagi Bupati Anton Hadjon adalah soal berdemokrasi yang senantiasa berjalan diatas peraturan yang berlaku !

“Ketidakpuasan dalam berdemokrasi,tidak boleh diikuti dengan aksi seperti ini. Pemerintah membangun fasilitas umum di sana, pasti ada ceritanya. Tidak serta merta bangun ! Bukan secara diam-diam, pemerintah membangun sarana-sarana publik itu. Semuanya pasti ada ceritanya ! Jadi saya minta kepada mereka yang melakukan itu, dengan sadar, membuka kembali penutupan itu dan jangan menggangu aktivitas pelayanan masyarakat di sana. Pilkades itu adalah proses berdemokrasi, sebuah proses yang melewati sekian banyak tahapan hingga pemilihan.Dan pemilihannya telah terlaksana dengan hasil sebagaimana pilihan rakyat. Soal ada gugatan pihak yang merasa tidak puas, ya, semua kita berjalan diatas aturan. Saya sudah mengambil langkah itu, namun yang terpenting adalah tidak boleh mengganggu pelayanan masyarakat disana. Olehnya saya minta kepada mereka yang melakukan penutupan itu,untuk secara sadar segera membukanya kembali.Pemerintah bangun sarana publik itu pasti ada ceritanya ! ”tegas Bupati Anton Hadjon.

Sebagaimana yang terberitakan sebelumnya, merasa belum puas terhadap jawaban pihak Pemda Flores Timur terhadap gugatan mereka atas kecurangan yang menurut kelompok itu terjadi di pelaksanaan Pilkades silam, maka di Senin (16/12) pukul 10.00 wita, mereka mendatangi Kantor Camat Adonara dan menyampaikan perihal itu. Kepada Camat Ariston Kolot Ola, mereka bahkan menyampaikan sikap menutup 6 fasilitas umum yang ada di desa tersebut sampai mendapat penjelasan resmi dari Bupati Flotim. Tak sekedar menyampaikan, mereka pun langsung melaksanakan penutupan pada Puskesmas Sagu, Kantor Desa Sagu serta 4 Sekolah Dasar yang ada di desa Sagu tersebut.

Walaupun terhalang oleh aksi penutupan tersebut, tidak membuat barisam Yohana Fransiska Bahi menghentikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Aktivitas Puskesmas yang lasim terjadi pada gedung yang telah ditutup oleh sekelompok warga desa Sagu tersebut  dipindahkan ke sarana kesehatan terdekat. Baik di polindes maupun pustu, aktivitas pelayanan kesehatan senantiasa dilaksanakan barisan Kapusk Yohana Fransiska Bahi. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment