Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Lusia B. Hadjon memperhatikan menu kuliner lokal dalam acara pelatihan peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis pengelolaan pangan lokal di Larantuka, Jumat, 4 Oktober 2019.

Larantuka/BaliNewsNetwork.Com-Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Flores Timur Ny. Lusia B. Hadjon berjanji akan membantu modal usaha untuk kelompok kuliner peserta pelatihan Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Teknis Pengelolaan Pangan Lokal bagi OMK Paroki San Juan Lebao, Jumat, 4 Oktober 2019. Bantuan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan modal usaha para pelaku kuliner yang mengikuti pelatihan dimaksud dalam rangka mengembangkan pangan lokal di daerah ini.

Selain bantuan dari Ketua TP. PKK Kabupaten Flores Timur, peserta pelatihan kuliner ini juga akan mendapat bantuan modal usaha dari KWI yang disalurkan melalui seksi PSE Paroki San Juan Lebao.

“Saya apresiasi seksi PSE dari Paroki San Juan ini, dengan dana bantuan dari KWI, mereka seharusnya memberdayakan Orang Muda Katolik (OMK) yang ada di Paroki San Juan, tapi mereka justu melatih kaum ibu yang setiap hari mengolah kuliner di Pante Suster ini,” ujar Ny. Lusia Hadjon.

Kegiatan yang dihari oleh Camat Larantuka Yoseph Tote Dollu, SP, Ketua TP PKK Kecamatan Larantuka Ny. Lenny da Santo, Ketua PSE Paroki San Juan Lebao Siprianus Benaku tersebut, menghadirkan peserta sebanyak 25 orang kaum ibu yang setiap hari berjualan kuliner di lokasi Pante Susteran Paroki San Juan Lebao, Larantuka.

Dikatakan, permintaan akan pangan lokal dari Flores Timur berupa Sorgum, kelor dan ubi-ubian sangat tinggi. Sorgum saat ini sudah dikirim hingga ke Batam dan Papua, namum pengusaha lokal kita belum mampu memenuhi permintaan dalam jumlah yang besar.  Padahal sorgum pasaranya sudah mendunia dan disukai banyak orang karena kadar gizinya yang tinggi.

Menurutnya, di setiap kesempatan kegiatan Jambore Kader PKK dan Posyandu baik di tingkat pusat maupun propinsi, 22 kabupaten/kota di NTT mengakui ketersediaan pangan lokal berupa sorgum, kelor dan ubi-ubian adanya di Kabupaten Flores Timur. Demikian halnya 5 jenis kelor terbaik ada di Desa Lamaole, Kecamatan Solor Barat. Namun  hingga saat ini Flores Timur, belum memiliki pengusaha rumah makan,  warung atau kuliner yang meghidangkan khusus pangan lokal.

Satu hal yang memprihatinkan menurut Ketua TP. PKK Flores Timur, Ny. Lusia Hadjon, meskipun Flores Timur kaya akan pangan lokal, namun masih banyak ditemukan anak yang mengalami gizi buruk dan pertumbuhan fisik yang lamban  atau dikenal dengan stunting. Ini membuktikan  masyarakat Flores Timur masih minim pengetahuan akan manfaat kadar gizi dari pangan lokal tersebut.

“Kita perlu satukan pemahaman, karena bicara  pangan local, bicara soal gizi buruk ada di kita kaum perempuan bukan pada bapa-bapa. 9 bulan anak dalam kandungan ibu, gizi yang dikomsumsi sangat menentukan pertumbuhan dan kesehatan tubuh anak setelah lahir nanti,” ujar Ny. Lusia Hadjon.

Karenanya melalui pelatihan pengolahan pangan lokal  yang diprakarsai oleh Seksi PSE Paroki San Juan Lebao bekerjasama dengan PKK Kecamatan Larantuka itu, para peserta diharapkan dapat mengembangkan  pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh melalui usaha kuliner secara rutin setiap hari dengan fokus penjualannya hanya pada pangan lokal, berupa sorgum, kelor dan umbi-umbian.

“Semua butuh kesabaran walaupun setiap hari keuntungannya hanya sepuluh ribu, tapi kalau dikelola dengan sunguh-sungguh dan penuh ketekunan maka keuntungan sepuluh ribu itu jika dikumpulkan secara rutin setiap hari akan bertambah banyak,” ujarnya.

Penjualan pangan lokal, kata Ny.Luasia Hadjon, jika terus dipertahankan dan dikembangkan  oleh setiap pengusaha kuliner, maka  Flores Timur pasti akan memiliki warung atau kuliner yang menjual hidangan makanan ksusus dari pangan lokal.

“Ini akan memudahkan setiap orang yang ingin menikmati hidangan dari pangan lokal, karena mereka tidak perlu lagi mencari siapa dan di mana pangan lokal itu dijual,” ujarnya.(adv)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment