Sekda Flotim Paulus Igo Geroda melantik 34 pejabat pengawas.

Larantuka/BaliNewsNetwork.Com-Sebanyak 34 pejabat eselon IV dilantik oleh Sekretaris Daerah Flores Timur (Sekda Flotim) Paulus Igo Geroda, S.Sos., M. AP  berdasarkan keputusan Bupati Flores Timur nomor: BKPP.821.03/14/PKM/2019 tanggal 03 September 2019 tentang pemberhentian dan pengangkatan pejabat pengawas lingkup pemerintah Kabupaten Flores Timur  tahun 2019 bertempat di Aula Setda Kabupaten Flores Timur (06/09/2019).

Di hadapan Sekertaris daerah  Flores Timur Paulus Igo Geroda, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Dominikus Demon, SH, para pimpinan Forkompimda, Pimpinan OPD,  rohaniwan pendamping, para saksi dan undangan, pejabat pengawas ini mengangkat sumpah untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme serta tidak melibatkan diri dalam perbuatan tercelah, tidak meminta atau menerima pemberian secara langsung atau tidak langsung berupa suap atau hadiah, bantuan atau bentuk lainnya yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, bersikap transparan, jujur, obyekif, dan akuntabel dalam melaksanakan tugas, menghindari conflict of interest dalam melaksanakan tugas, memberi contoh dalam kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dalam melaksanakan tugas, terutama terhadap pegawai yang berada di lingkungan kerja secara konsisten, akan menyampaikan informasi penyimpangan integritas di lingkungan dan menjaga kerahasiaan atas pelanggaran peraturan yang berlaku, bila melanggar akan siap menghadapi segala konsekuensinya.

Dalam sambutannya Sekda Flores Timur berpesan agar para pejabat Eselon IV bekerja dan mengabdi secara baik sesuai dengan pakta integritas.

“Bekali diri dengan aturan dan regulasi, jaga moral, layani masyarakat dengan sungguh, hindari kepentingan diri, kerjakan apa yang menjadi tanggung jawab dan sesuai dengan tupoksi, dan demi kelancaran semua itu yang paling penting adalah membangun koordinasi dalam lingkungan kerja. Jaga juga martabat ASN,” ujarnya.

Bagi Sekda Igo Geroda pelantikan  ini hanya untuk mengesahkan kembali jabatan- jabatan yang karena regulasi maka beberapa wilayah kehilangan unit pelaksana teknis dan beberapa jabatan kosong di kelurahan. Dikatakan, ada jabatan yang berupa geseran dan  ada beberapa yang promosi. Rotasi dan mutasi ini dilakukan dalam rangka mendukung  berfungsinya organisasi pemerintahan. “Kalian dipercaya untuk menduduki jabatan itu untuk melayani masyarakat,” tegasnya. (adv)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment