Agus Sujoko (paling kiri) pengacara yang dipecat Sudikerta.Foto:BNN/pro

Denpasar/BaliNewsNetwork– Mantan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta sempat membuat Majelis Hakim dan pengunjung sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (31/10/2019) geleng-geleng kepala.

Terdakwa dalam kasus dugaan penipuan, penggelapan, pemalsuan dan tindak pidana pencucian uang ini tiba-tiba mencabut kuasa dan memberhantikan Agus Sujoko sebagai salah satu kuasa hukumnya.

“Yang terhormat majelis hakim, sebelum sidang dimulai, saya ingin menyampaikan bawah saya mencabut kuasa saya kepada saudara Agus Sujoko,” ucap Sudikerta sebelum sidang dimulai.

Mendengar itu, majelis hakim menanggapinya dengan mengatakan agar hal itu disampaikannya pada sidang selanjutnya.

Ditemui usai persidangan, Agus Sujoko mengaku tidak mempersalahkan karena menurutnya hal itu merupakan hak Sudikerta untuk mencabut kuasa.

“Saya baru sekali mendampingi, itu juga karena dia memaksa. Tapi tidak apa karena itu haknya. Kedepan saya jadi fokus ke Pak Wayan Wakil dan Anak Agung Ngurah Agung,” ucapnya.

Sementara Sudikerta yang ditemui usai sidang enggan mengungkapkan apa alasannya untuk tidak lagi menggunakan Agus Sujoko dalam tim kuasa hukumnya.

Nyoman Dharmada, ketua tim pengacara Sudikerta yang dihubungi via telpon mengungkap soal “pemecatan” Agus Sujoko.

Dikatakannya, awalnya, dia bersama tim tidak mengetahui bila Sudikerta menunjukkan Agus Sujoko sebagai lawyer/pengacara barunya.

“Setelah kami mengetahui ada pengacara baru, kami langsung memohon kepada Sudikerta, kami mundur karena tidak mungkin dalam satu kapal ada dua nahkoda,” ungkap Dharmada.

Dikatakan pula, tidak mungkin pihaknya menerima kehadiran pengacara baru dengan surat kuasa terpisah.”Apalagi (dia Agus Sujoko) kan pengacaranya pak Wayan Wakil dan Pak Agung,” imbuhnya.

Dijelaskan pula, adanya dua surat kuasa atau dua kantor hukum menangani satu klien dalam kasus yang sama, juga tidak diperbolehkannya oleh organisasi advokat.

Oleh karena itu, Dharmada sempat memberikan pilihan kepada Sudikerta, apakah tetap menggunakan jasanya sebagai pengacara atau ditangani pengacara lain.

“Kami sempat menanyakan kepada pak Sudikerta, apakah masih mau menggunakan kami sebagai pengacaranya atau pengacara yang lain, akhirnya pak Sudikerta mengatakan tetap menggunakan kami sebagai,” pungkas Dharmada.(pro)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment