Sudikerta dkk , saat duduk di kursi pesakitan PN Denpasar.Foto:BNN/pro

Denpasar/BaliNewsNetwork-Mantan Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta bersama dua rekanya, I Wayan Wakil serta Anak Agung Ngurah Agung yang diduga melakukan tindak pidana penipuan, penggelapan, pemalsuan dan tindak pidana pencucian uang, Kamis (3/10/2019) kembali didudukkan di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Namun sayang, lantaran saksi korban, Alim Markus (pelapor) tidak bisa hadir karena masih berada di luar negeri, sidang yang dipimpin Hakim Esthar Okatavi itu ditunda.

“Ini ada surat dari saksi korban (Alim Markus), katanya dia masih di luar negri dan baru bisa datang tanggal 10 Okober 2018,” kata Hakim Esthar sembari menunjuk surat tersebut kepada tim kuasa hukum ketiga terdakwa.

Atas hal itu, awalnya tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Bali memohon agar sidang tetap dilanjutkan dengan memeriksa saksi lain yang sudah hadir.

Namun permintaan itu ditolak oleh tim kuasa hukum Sudikerta,”Kami keberatan yang mulia, karena sesuai aturan yang ada, saksi korban harus diperiksa lebih dahulu baru pemeriksaan saksi lain,” tegas I Nyoman Dilla.

Permintaan tim kuasa hukum Sudikerta ini pun diamini oleh majelis hakim. “Sidang kita tunda. Sebagai korban harusnya komitmen, melaporkan orang, harus juga datang ke pengadilan untuk bersaksi,” tegas Hakim Esthar.(pro)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment