Ketua Pengadilan Negeri Larantuka Rightmen MS. Situmorang, SH didampingi rohaniwan Katolik Romo Hendrik Lenni, Pr mengambil sumpah dan janji Robertus Rebon Kereta, S.Pd dari PDI Perjuangan sebagai Ketua DPRD Flotim periode 2019-2024, Yosep Paron Kabon dari PKB dan Mathias Werong Enay dari Partai Gerindra masing-masing sebagai Wakil Ketua DPRD Flotim periode 2019-2024, di ruang sidang utama Bale Gelekat Lewo Tana, Larantuka, Rabu, 2 Oktober 2019.  

Larantuka/BaliNewsNetwork.Com-Tiga Putra terbaik  yang terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Flores Timur (Flotim) periode 2019-2024, yakni Robertus Rebon Kereta dari PDI Perjuangan, Yosep Paron Kabon dari PKB dan Mathias Werong Enay dari Partai Gerindra, didampingi rohaniwan pendamping RD. Hendrik Lenni, Pr, mengangkat sumpah dan janjinya kepada Tuhan dan ribu ratu lewo tana Flores Timur yang dipandu oleh Ketua Pengadilan Negeri Larantuka, Rightmen MS. Situmorang, SH, untuk mempimpin DPRD Flotim lima tahun mendatang, pada rapat Paripurna DPRD Flores Timur, bertempat ruang sidang utama Balai Gelekat Lewo Tana, Larantuka, Rabu, 2 Oktober 2019.

Acara pengucapan sumpah dan janji tersebut juga disaksikan oleh Bupati Flotim Antonius H. Gege Hadjon, ST; Wakil Bupati Agustinus Payong Boli, SH;,  Sekretaris Daerah  Paulus Igo Geroda, S.Sos,M.AP; Ketua TP. PKK Kabupaten Flotim Ny. Lusia Hadjon, anggota DPRD Flotim; anggota Forkopimda; pimpinan OPD lingkup Pemkab Flotim, pimpinan partai politik, organisasi pemuda dan perempuan; tokoh masyarakat serta undangan.

Melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur NTT Nomor 172.1/II/373/IX/2019, Robertus Rebon Kereta dikukuhkan sebagai Ketua DPRD Flores Timur, sedangkan Yosep Paron Kabon dan Matias Werong Enay, masing-masing menduduki jabatan Wakil Ketua DPRD Flores Timur.

Dari kiri: Robertus Rebon Kereta dan istri, Yosep Paron Kabon dan istri, Mathias Enay dan istri.

Bupati Flotim Antonius H. Gege Hadjon, ST dalam sambutannya mengatakan, dalam jejak perjalanan Flores Timur sebagai sebuah wilayah administratif pemerintahan, momentum hari ini yakni upacara pengucapan sumpah/janji pimpinan DPRD periode 2019-2024, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari lembaran sejarah sistem pemerintahan di daerah ini.  Setelah pelaksanaan upacara pengucapan sumpah/janji anggota DPRD  beberapa waktu lalu, hari ini, kata Bupati Anton Hadjon, unsur pimpinan DPRD sebagai salah satu alat kelengkapan lembaga telah memperoleh legitimasi berdasarkan amanat UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD atau dikenal dengan sebutan UU MD3.

“Kita patut bersyukur karena dengan peristiwa pengucapan sumpah/janji pimpinan DPRD yang terjadi pada hari ini, fungsi dan peran lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Flores Timur dapat berjalan sebagaimana mestinya sesuai amanat Peraturan Perundang-Undangan,” ujar Bupati Anton Hadjon.

Hal ini menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan aspek kemitraan antara lembaga eksekutif dan legislatif saja, namun lebih mendalam dari itu adalah bagaimana saluran untuk menjawabi aspirasi masyarakat dapat terakomodir dengan baik pada tataran kebijakan lembaga DPRD.

Dikatakan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, pimpinan DPRD Kabupaten bersifat kolektif dan kolegial, terdiri dari satu orang ketua dan dua orang wakil ketua, dimana unsur pimpinan berasal dari partai politik berdasarkan urutan perolehan kursi terbanyak di DPRD melalui hasil pelaksanaan Pemilu legislatif. Makna kolektif-kolegial berarti tanggung jawab pelaksanaan tugas pimpinan merupakan tanggung jawab bersama ketua dan wakil-wakil ketua.

Dengan demikian, lanjut Bupati Anton Hadjon, melalui peristiwa pengucapan sumpah/janji pimpinan DPRD Kabupaten Flores Timur pada hari ini, pemerintah dan seluruh masyarakat Flores Timur menaruh harapan besar kepada lembaga terhormat ini guna melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai amanat peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Unsur pimpinan sebagai salah satu alat kelengkapan utama lembaga, bersama segenap anggota DPRD Kabupaten Flores Timur periode 2019-2024 kiranya senantiasa menjalankan fungsi, tugas dan kewenangan dalam konteks kemitraan dengan Pemerintah Daerah, baik itu dalam aspek legislasi, anggaran, dan pengawasan. Perwujudan jalinan kemitraan yang selaras dan harmonis antara lembaga legislatif dan eksekutif, niscaya akan menghantar seluruh masyarakat Flores Timur tanpa kecuali, menuju derajat kesejahteraan hidup yang semakin merata dan berkeadilan.

Pada kesempatan yang berbahagia ini Bupati Anton Hadjon atas nama seluruh jajaran pemerintah dan segenap masyarakat lewo tana Flores Timur, menyampaikan selamat dan profisiat kepada pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Flores Timur periode 2019-2024.

“Mari kita sehati-sekata melangkah dalam bimbingan dan berkat Bapa Rera Wulan Ema Nini Tana Ekan, Tuhan Penguasa Kehidupan Langit dan Bumi,  serta restu dan bensa leluhur lewo tana Lamaholot, mengarahkan segenap pikiran dan tenaga untuk membawa masyarakat Flores Timur terbebas dari kungkungan keterbelakangan, ketertinggalan, kemiskinan, dan kemelaratan. Dibarengi tekad dan kesungguhan yang tulus, kita harus yakin dan percaya bahwa hal itu tidaklah sulit terwujud. Pada pundak kita semua kepercayaan dan harapan seluruh masyakat Flores Timur disandarkan,” ujar Bupati Anton Hadjon.

Bupati Anton Hadjon sungguh percaya, bahwa jajaran pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Flores Timur periode 2019-2024 adalah figur-figur terbaik yang telah mendapat kepercayaan dari masyarakat Flores Timur untuk merepresentasikan harapan dan aspirasi mereka. Atas keyakinan itu pula, Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur dipastikan tetap menempatkan makna kemitraan sebagai spirit utama dalam mewujudkan Flores Timur Sejahtera Dalam Bingkai Desa Membangun Kota Menata.

Pada kesempatan itu Bupati Anton Hadjon juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRD periode 2014-2019 yang telah menunaikan tugas dan tanggung jawab secara maksimal demi melayani masyarakat Flores Timur.

Di penghujung sambutan, Buati Anton Hadjon menghimbau dan mengajak seluruh komponen masyarakat Flores Timur untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban dalam kehidupan sehari-hari. Eskalasi perpolitikan nasional di hari-hari belakangan ini, hendaknya tidak menjadi referensi  yang berdampak bagi terganggunya suasana kehidupan yang nyaman dan damai di wilayah Kabupaten Flores Timur yang kita cintai ini. (adv)

Editor: Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment