Wabup Flotim Agus Boli membetulkan bendera merah putih yang dikibarkan terbalik oleh salah seorang warga Desa Bugalima, Kecmatan Adonara Barat. Foto: BNN/IST.

Larantuka/BaliNewsNetwork.Com-Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, SH angkat bicara terkait bendera merah putih yang dikibarkan dengan posisi warna terbalik oleh salah seorang anak di Desa Bugalima, Kecamatan Adonara Barat belum lama ini.

Menurutnya upaya untuk menyelamatkan bendera yang dipasang posisi terbalik merupakan hal yang biasa saja. Bukan hal yang luar biasa. Bahwa itu dilakukan, kata Wabup Agus Boli, karena bendera merah putih merupakan simbol NKRI, yang dahulu kala diperjuangkan oleh para pendiri bangsa ini dengan mengorbankan seluruh harta benda, tenaga, darah dan air mata bahkan nyawa. Karena itu sebagai warga negara yang baik perlu menghargai simbol negara.

Di sisi lain Wabup Aguas Boli mau memberi nilai kepada generasi muda, bahwa melihat sesuatu yang tidak beres seperti posisi bendera yang terbalik harus segera diperbaiki, apalagi hal ini berhubungan dengan wibawa bangsa dan negara ini. Menurutnya, kalau itu tidak lakukan sekalipun sudah dilihat banyak orang, maka bisa saja timbul pikiran di dalam diri anak-anak, bahwa mungkin bendera merah putih sama dengan bendera partai politik atau bendera Ormas, yang bisa dipasang begitu saja. Padahal bendera ini lanjut, Wabup Agus Boli, berbeda dengan bendera lain di Indonesia.

“Justeru dengan bendera merah putih itulah yang menyatukan seluruh bangsa Indonesia ini,” ujar Wabup Agus Boli, Senin (19/08/2019)

Bendera yang dipasang terbalik di salah satu rumah warga yang letaknya dipinggir jalan negara lintas Tanah Merah-Waiwadan Kecamatan Adonara Barat sudah pasti dilihat oleh banyak orang itu, mendadak viral di warga net, karena Wabup Agus Boli sendiri turun memperbaiki posisi letak warna bendera tersebut dan mengibarkannya kembali dengan terlebih dahulu memberi penghormatan.

Peristiwa itu dialami Wabup Agus Boli, saat dirinya melintas dengan kendaraan di wilayah itu, pada kunjungan kerjanya ke salah satu desa di wilayah Adonara, tanpa sengaja melihat posisi bendera yang dikibarkan dengan posisi warna merah berada di bawah dari warna putih.

Wabup Agus Boli juga berterima kasih kepada Kepala Desa Bugalima bersama Bhabinkamtibmas Desa Bugalima yang telah bersedia mendampingi pemilik bendera, yakni ayah dari anak yang salah meletakan posisi warna bendera tersebut datang meminta maaf di rumah jabatan Wabup Flotim. Hal itu tidak disengaja, karena menurut pemilik bendera, yang menaikan bendera itu adalah anaknya yang masih duduk dibangku sekolah dasar.

“Saya gembira karena mereka memahami niat baik saya, karena itu saya berpesan ke depan haruslah memperhatikan secara baik sebelum bendera itu dinaikan. Itu adalah cara yang sederhana untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa dan negara kita Indonesia,” katanya.

Selesai mengibarkan bendera dengan benar Agus Boli mengajak warga untuk memberikan penghormatan sebelum melanjutkan perjalanan menuju ke Desa Muda dalam kunjungan kerjanya, Minggu, 18 Agustus 2019.

Salah satu saksi mata Yohanes Rou yang menyertai perjalanan Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli, SH ke Desa Muda, Kecamatan Keluba Gikit kemudian menuulis pristiwa lanka itu di akun faceboknya, seperti di bawah ini.

“Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli, SH mengibarkan ulang Bendera Merah Putih yang salah dipasang warga. Peristiwa ini terjadi di desa Bugalima Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur Propinsi Nusa Tenggara Timur. Kronology kejadian, Wakil Bupati Flores Timur hari ini minggu 18 Agustus 2019 dalam perjalanan menuju desa Muda Kecamatan Kelubagolit dalam memenuhi undangan Karang Taruna Desa. Ketika Beliau melihat ada bendera merah putih yang salah dipasang warga, lantas beliau menghentikan mobil dan memasuki pekarangan rumah warga dimaksud. Sebelum menurunkan bendera merah putih yang salah dipasang tersebut, terlebih dahulu Wakil Bupati Flores Timur memberikan penghormatan kepada Sang Merah Putih lalu menurunkan dan mengibarkan kembali secara baik dan benar lalu memberikan penghormatan ulang, dan melanjutkan perjalanan menuju desa Muda. Ini adalah contoh yang baik dari seorang pemimpin dalam memberikan teladan yang patut digugu dan ditiru. Salut dan hormat buat Pak Wakil Bupati”. (adv)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment