Obyek Wisata Pantai Riangsunge (WPR), Kelurahan Ritaebang, Solor Barat-Flores Timur. Foto: BNN/Emnir.

Solor/BaliNewsNetwork-Aktivitas pekerjaan paket proyek Pembuatan Tempat Parkir pada Obyek Wisata Pantai Riangsunge di Kelurahan Ritaebang, Kecamatan Solor Barat oleh CV Anugerah kini terhenti. Para Tukang dan sejumlah pekerja pada paket pekerjaan tersebut pun mengakuinya.Berdasarkan pengakuan mereka,sudah dua minggu berjalan ini mereka tidak bekerja lantaran ketiadaan material.

Selain bingung dengan tingkat keseriusan kontraktor pelaksana, baik para Tukang maupun pekerja lainnya pun bingung dengan keberadaan pihak pelaksana pekerjaaan tersebut.

“Kami sendiri bingung,yang kami tau direktur perusahaan pemenang tender itu seorang ibu. Ibu itu datang ke lokasi ini ketika seremonial peletakan batu pertama pekerjaan ke-4 paket proyek Tahun Anggaran 2019 di Obyek Wisata Pantai Riangsunge ini. Dia hanya datang pada waktu itu. Urusan mencari Tukang dan pekerja lainnya serta urusan material, justru di urus oleh orang lain. Dan selama ini kami itens berhubungan dengan oknum yang bukan pemilik perusahaan tersebut.Kini kebingungan kami semakin besar tatkala upah kami, termasuk jasa pengumpulan material oleh warga pun belum terbayarkan,” ungkap beberapa Tukang yang gusar dengan kondisi yang sedang  mereka hadapi itu.

Tentang pelibatan mereka dalam pekerjaan itu, para Tukang yang mengambil pekerjaan dengan total biaya Rp 18.000.000  tersebut meriwayatkan, awalnya pihak pelaksana pekerjaan tersebut memboyong para Tukang dari Riangbaring  dengan kesepakatan harga Rp 20.000.000. Ketika tiba di lokasi, mereka tidak berbuat banyak lantaran material yang diinformasikan telah siap itu, ternyata bertolak belakang dengan kenyataan !  Kecewa dengan kenyataan itu, mereka pun memilih untuk meninggalkan lokasi pekerjaan tersebut.

“Sebelumnya  memang dia cari Tukang di sini  dengan tawaran Rp15.000.000. Namun Tukang tersebut tolak, karena harganya terlalu rendah. Lalu mendatangkan Tukang dari Riangbaring dengan kesepakatan Rp20.000.000. Ketika para Tukang Riangbaring kabur dari sini, oknum  pegawai Dinas PU Flotim yang selalu aktif di urusan paket proyek tersebut lalu mencari ganti dan menyepakati dengan kami Rp 18.000.000. Dari awal bekerja hingga kini, satu sen pun kami belum dibayarkan. Demikianpun material yang dikumpulkan warga serta pekerjaan urukan,” beber beberapa Tukang dan pekerja paket pekerjaan Pembuatan Tempat Parkir di Obyek Wisata Pantai Riangsunge,Kelurahan Ritaebang itu.

Hasil investigasi BaliNewsNetwork.com, Kontraktor Pelaksana paket pekerjaan yang bernilai kontrak Rp222.000.000  dengan masa kontrak 90 hari kerja tersebut telah mendapat  teguran sebanyak dua kali dari Konsultan Pengawas maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) atas keterlambatan pekerjaan itu. Bahkan hingga akhir masa kontrak, paket tersebut belum juga rampung, dan terancam dalam hitungan denda keterlambatan. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment