Ida Bagus Budhantara, S.Kom., BIT, salah seorang wisudawan XXV ITB STIKOM Bali Program Dual Degree  mencatat perestasi gemilang,  empat kali menjadi juara nasional lomba hacking di berbagai ajang dan menjadi anggota Cyber Security Nasional. Foto: BNN/Rahman.

NusaDua/BaliNewsNetwork–Wisuda ke-25 STIKOM Bali, Sabtu, 26 Oktober 2019 di The Westin, Nusa Dua adalah hari bersejarah bagi STIKOM Bali dan  wisudawan. Wisudawan memiliki kebanggan ganda,  sebagai sarjana atau ahli madya tetapi juga sebagai wisudawan perdana ITB STIKOM Bali setelah kampus ICT terbaik nomor dua tingkat nasional ini bertransformasi dari sekolah tinggi menjadi institut dengan nama Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali.

Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan menerangkan, sebagai lembaga, ini wisuda yang ke-25 tapi dari sisi status sebagai institut, inilah wisuda perdana setelah  menyandang nama Institut Teknologi dan Bisnis   STIKOM Bali. Mereka yang diwisuda sebanyak 440 orang. Terdiri dari  Sarjana Komputer (S.Kom)  425 orang dan Ahli Madya Komputer (A.Md.Kom) 15 orang. Sebenarnya yang diwisuda 439 orang, tambahan seorang lagi karena belum diwisuda pada periode lalu. “Jenjang Strata 1 Prodi Sistem Komputer 135 orang, Sistem informasi 290 orang dan Diploma 3 Prodi Manajemen Informatika 15 orang. Di antaranya 12 orang dari kelas internasional memperoleh dua gelar, yakni S.Kom dari ITB STIKOM Bali dan Bachelor of IT atau BIT dari Help University Malaysia dan akan diwisuda di Kuala Lumpur pada April 2020,” Dadang merinci.

Lovely, S.Kom., BIT  raih nilai nyaris sempurnah IPK 3,93

Dua mahasiswa kelas internasional itu mencatat prestasi spektakuler. Lovely meraih nilai nyaris sempurna dengan IPK 3,93, sedangkan Ida Bagus Budhantara (Gus Bud) dengan IPK 3,47 tetapi tercatat sebagai anggota Cyber Security Nasioanl. Selama menjadi mahasiswa, Gus Bud dan beberapa teman sekampus tercatat empat kali menjadi juara nasional lomba hacking di berbagai ajang. “Prestasi yang paling membanggakan kami adalah Gus Bud pernah mengalahkan 8.660 mahasiswa se-Indonesia dalam ajang Born to Protect yang digelar oleh Kementerian Kominfo RI dan Xynexis, keluar sebagai juara 1 dan meraih beasiswa melanjutkan  S2 Magister di Universitas Gunadarma Jakarta,” tukas Dadang.

Dengan wisuda hari ini,  maka sejak berdiri pada 10 Agustus 2002, STIKOM Bali telah mencetak Sarjana Komputer dan Ahli Madya Komputer sebanyak 6.546 orang, yakni 5.864 Sarjana Komputer dan 682 Ahli Madya Komputer. Semua lulusan STIKOM Bali terserap di dunia kerja, seperti sebagai PNS, lembaga TNI/Polri, BUMN, BUMD, perusahaan swasta  nasional maupun di segala bidang yang membutuhkan IT.

“Berdasarkan penelitian internal kami, masa tunggu seorang alumni STIKOM Bali hanya 40 hari. Artinya setelah diwisuda, dia hanya butuh waktu 40 hari menunggu untuk masuk dunia kerja,” terang Dadang.

Disebutkan, setelah bertransformasi menjadi institut dengan menambah satu prodi lagi yakni Prodi Teknologi Informasi, sehingga saat ini ITB STIKOM Bali memiliki tiga prodi S-1, yakni Prodi Teknologi Informasi,  Sistem Komputer,  Sistem Informasi,  Prodi D3 Manajeman Informatika dan Program Dual Degree bekerja sama dengan Help University Kuala Lumpur.  Saat ini, jumlah mahasiswa  sebanyak  6.102 orang. Di antaranya 169  mahasiswa  kelas internasional, Hal terbaru yang dilakukan adalah bekerja sama dengan LPK Darma menyelenggarakan internship program atau kerja praktek mahasiswa di Jepang dan Taiwan. Saat ini 10 mahasiswa sedang magang di Jepang dan 16 mahasiswa magang di Taiwan. Mereka mendapat uang saku per bulan Rp 12 juta – Rp 20 juta, dengan biaya hidup per bulan di sana sekitar Rp 4 juta – Rp 5 juta.

Prof. Made Bandem dan Dr. Dadang Hermawan

Kampus 3 Abiansemal.

Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti (WDS) – induki ITB STIKOM Bali – Prof. Dr. I Made Bandem, MA menjelaskan,  perubahan status  menjadi ITB STIKOM Bali mengingat dunia bisnis  erat kaitannya dengan teknologi informasi, sekaligus untuk mengakomodir keinginann masyarakat Bali agar ada program studi atau konsentrasi bisnis di STIKOM Bali, seperti Bisnis Digital, Akuntasni Digital, E-Tourisme dan sebagainya.

“Untuk lebih mendekatkan dunia ICT dan ITB STIKOM Bali kepada masyarakat, tahun depan kami buka kampus 3 di Abiansemal, Kabupaten Badung, sebagai antisipasi  bertambah prodi-prodi baru sehubungan perubahan status menjadi institute. Ini seiring meningkatnya kebutuhan teknologi informasi, internet serta memasuki era Revolusi Industri 4.0 dan selaras dengan gagasan Gubernur Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”  mewujudkan Bali sebagai smart island dengan tersedianya jaringan internet dan wifi di seluruh Bali, sekaligus mendukung program Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru  menciptakan link and match dan memanfaatkan teknologi untuk pengembangan pendidikan. Dan ini menjadi kelanjutan dari sejumlah SMK TI Bali Global milki  Yayasan WDS di sejumlah kabupaten / kota di Bali,” terang Prof. Bandem.

Ketua Yayasan WDS Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak., mengingatkan masyarakat agar waspada karena saat ini masih ada lembaga pendidikan lain yang dalam promosinya mengklaim diri sebagai “anak kandung” STIKOM Bali.  “Saya minta masyarakat waspada, STIKOM Bali hanya  punya dua kampus, yakni ITB STIKOM Bali Kampus Renon dan ITB STIKOM Bali Kampus Jimbaran. Tahun depan baru kami bangun kampus 3 di Abiansemal. (*)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment