Ilustrasi

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Habis manis sepah dibuang,demikianlah kondisi tersebut menjadi menyebabkan kisah hubungan asmara seorang anggota DPRD Flores Timur periode 2019-2024  dengan wanita idaman lain terkuak, dan menjadi konsumsi publik. Bermula dari terbebernya aksi luapan amarah seorang perempuan, Oa Kewa (bukan nama sebenarnya) di kantor DPRD Flotim yang tersasarkan pada oknum anggota DPRD Flotim tersebut usai acara Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan DPRD Flotim pada 2 Oktober 2019 silam, kisah Ketika Cinta itu Berpaling pun terluncur lagi dari seorang wanita lain,Putri Sikepo!

Adalah Putri Sikepo (bukan nama asli) seorang honorer di sebuah Dinas lingkup Pemda Flotim yang dikonfirmasi BaliNewsNetwork.com, Selasa 14 Oktober 2019 di Larantuka, mengakui memiliki hubungan istimewah dengan oknum wakil rakyat itu sejak  Juli Tahun 2014. Namun manisnya percintaan yang terlakoni mereka sejak Putri Sikepo takluk dari perburuan cinta  ala oknum anggota DPRD tersebut berubah  penderitaan menanggung utang  akibat pengingkaran oknum anggota DPRD tersebut  usai janin laki-laki dari buah cinta mereka lenyap dari rahim Putri Sikepo di Ende pada Agustus 2016 atas perintah oknum anggota DPRD itu.

Setia mengikuti arahan untuk melenyapkan buah kasih yang tercipta dari kenikmatan cinta yang terlakoni mereka baik di rumah anggota DPRD tersebut, di hotel, di kebun milik seorang Kepala Dinas (kini mantan), maupun di dalam mobil dinas DPRD ‘milik’ oknum DPRD  itu, hanya karena oknum tersebut bakal  maju lagi di pertarungan pilcaleg di Tahun 2015, Putri Sikepo yang sebelumnya tidak tau berutang itu akhirnya memikul sendiri utangnya yang terpinjamkan untuk memuluskan permintaan mengeluarkan janin laki-laki yang telah berusia 5 bulan lebih  itu dari kandungannya.

“Awalnya dia minta saya untuk memberinya anak laki-laki. Dia sangat merindukan itu. Dia ceritakan semua kondisi rumah tangganya sehubungan dengan kerinduannya itu. Sebagai seorang perempuan, saya pun ibah dan mengamini permintaan itu. Dan ketika saya tidak haid lagi, saya kabarkan ke dia. Saya lakukan pemeriksaan di RSU Maumere dan melaporkan hasilnya bahwa saya positip hamil. Dia sangat senang, dan berpesan kepada saya untuk jaga baik-baik. Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan saya, saya pun melakukan USG di salah satu tempat praktek seorang dokter di sini (nagi-Larantuka). Dia tidak temani saya ketika saya lakukan pemeriksaan itu. Dia kuatir nanti orang tau, dan akan mencederai reputasinya. Bayangkan demi dia saya harus tipu identitas saya dan nama suami saya pada dokter tersebut,” tutur Putri Sikepo sembari menyebut namanya Hitari dan nama suaminya Agustinus yang saat itu sedang berada di Malaysia.

Seiring perjalanan waktu, begitulah Putri Sikepo itu dalam lanjutan kisahnya, oknum anggota DPRD Flotim dimasa-masa Pilkada Flotim Tahun 2017 mendadak menyuruhnya untuk menggugurkan janin laki-laki berdasarkan hasil USG tersebut. Kata dia sebagaimana yang terutarakan Putri Sikepo, dirinya tidak mau jatuh hanya karena anak itu. Semua ongkos pelenyapan itu, dirinya siap gelontorkan. Mengikuti kemauan oknum DPRD itu yang adalah juga pemegang mandat salah satu Partai di Flotim, Putri Sikepo lalu akhirnya berurusan dengan obat-obatan, baik ramuan tradisional maupun generik berdasarkan rekomendasi dari oknum yang membantunya.

Karena urusan itulah, Putri Sikepo lalu meminjam uang dari pihak lain, lantaran  kekasih gelapnya itu sedang mengalami masa-masa sulit dengan keuangannya. Dia berjanji, semuanya itu akan diurusnya setelah dana proyek pembibitan hasil kongsi dengan kadis (mantan) ditempat Putri Sikepo bekerja itu  cair. Melangkah mengikuti permintaan itu, usaha melenyapkan benih cinta mereka lewat pertolongan  mba Nia di Nagi-Larantuka tidak juga membuahkan hasil. Lewat seorang temannya via komunikasi Facebook, Putry Sikepo lalu meluncur dengan sepeda motornya menuju Ende untuk mengurus perintah menghilangkan buah kemesrahan cinta mereka itu.

Semuanya dilakukannya sendiri  tanpa dampingan pria yang diakui Putri Sikepo sangat perkasa  dalam aktivitas ranjang itu. Ketika pagi menjemput setibanya di Ende, misi atas perintah oknum anggota DPRD tersebut berhasil. Faktor pijatan yang bekerja sama dengan ramuan tradisional dan obat generik yang dikonsumsinya selama itu di Larantuka serta faktor kecapaian setelah menempuh perjalanan dengan sepeda motor yang dikemudikannya sendiri, memuluskan urusan tersebut.

Putri Sikepo mengalami pendarahan hebat ketika tiba di Ende. Isi dalam kandungannya yang bersimbah dilantai itu lalu didokumentasikannya dan dikirimkan kepada sang pujaannya itu. Sedih, begitulah lukisan respon oknum anggota DPRD Flotim itu sebagaimana yang terceritakan Putri Sikepo tatkala menyaksikan foto-foto yang dikirimkannya itu. Walau sedih, kepada Putri Sikepo, oknum anggota DPRD yang lalu maju lagi untuk ketiga kalinya di Pemilu 2019 silam menenangkan kekasih gelapnya itu untuk membayar semua utangnya yang hingga mencapai angka 70 juta Rupiah itu dan menjamin kehidupan Putri Sikepo selanjutnya.

Setelah sebulan pemulihan pasca urusan menghilangkan benih cinta mereka itu, Putri Sikepo lalu mendatangi oknum anggota DPRD tersebut di ruang kerjanya dan menanyai ihkwal janji membayar semua pinjaman itu. Oknum anggota DPRD tersebut pun dengan gaya meyakinkan berujar  “engko tenang jo, uang proyek keluar, saya atur semuanya itu.”

Namun apa yang dijanjikan itu  tidak juga ditepatinya hingga kini. Susul menyusul janji hingga akan membayar pasca pelantikan dirinya sebagai anggota DPRD periode 2019-2024 pun  belum terlaksana hingga saat ini.

“Saya tidak tau lagi harus kemana. Di sini (Nagi-Larantuka) saya hidup sendiri. Saya sudah mengorbankan semuanya demi dia, namun mulut manisnya itu buatku sengsara kini. Saya kerja tidak nyaman karena orang-orang datang cari dan tagih uang yang saya pinjam itu. Banyak cibiran dan caci makian yang terarahkan ke saya gara-gara dia. Dan hidup saya menjadi tidak tenang ! Saya mau kemana lagi? Dia pantas menerima akibat dari perbuatannya ini! Demi dia, demi kenyamanan karirnya dia buat saya seperti ini! Jujur, sakit! Sakit sekali!,” ujar Putri Sikepo dengan suara terbata-bata. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment