Pekerjaan rehab pada SMPN II SOlor Barat di desa Kalike Aimatan,Solor Selatan-Flores Timur. Foto: BNN/doc.yanippk/Emnir.

Solor/BaliNewsNetwork-Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Flores Timur, Bernadus beda Keda  secara  mendadak memutuskan untuk berkunjung ke SMPN II Solor Barat di desa Kalike Aimatan , Kecamatan Solor  Selatan pada Jumad 4 Oktober 2019,besok Kunjungan mendadak diluar dari jadwal agenda kerjannya itu dikarenakan pihaknya menerima pengaduan tentang amburadulnya pengelolaan pekerjaan DAK Fisik TA 2019 pada sekolah tersebut.

Ketua Panitia Pembangunan Sekolah (P2S)  hasil revisi, Kornelius Jaga Huler  kepada BaliNewsNetwork.com, Rabu 2 Oktober 2019 mengakui sangat menyesal dengan kenyataan amburadulnya pelaksanaan pekerjaan tersebut. Semuanya terkesan tertutup,demikianlah kenyataan yang terjadi pada kisah pengelolaan paket pekerjaan rehab dua lokal ruangan yang didanai DAK Fisik bidang Pendidikan TA 2019 tersebut.

“Pembentukan P2S terkesan asal ada dan melupakan juknis. Sudah mengabaikan juknis, P2S sendiri tidak dilibatkan dalam pelaksanaannya. Lelang pekerjaan pun dilakukan sendiri oleh penanggungjawab. Harga pun dipasang ikut suka.Pelaksanaan pekerjaan pun tanpa  mengikuti gambar dan RAB. Semuanya mengikuti apa yang diinstruksikan oleh sang Kasek. SK Perubahan P2S hingga kini belum diserahkan. Komite Sekolah pun diabaikan sama sekali. Walau tidak dilibatkan namun dalam dokumen administrasi sebagaimana  yang tertera dalam MoU, tertera nama Ketua Komite SMPN II Solor Barat yang lengkap dengan tandatangan Ketua Komite yang tergoreskan diatas cap basah Komite Sekolah. Amburadul dan tertutup sama sekali !”ujar Ketua P2S  hasil perubahan SK,Kornelius Jaga Huler dengan penuh kesal.

Tak tahan menyaksikan keamburadulan pengelolaan kegiatan pada SMPN II Solor Barat tersebut, pihak dinas PKO pun didatanginya. Membangun koordinasi dengan Kabid SD/SMP dan tim pengelolah DAK Fisik serta PPK  hingga Kepala Dinas PKO Flotim, Kornelius Jaga Huler merindukan sebuah perubahan sistem kerja di lingkungan sekolahnya, dari yang serba tertutup menjadi yang lebih transparan dalam semangat kerjasama yang kompak. Alhasil,kerinduan  itu pun tersahuti Kadis Bernadus Beda Keda.Orang pertama dilingkup Dinas PKO Flotim itu langsung memutuskan untuk turun memantau kondisi pekerjaan rehab SMPN II Solor Barat yang didanai DAK Fisik TA 2019 tersebut.

“Besok, Pak Kadis PKO Flotim bersama Tim Pengelolah DAK Fisik dan PPK turun ke SMPN II Solor Barat. Semoga ada perubahan yang berarti!,” ungkap Kor Jaga Huler.

Secara terpisah, Ketua Komite  SMPN II Solor Barat, Bonefasius Ureama Belang yang dikonfirmasi BaliNewsNetwork.com melalui sambungan seluler pun mengakui tidak dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan rehab dua lokal pada sekolah itu. Dirinya bahkan kaget ketika Kepala Sekolah mendatanginya dan menyampaikan permohonan maafnya atas keterdesakan waktu, maka Kepala Sekolah  tanpa melakukan koordinasi dengan pihak Komite, langsung mengadakan cap komite dan membubuhkan tandatangan yang seharusnya ditandatangani oleh dirinya.

“Sebagai Ketua Komite, saya sama sekali tidak perna tau akan posisi Komite dalam paket pekerjaan rehab ini. Kami  sama sekali dilibatkan. Saya sendiri kaget, ketika kepala sekolah mendatangi  dan menyampaiakn ihkwal dirinya yang ketika itu mengalami kemendesakan waktu  dan langsung mengadakan cap komite (kilat) dan membubuhkan tandatangan saya, yang seharusnya saya tandatangan. Karena memang tidak pernah dilibatkan dari awal maka saya sebagai Ketua Komite sama sekali tidak perna tau akan kegiatan itu. Saya baru tau ketika Pak Kasek datang dengan permohonan maafnya itu !” tutur Bonifasius Belang. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment