Suasana pelantikan 158 Tenaga Sanitarian se-Flotim, Lembata dan Sikka.

Larantuka/BaliNewsNetwork.Com-Ketua Pengurus Daerah Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Provinsi NTT Michael Johan S.Takesan, melantik 158 tenaga Sanitarian Cabang Flores Timur, Lembata dan Sikka bertempat di aula Gelekat Nara Larantuka, Sabtu (05/10/2019). Pelantikan tersebut dengan SK. Pengurus Daerah HAKLI, nomor 085/PENGDA.HAKLI NTT/19/12/X/2019, tanggal 01 Oktober 2019.

Hadir pada acara pelantikan tersebut, Bupati Flores Timur Antonius H. Gege Hadjon ST, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur Kamaria SKM yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur, Ketua HAKLI Kabupaten Flores Timur, Lembata dan Kabupaten Sikka, pimpinan OPD lingkup Pemkab Flores Timur serta menghadirkan nara sumber Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Undana Kupang, Dr.Marilin, ST,M.Kes.

Ketua Pengurus Daerah Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia, (HAKLI) Provinsi NTT Michael Johan S.Takesan dalam sambutan mengatakan kegiatan sumpah profesi ini adalah suatu kewajiban dari organisasi profesi khususnya sanitarian yang tergabung dalam Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia yang dilaksanakan sesuai dengan UU nomor 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan Permenkes Nomor 32 tahun 2013 tentang Standar Profesi Sanitarian.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Lembata dan Sikka terutama kepada Bapak Bupati Flores Timur yang hadir bersama kami dan membuka kegiatan kegiatan ini. Terima kasih kepada Ketua Pengurus Cabang HAKLI Flores Timur yang dipercayakan sebagai tuan rumah,” ujar Michael Johan.

Diakuainya bahwa kegiatan ini baru pertama kali diselenggrakan dengan melibatkan 3 Kabupaten dan pertama di NTT. Menurut Ketua Pengda HAKLI NTT, kegiatan sumpah prosfesi sudah dilaksanakan empat tahap,  pertama di Hotel Neo Kupang,  Poltekes Kemenkes Kupang, Kabupaten Alor dan Kabupaten Flores Timur. Terkait dengan seminar ini, dimaksudkan untuk merespon para sanitarian mendapatkan pengetahuan dibidang kesehatan lingkungan. Sehingga dengan pengetahuan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya STBM dan Stunting.

Ketua Panitia Ferdinandus Mada, SKM dalam laporannya mengatakan kegiatan yang dilaksanakan adalah sumpah profesi tenaga sanitarian dan seminar sehari dengan tema  “Legalitas kewenangan dan peran profesi sanitarian dalam upaya kesehatan melalui program STBM menuju NTT bebas Stunting”.

Adapun tujuan kegiatan meningkatkan profesionalisme tenaga sanitarian tentang berbagai regulasi dan kebijakan yang berhubungan dengan profesi sanitarian dalam pelaksanan STBM untuk menurunkan stunting. Kegiatan dilaksanakan tanggal 05 Oktober 2019 bertempat di Aula Gelekat Nara yang diikuti oleh 158 tenaga sanitarian yang tergabung dalam organisasi Profesi Himpunan Tenaga Ahli Kesehatan Lingkungan, baik dari Kabupaten Flores Timur, Lembata dan Sikka. (adv)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment