Bupati Flotim Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST pada upacara kenegaraan peringat HUT ke-74 Kemerdekaan RI di Larantukan, Sabtu 917/08/2019). Foto: BNN/IST

Yang saya hormati!

Yang Mulia Bapa Uskup Larantuka;

Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Flores Timur;

Saudara Wakil Bupati;

Rekan-rekan Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah;

Saudara Sekretaris Daerah bersama jajaran eksekutif;

Ketua dan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama Flores Timur;

Tokoh-Tokoh Agama dan Pemuka Masyarakat;

Unsur-unsur Pimpinan dan Anggota TNI dan POLRI;

Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Flotim;

Pimpinan Partai Politik;

Pimpinan BUMN/BUMD

Rektor dan civitas akademika

Pimpinan Organisasi Masyarakat;

Para Pimpinan Lembaga Swadaya Masyarakat;

Para Pelaku Usaha;

Para Pimpinan Organisasi Wanita;

Para Guru, Petani, Nelayan, Bidan, Perawat, Dokter, Penyuluh, para Kader Posyandu;

Pimpinan Organisasi Pemuda/Pelajar dan Mahasiswa;

Para Wartawan;

Yang saya cintai dan banggakan para siswa dan siswi;

Singkatnya hadirin peserta upacara dan seluruh masyarakat Ribu Ratu Bereun Senaren Lamaholot  Flores Timur di mana pun berada yang saya kasihi dan saya banggakan!

Salam sejahtera!

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh!

Om Swasti Astu!

Namo Buddhaya!

Salam Kebajikan!

Merdeka..!!

Dalam keutuhan ragam keyakinan kita masing-masing selaku umat beriman, saya mengajak kita semua untuk memanjatkan syukur kepada Sang Empunya Kehidupan, Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat-Nya yang senantiasa dicurahkan untuk kita, untuk daerah ini, dan untuk bangsa dan negara kita. Sepatutnya pula, kita berterima kasih kepada para leluhur Lewotana Lamaholot  Flores Timur yang telah memberikan restu atas setiap usaha dan karya pengabdian kita.

Hari ini kita kembali merayakan syukur dalam nada penuh kegembiraan, untuk memperingati kemerdekaan bangsa yang kita cintai, Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-74. Sebuah rentang usia sejarah panjang sebagai Negara yang berdaulat. Kita berdoa sehingga dari hari ke hari, kita terus diberikan kemampuan, semangat pengorbanan, keikhlasan, serta terjaga baik persatuan dan kesatuan, guna mewujudkan cita-cita bangsa untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia, sembari mewujudkan tujuan daerah untuk menggapai Flores Timur Sejahtera Dalam Bingkai Desa Membangun-Kota Menata.

Hadirin Peserta Upacara dan seluruh warga masyarakat Flores Timur yang saya cintai,

Makna pokok dari setiap peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia adalah dua (2) hal. Pertama; kita sebagai warga Negara dan anak bangsa ini diajak untuk merefleksikan kembali potret sejarah bangsa dalam melewati perjuangan berdarah merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Tak terhitung jumlah para pahlawan yang rela menggadaikan nyawanya demi memperjuangkan dan mempertahankan harga diri Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat. Refleksi ini, kemudian harus bisa memotivasi dan menggugah kita yang hidup di alam kemerdekaan ini untuk mengenang jasa para bunga bangsa yang telah gugur, sekaligus meneladani semangat perjuangannya dengan cara kita masing-masing. Makna kedua : adalah bagaimana buah refleksi itu kemudian dapat kita wujudkan dengan mengisi ruang kemerdekaan melalui peran dan tanggung jawab masing-masing kita dalam membangun Flores Timur sebagai bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Semangat para pahlawan yang berhasil membangun kebersamaan dan persatuan antar elemen bangsa, yang mengedepankan dialog konstruktif dalam menghadapi persoalan bangsa kala itu, sepatutnya perlu terus kita gelorakan di setiap karya pengabdian kita dalam mengisi kemerdekaan di daerah ini. Perbedaan pemikiran atau pun cara pandang, sesungguhnya merupakan kekayaan positif yang kiranya dapat dikelola secara baik dan benar, dalam tatanan budaya kesantunan sebagai orang Lamahalot. Mari kita junjung spirit persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan kita sebagai orang Lamaholot untuk mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan Indonesia di tanah Flores Timur ini.

Hadirin Peserta Upacara dan seluruh warga masyarakat Flores Timur yang saya cintai,

Memasuki tahun ke tiga periode kepemimpinan politik kami, prinsip dasar ini tetap menjadi anutan utama yakni penyelenggaraan pemerintahan daerah yang terus dilakukan dengan menggerakan seluruh sistem dan sub- sistem di dalamnya. Masyarakat tetap mendapat tempat kehormatan sebagai subyek prioritas pembangunan. Dalam koteks ini, Pemerintah memposisikan diri sebagai fasilitator, mediator dan katalisator guna menjawabi dan mewujudkan harapan-harapan masyarakat melalui mekanisme perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sehingga berbagai program pembangunan benar-benar berdaya guna dan berhasil guna bagi kesejahteraan rakyat.

Sehubungan dengan itu, dalam kurun waktu dua (2) tahun ini berbagai upaya dan tindakan nyata tetap dilakukan dalam koridor keterpaduan mata rantai program yang berkelanjutan, baik dalam urusan penyelenggaraan pemerintahan, program pembangunan, pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. Rangkaian upaya dan tindakan ini sejatinya adalah wujud penyatuan pikiran, kekuatan dan sumber daya dari berbagai komponen masyarakat Flores Timur.

Untuk itu, pada kesempatan yang membahagiakan ini, kembali saya merasa patut menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Flores Timur, Para Birokrat Pemerintahan Daerah, Komponen Masyarakat Sipil dan Masyarakat Dunia Usaha serta semua pihak yang telah memberikan pandangan-pandangan korektif-konstruktif demi terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan, berdasarkan prinsip-prinsip tata kepemerintahan yang baik dengan tidak mengabaikan potensi dan eksistensi kearifan lokal.

Saya juga menyampaikan penghargaan kepada segenap jajaran TNI dan Polri di daerah ini, yang telah memberikan kontribusi positif dalam terciptanya suasana keamanan yang kondusif bagi berlangsungnya penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.

Hadirin Peserta Upacara dan Warga Lamaholot Flores Timur yang saya hormati,

Tema Nasional Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-74 Tahun 2019 ini adalah “SDM Unggul Indonesia Maju”. Makna diksi SDM Unggul dari tema tersebut  menunjukkan semangat yang besar dari Negara untuk membangun Sumber Daya Manusia Indonesia yang unggul. Sedangkan makna dari diksi Indonesia Maju adalah Indonesia yang bisa berkompetisi di tingkat global, Indonesia yang kehidupan masyarakatnya sejahtera.

Sehingga penekanan pesan yang hendak disampaikan melalui tema SDM Unggul Indonesia Maju mau memastikan bahwa kemajuan bangsa ini akan semakin kokoh manakala Sumber Daya Manusia anak bangsa ini, tumbuh dan berkembang sebagai pribadi-pribadi yang memiliki keunggulan hakiki dalam segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara; Indonesia yang kehidupan demokrasinya pun berjalan dengan baik.

Seiring dengan itu, maka Tema Daerah yang kita usung pada momentum Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia di Kabupaten Flores Timur adalah:

 “Terus Kerja Dalam Bingkai Desa Membangun Kota Menata Untuk Indonesia Unggul”.

Melalui kesempatan berahmat ini, saya lagi-lagi ingin mengajak seluruh komponen masyarakat di daerah ini untuk terus bergandengan tangan, memberikan koreksi-konstruktif, lewat ruang dialogis yang tepat dan beretika, agar kami dapat mengevaluasi dan memperbaiki hal-hal yang sekiranya masih kurang. Pada hakikatnya, perbedaan adalah kepingan dinamika yang seyogyanya kian merekatkan, bukan untuk membelah stabilitas persatuan dan kesatuan yang telah terjalin selama ini. Dalam nuansa semangat proklamasi tahun ini, saya juga mengajak kita semua tanpa kecuali untuk terus mempersembahkan yang terbaik dari diri kita masing-masing menuju Flores Timur Yang Sejahtera.

Hadirin Peserta Upacara dan Warga Masyarakat yang saya hormati,

Pada momentum yang membahagiakan ini, saya juga mau menyampaikan pelaksanaan program pembangunan yang telah dilaksanakan Pemerintah dalam periode kepemimpinan yang sedang berjalan. Hal ini dipandang penting agar dapat diketahui oleh seluruh masyarakat Flores Timur yang telah memberikan kepercayaan di pundak kami untuk menahkodai Flores Timur.

Urusan Sosial-Politik

Kita patut bersyukur karena telah berhasil melaksanakan sebuah peristiwa besar, pesta demokrasi Pemilihan Umum dalam rangka memilih Presiden dan Wakil Presiden, anggota DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten Periode 2019-2024.

Pemerintah melakukan koordinasi kemitraan secara intens dengan lembaga Penyelenggara Pemilu serta Partai Politik peserta Pemilu. Berdasarkan data yang diperoleh dari KPU Kabupaten Flores Timur dari 16 Parpol peserta Pemilu Legislatif tingkat Kabupaten, tercatat  semuanya mengajukan calon di tujuh (7) Daerah Pemilihan (Dapil).

Dalam rangka mengakomodir hak-hak konstitusional masyarakat, dilakukan pemutakhiran data oleh KPU Kabupaten Flores Timur. Data memperlihatkan bahwa DPT hasil perubahan ke-3 untuk Pemilu Legislatif berjumlah 159.063 pemilih, yang terdiri dari :

Pemilih pemula                        :    4.623

Yang menggunakan hak pilih     : 119.620

Tingkat partisipasi pemilih       :   75,2152%

Memperhatikan kondisi ini, maka tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibanding Pemilu-Pemilu sebelumnya.

Paling penting dari semua itu adalah betapa seluruh komponen masyarakat mampu menjaga suasana Pemilu yang kondusif sehingga  berjalan dengan aman, lancar dan damai.

Urusan Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga

Memperkuat SDM Flores Timur yang unggul, pada Tahun  Akademik 2018-2019 Pemerintah memberikan bantuan biaya pendidikan kepada 329 mahasiswa, dengan rincian 28 mahasiswa ikatan dinas kedokteran, dan 301 mahasiswa umum yang tersebar di berbagai Perguruan Tinggi, baik di dalam wilayah Kabupaten Flores Timur maupun di luar wilayah Kabupaten Flores Timur.

Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, Pemerintah akan senantiasa terus memberikan perhatian pada pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, di antaranya :

Rehabilitasi ruang kelas pada 7 TKK, 20 SD, dan 7 SMP sebanyak 82 ruang kelas.

Rehabilitasi ruang perpustakaan pada 1 SD dan 2 SMP sebanyak 3 buah.

Rehabilitasi toilet (jamban) siswa pada 9 SD dan 2 SMP sebanyak 25 buah

Rehabilitasi ruang laboratorium IPA pada 6 SMP beserta perabotnya sebanyak 6 buah

Pembangunan ruang kelas baru pada 9 TKK, 1 SKB, 4 SD, 2 SMP sebanyak 24 buah RKB

Disamping itu, Pemerintah juga melengkapi fasilitas pendidikan pada sekolah-sekolah berupa : alat permainan edukatif, buku koleksi PAUD, buku koleksi perpustakaan, peralatan laboratorium IPA, laboratorium komputer, peralatan peraga Matematika dan IPS, sarana pendidikan jasmani dan kesehatan, serta pengadaan sarana seni dan budaya.

Demi pelayanan pendidikan dan peningkatan kesejahteraan Guru, maka perhatian dan upaya  Pemerintah Daerah adalah mengangkat  250 guru honorer sekolah menjadi tenaga kontrak daerah pada tahun 2019.

Prestasi dalam bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat :

Kontingen Flores Timur keluar sebagai Juara Umum I pada Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) se-Daratan Flores Lembata tahun 2018 di Labuan Bajo – Manggarai Barat.

Juara Umum III pada Hari Aksara Internasional (HAI) Tingkat Provinsi NTT tahun 2018 di Waikabubak – Sumba Barat.

Bidang Pembinaan SD dan SMP :

Peringkat ke-7 mata pelajaran Matematika pada kegiatan Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi NTT Tahun 2019.

Bidang Pengembangan Olahraga :

Kontingen Flores Timur memperoleh 1 buah medali emas, 3 perak, dan 12 perunggu pada even Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) IV NTT Tahun 2019.

Pada even Olimpiade Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Provinsi NTT Tahun 2018, kontingen Flores Timur memperoleh 1 medali emas, 1 medali perak, dan 3 medali perunggu.

Untuk mendorong pertumbuhan prestasi Olahraga, pada tahun 2018  dan 2019 ini Pemerintah telah dan akan memberikan perhatian untuk pembangunan lapangan sepak bola, antara lain : di Desa Lamatutu (Tanjung Bunga), Desa Wailolon (Ilemandiri), Kelurahan Lewolere, Kelurahan Weri (Larantuka), Desa Kolilanang (Adonara), Desa Tuawolo (Adonara Timur).

Urusan Kesehatan

Kondisi kesehatan Kabupaten Flores Timur Tahun 2018 dan 2019 adalah sebagai berikut :

Kematian Ibu : Tahun 2018 : 9 orang. Tahun 2019 (sampai dengan bulan Juni) : 1 orang

Kematian Bayi : Tahun 2018 : 134 orang. Tahun 2019 (sampai dengan bulan Juni) : 44 orang

Gizi Buruk : Tahun 2018 : 119 kasus dan semua ditangani. Tahun 2019 (sampai dengan bulan Juni) : 93 kasus, sedang ditangani

Penyakit TBC :

Tahun 2018 : 217 orang; yang sembuh 210 orang, meninggal 5 orang, resisten 2 orang.

Tahun 2019 (sampai dengan bulan Juni) : 117 orang, masih dalam pengobatan.

Penyakit HIV/AIDS : Jumlah kasus HIV/AIDS Tahun 2018 : 212 orang.  Jumlah kasus baru tahun 2019 (sampai dengan bulan Juni) : 21 orang; sehingga total penderita yang sedang minum obat sebanyak 233 orang.

Penyakit Tidak Menular : Jumlah penderita Penyakit Tidak Menular sampai bulan Juni Tahun 2019 adalah : 6.090 orang. Jumlah orang dengan gangguan jiwa : 350 orang dan yang sedang ditangani adalah 218 orang.

Stunting : Berdasarkan data Pemantauan Hasil Gizi (PHG) per bulan Agustus Tahun 2018, adalah sebagai berikut :

Jumlah balita                    : 17.227 orang balita

Status sangat pendek      :   1.994 orang balita

Status pendek                   :   3.559 orang balita

Total balita stunting        :   5.540 orang balita

Prosentase                         :  32,16%

Tahun 2019 melalui Laporan bulanan per mei 2019, data mengalami perubahan sebagai berikut :

Jumlah balita : 17.825 orang balita

Status sangat pendek        :   1.168 orang balita

Status pendek                     :   3.532 orang balita

Total balita stunting         :   4.700 orang balita

Prosentase                          : 26,37%

Dari data yang ada, dapat disimpulkan bahwa dalam kurun waktu 9 bulan Flores Timur telah berhasil membebaskan 840 balita dari kasus stunting atau sebesar 5,79%. Namun masih ada 4.700 balita stunting yang menjadi tanggung jawab kita bersama melalui penanganan intervensi secara konvergensi. Deklarasi Flores Timur Gempur Stunting yang dilaksanakan pada tanggal 16 Nopember 2018, kemudian disusul dengan kegiatan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Flores Timur pada tanggal 11 Juli 2019 yang lalu dengan mendorong Program Gerobak Cinta, merupakan gambaran nyata tentang kokohnya konstruksi komitmen antara Pemerintah Daerah bersama seluruh pemangku kepentingan di daerah ini untuk memberantas stunting dari bumi Flores Timur, sekaligus menyelamatkan masa depan anak-anak Lewotanah Flores Timur tercinta.

Selama masa periode kepemimpinan politik kami, saya dengan tegas menyatakan bahwa stunting atau anak tumbuh kerdil dengan tingkat kemampuan intelektualitas yang lemah, adalah masalah yang harus diatasi secara serius dan sungguh-sungguh. Saya  mengajak semua unsur pemerintah pada level di bawah, baik OPD, kecamatan, dan desa/kelurahan untuk  mengindahkan Peraturan Bupati Flores Timur Nomor 27 Tahun 2019 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Desa. Saya berharap, komitmen ini kiranya juga menjadi perhatian dari semua lembaga/badan dan LSM untuk bersama Pemerintah menjawabi persoalan stunting sebagai sebuah tantangan.

Desa STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat)

Program STBM erat kaitannya dengan stunting, dimana STBM menjadi salah satu mata rantai pemutus masalah stunting. Lima (5) pilar STBM merupakan kunci membuka pintu pola hidup sehat.

Sampai dengan bulan Juli 2019, jumlah desa/kelurahan yang sudah mendeklarasikan diri sebagai desa/kelurahan STBM adalah sebanyak 115 desa/kelurahan atau sebanyak 46%.

Puskesmas Akreditasi dan Pembangunan Puskesmas/Puskesmas Pembantu :

Jumlah puskesmas yang sudah terakreditasi pada tahun 2018 adalah 15 buah, dan sedang dalam proses akreditasi pada tahun 2019 ini adalah 6 puskesmas.

Pada tahun 2018, Pemerintah melakukan rehab sedang/berat pada Pustu Riangpuho, Pustu Leraboleng, Pustu Karinglamalouk, Pustu Nelelereng; serta rehab total Puskesmas Waiklibang.

Sedangkan pada tahun 2019 ini, Pemerintah membangun :

Ruang bersalin Puskesmas Baniona, dan Puskesmas Lite

Peningkatan status dari rawat jalan ke rawat inap Puskesmas Ilebura

Pembangunan selasar RS Adonara

Rehab sedang/berat Pustu Nurabelen

Pembangunan rumah dinas dokter dan paramedis di Puskesmas Ileboleng, Puskesmas Menanga, Puskesmas Lewolaga, dan Puskesmas Waiklibang.

Tenaga Kesehatan :

Sampai dengan Agustus Tahun 2019 ini, Pemerintah Kabupaten Flores Timur memastikan bahwa di Rumah Sakit, Puskesmas, Pustu, dan Poskesdes; tidak ada lagi tenaga sukarela yang bekerja tanpa dibiayai. Karena Pemerintah telah menginstruksikan kepada para Kepala Desa untuk membiayai tenaga kesehatan di Poskesdes dan bahkan para kader posyandu melalui APBDes.

Urusan Koperasi

Koperasi sebagai lembaga pemberdayaan dan peningkatan perekonomian bersama, akan senantiasa mendapat perhatian dari Pemerintah melalui pembinaan dan pendampingan. Berdasarkan data, jumlah koperasi yang ada saat ini adalah 181 unit, dimana 141 unit berstatus aktif dan 40 unit yang tidak aktif.

Jumlah UMKM yang tersebar di wilayah Kabupaten Flores Timur adalah 5.761 UMKM dengan jumlah omset usaha sebesar Rp.20.201.805.500 (Dua puluh miliar, Dua ratus satu juta, Delapan ratus lima ribu, Lima ratus rupiah) dan jumlah aset usaha sebesar Rp.22.965.555.998 (Dua puluh dua miliar, Sembilan ratus enam puluh lima juta, Lima ratus lima puluh lima ribu, Sembilan ratus sembilan puluh delapan rupiah).

Dalam rangka mendorong akselerasi pertumbuhan perekonomian masyarakat, Pemerintah telah melakukan pelatihan Identifikasi dan Pengembangan Motivasi bagi Wirausaha Pemula / Wirausaha Baru angkatan 2017 dan 2018 sebanyak 1.950 wirausahawan, yang terdiri dari usaha ternak babi, ternak puyuh, usaha kuliner, usaha kue, dan aneka usaha.

Berkaitan dengan program ini, jumlah wirausahawan pemula / wirausahawan baru yang telah diberikan bantuan modal dalam bentuk dana hibah adalah 12 kelompok, 155 orang tersebar pada 19 kecamatan dengan total dana Rp.3.000.249.000 (Tiga miliar, Dua ratus empat puluh sembilan ribu rupiah).

Urusan Tenaga Kerja

Jumlah pencari kerja pada tahun 2018 tercatat sebanyak 452 orang, dan pada tahun 2019 (sampai dengan bulan Juli) sebanyak 281 orang.

Menjawabi persoalan keterbatasan lapangan kerja, sekaligus dalam kerangka penataan kualitas SDM orang muda Flores Timur, maka sejak tahun 2018 Pemerintah Kabupaten Flores Timur bekerja sama dengan Unikom Bali untuk mengirim putera-puteri Flores Timur lulusan SMA untuk melanjutkan kuliah sembari bekerja di Taiwan. Pada tahun 2018, Pemerintah telah mengirim calon mahasiswa ke Taiwan sebanyak 24 orang, sedangkan pada tahun 2019 ini tengah dipersiapkan dan akan diberangkatkan 80 orang calon mahasiswa.

Berdasarkan data, jumlah perusahaan yang terdaftar pada register sebanyak 169 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 2.499 orang, yang terdiri dari : laki-laki 1.891 orang dan perempuan 608 orang.

Terlaksananya penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang dilaporkan / didaftarkan dari Tahun 2018 sebanyak 15 kasus, terdiri dari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebanyak 13 kasus, dan Perselisihan Hak yakni upah kerja yang tidak dibayar sebanyak 2 kasus, dengan realisasi pembayaran hak pekerja sebesar Rp.1.031.302.793 (Satu miliar, Tiga puluh satu juta, Tiga ratus dua ribu, Tujuh ratus sembilan puluh tiga rupiah). Semuanya diselesaikan dengan 15 dokumen Perjanjian  Bersama.

Sedangkan pada tahun 2019 (sampai dengan bulan Juli) penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang dilaporkan / didaftarkan sebanyak 9 kasus, terdiri dari PHK sebanyak 7 kasus, dan Perselisihan Hak yakni upah kerja yang tidak dibayar sebanyak 2 kasus, dengan realisasi sebesar Rp.14.963.000 (Empat belas juta, Sembilan ratus enam puluh tiga ribu rupiah).

Terlaksananya pelayanan berkas klaim BPJS Ketenagakerjaan pada tahun 2018 sebanyak 139 peserta dengan rincian : JHT 129 orang, JKM dan JHT 5 orang, serta Jaminan Pensiunan 5 orang.

Sedangkan sampai dengan bulan Juli 2019 sebanyak 110 peserta dengan rincian : JHT 107 orang, JKM dan JHT 2 orang, dan Jaminan Pensiunan 1 orang.

Untuk pemberdayaan kawasan transmigrasi, Pemerintah mau menyampaikan bahwa di Flores Timur terdapat 4 Unit Pemukiman Transgrasi, yakni UPT Libu, UPT Narasaosina, UPT Watanpao, dan UPT Adabang. Dapat digambarkan bahwa sampai dengan bulan Juli 2019, jumlah warga transmigrasi lokal yang bermukim pada 4 UPT tersebut adalah 390 jiwa.

Urusan Pariwisata dan Kebudayaan

Pembangunan Bidang Seni dan Budaya :

Dalam tahun 2018, diselenggarakan Festival berbasis masyarakat yakni Festival Nubun Tawa yang berpusat di Kecamatan Lewolema. Festival ini bertujuan untuk memelihara, menjaga,dan mempertahankan kekayaan budaya milik masyarakat, serta bertujuan untuk mendorong dan membangun kesadaran masyarakat untuk memiliki kemandirian mengembangkan komunitas cinta pariwisata. Festival lain yang diselenggarakan pada tahun 2019 adalah Festival Nagi Tana dengan tema Bale Nagi, yang bertujuan mengajak diaspora etnis Lamaholot yang berada di luar untuk pulang ke kampung Nagi – Flores Timur.

Selain itu, Flores Timur juga berpartisipasi dalam even-even Festival Seni Budaya di luar daerah, seperti Festival Lamaholot di Lembata dan Festival Florata Rayon III di Maumere.

Pada tahun 2019 ini, akan diselenggarakan Festival Nubun Tawa jilid II dan Festival Nusa Tadon di Pulau Adonara.

Pembangunan Bidang Pariwisata :

Pada tahun 2018, berbagai obyek wisata potensial dan unggulan dikembangkan melalui kegiatan Peningkatan Sarana dan Prasarana Pendukung yang bersumber dari dana DAK dan Dana Non DAK. Obyek-obyek wisata tersebut antara lain : Waiplatin, Asam Satu Beach, Pantai Deri, Pantai Riangsunge, Obyek Wisata Pulau Meko, Danau Waibelen, Pulau Waibalun, dan Obyek Wisata Religi Bukit Fatima – San Dominggo. Selain itu dilakukan penyusunan master plan Danau Waibelen.

Dalam rangka penyebarluasan informasi  kepariwisataan Flores Timur, dilakukan kerjasama promosi dengan media cetak Fortuna yang ditempatkan di pesawat Trans Nusa sepanjang tahun 2018.

 Urusan Pekerjaan Umum

Bidang Bina Marga

Pada Tahun Anggaran 2018 :

Pembangunan jalan sepanjang 68,51 km dengan rincian : hotmix (62,51 km), lapen (5,300 km), rabat (0,900 km).

Rehabilitasi pemeliharaan jalan 1 paket

Pembangunan jembatan 1 unit

Tahun Anggaran 2019 :

Pembangunan jalan sepanjang 36,086 km (dalam proses pengerjaan) dengan rincian : hotmix (34,886 km), lapen (1,2 km).

Urpil + bangunan pendukung (0,960 km)

Bidang Sumber Daya Air

Pada Tahun Anggaran 2018 :

Peningkatan jaringan daerah irigasi sepanjang 2.107,8 m

Pembangunan talud pengaman pemukiman sepanjang 539,49m

Pembangunan talud pengaman pantai sepanjang 1.199 m

Sedangkan Tahun Anggaran 2019 sedang dalam proses persiapan untuk dikerjakan.

Bidang Penataan Ruang dan dan Cipta Karya

Pada Tahun Anggaran 2018 :

Peningkatan SPAM sepanjang 18.430 m

Pembangunan 3 unit bak air

Pembangunan drainase sepanjang 454 m

Pada Tahun Anggaran 2019 :

Pembangunan/peningkatan infrastruktur pagar Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka (dalam proses pelaksanaan)

Pembangunan jaringan air bersih : 6.746 m (dalam proses perencanaan)

Pembangunan jalan lingkungan sepanjang 25.830 m

Urusan Sosial Masyarakat

Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya :

Penyaluran Bansos Pangan Beras Sejahtera untuk 14.108 keluarga yang tersebar di 19 kecamatan 250 desa/kelurahan tanpa dipungut biaya.

Penerbitan Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebanyak 725 jiwa (kondisi Januari – Juli 2019) untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Flores Timur bagi orang tidak mampu / berpenghasilan rendah yang terdata pada Basis Data Terpadu (BDT).

Bantuan kepada 20 (200 orang) Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dari Kemesos RI Dirjen Penanganan Fakir Miskin, berupa bantuan usaha ternak, perkiosan, dan usaha sewa pakai yang tersebar di 19 kecamatan.

Bantuan Rumah Tidak Layak Huni dari Kemensos RI Dirjen Penanganan Fakir Miskin sebanyak 13 kelompok / 130 unit rumah berupa bantuan rehab rumah dari atap, lantai dan dinding yang tersebar di 19 kecamatan.

Bantuan Sarana Lingkungan dari Kemensos RI Dirjen Penanganan Fakir Miskin berupa pembangunan jamban dan kamar mandi untuk pemanfaatan fasilitas umum.

Bantuan pemberdayaan bagi kelompok usaha fakir miskin sebanyak 11 kelompok (110 orang) berupa bantuan usaha tenun ikat, pertanian dan nelayan yang tersebar di 3 kecamatan.

Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial :

Kegiatan pelayanan psikososial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Trauma Center seperti penganiayaan, KDRT, orang terlantar, hilangnya hak asuh, pemerkosaan anak di bawah umur, gangguan jiwa, dan PSK; termasuk korban bencana.

Penanganan masalah-masalah strategis yang menyangkut tanggap cepat darurat dan kejadian luar biasa, di antaranya :

Bantuan Keserasian Sosial Berbasis Masyarakat (KSBM) di daerah konflik/perbatasan, berupa rehab 1 unit rumah adat.

Pemberian bantuan sembako dan kebutuhan lainnya bagi 3 panti asuhan anak dan 3 panti anak cacat.

Koordinasi pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH), berupa bantuan penyaluran non tunai bersama Bank BRI. Kondisi sampai dengan bulan Juli 2019 sebanyak 12.332 Keluarga Penerima Manfaat, dengan sebaran di beberapa bidang antara lain :

Pendidikan : SD, SMP, SMA sebanyak 22.000 siswa.

Kesehatan : Ibu hamil sebanyak 84 orang dan Usia Dini  sebanyak 4.670 anak.

Kesejahteraan sosial: Lanjut Usia sebanyak 4.899 orang dandisabilitas berat sebanyak 188 orang.

Rehabilitasi dan Perlindungan Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia Luar panti, berupa bantuan hibah Kemensos RI yang terdiri dari :

Program Family Support berupa dana hibah bagi 117 Lansia (60-70 tahun) dengan besaran bantuan Rp.3.000.000 / orang sebagai stimulan modal usaha yang sudah ada.

Bantuan perbaikan sarana kamar bagi 27 lansia sebanyak 27 kamar.

Bantuan santunan hidup bagi 300 orang lansia yang tersebar di 19 kecamatan, sebesar Rp.200.000/bulan atau Rp.2.000.000/tahun, yang dikirim langsung ke rekening para lansia untuk pemenuhan kebutuhan hidup dan obat-obatan.

Program Pembinaan Para Penyandang Cacat dan Trauma :

Pemberdayaan untuk Usaha Ekonomi Produktif (UEP) bagi 12 orang penyandang cacat.

Bantuan makanan/sembako untuk 19 orang penyandang cacat.

Bantuan alat bantu kursi roda, tongkat ketiak dan alat bantu pendengaran sebanyak 133 buah.

Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial :

Bantuan kepada 9 kelompok Karang Taruna, berupa peralatan musik, multimedia, serta pipa dan asesoris untuk jaringan air bersih di desa.

Bantuan kepada 2 kelompok Pemuda Gereja berupa 13 unit tenda jadi limas.

Bantuan kepada 4 kelompok Pemuda Kapela, berupa 12 unit tenda jadi limas.

Urusan Lingkungan Hidup

Perlindungan dan Konservasi Daya Alam :

Pada Tahun 2019 ini Pemerintah bersama masyarakat akan melaksanakan penanaman bakau di pesisir pantai Kecamatan Titehena dan Kecamatan Lewolema.

Rehabilitasi dan Pemulihan Cadangan Sumber Daya Alam :

Pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan melalui penanaman pohon di lereng Ile Mandiri – Kecamatan Larantuka oleh Pemerintah bersama masyarakat.

Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau :

Penataan Ruang Terbuka Hijau pada Taman Felix Fernandez Larantuka dan Taman Lokea yang akan dilengkapi dengan Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera).

Pengelolaan TPA :

Pada tahun 2019 ini Pemerintah mengoperasikan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA) Riangkoli di Desa Sinamalaka – Kecamatan Tanjung Bunga.

Urusan Perhubungan

Dalam rangka pembinaan dan pengaturan arus lalulintas angkutan darat di Kabupaten Flores Timur, maka perlu dilakukan penataan dan pembenahan di berbagai aspek untuk mencapai pemenuhan pelayanan terhadap masyarakat sesuai dengan standar yang diamanatkan oleh Undang-Undang. Maka pada tahun 2019, sektor transportasi di Kabupaten Flores Timur terus berbenah, dan salah satu fokus penataan sektor transportasi adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia.

Berkaitan dengan hal tersebut, berdasarkan Nota Kesepahaman antara Dinas Perhubungan Kabupaten Flores Timur dan Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat Bali, tertanggal 28 Januari 2019, akan dilaksanakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan di Bidang Perhubungan Darat. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BPPTD), baik dilakukan di kampus BPPTD Bali, maupun di Kabupaten Flores Timur. Bebang biaya pelaksanaan Diklat tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak penyelenggara.

Rencana pelaksanaan kegiatan di Kabupaten Flores Timur pada tahun 2019 ini akan diikuti oleh 357 orang yang terbagi dalam 3 jurusan, yakni : Diklat Petugas Pengatur Lalulintas 140 orang (2 angkatan); Diklat Juru Parkir Kendaraan 140 orang; Diklat Pengemudi Kendaraan Dinas Operasional 77 orang (2 angkatan). Sementara 2 angkatan dengan jumlah 17 orang akan langsung mengikuti Diklat di pusat BPPTD Bali.

Urusan Pertanian

Program Peningkatan Ketahanan Pangan (Pertanian/Perkebunan):

Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2018, antara lain :

Pengembangan intensifikasi tanaman padi palawija, dengan produksi : 152 ton padi sawah, jagung 132 ton, kedelai 6 ton, sorgum 78 ton. Perbanyakan benih padi dan jagung di Kecamatan Wotan Ulumado dan Penangkar seluas 3 Ha.

Pembangunan 1 unit irigasi air tanah dangkal di Kecamatan Tanjung Bunga.

Pembuatan 2 unit embung di Desa Nelelamadike dan Desa Nihaone – Kecamatan Ileboleng.

Pembangunan 1 unit irigasi air tanah dalam di Kecamatan Ileboleng.

Pembangunan 1 unit pintu air di Kecamatan Adonara Tengah.

Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2019 (sampai dengan Bulan Juli 2019), antara lain :

Pengembangan perbenihan / perbibitan, serta pengadaan bahan kimia dan pupuk untuk lahan pertanian di Kecamatan Wotan Ulumado, Kecamatan Adonara Barat, dan penangkar.

Program peningkatan Produksi Pertanian / Perkebunan, meliputi :

Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2018, antara lain :

Pencegahan dan penanggulangan OPT Tanaman Hortikultura di Kecamatan Ileboleng, Kecamatan Adonara Timur, dan Kecamatan Ilemandiri.

Peremajaan, pemangkasan dan penjarangan jambu mete pada lahan perkebunan seluas  808,75 Ha di wilayah Kecamatan Titehena, Kecamatan Ilemandiri, Kecamatan Lewolema, Kecamatan Demon Pagong, dan Kecamatan Tanjung Bunga.

Peremajaan, pemangkasan dan penjarangan tanaman kakao  pada lahan perkebunan seluas 32 Ha di Kecamatan Wulanggitang.

Pencegahan dan penanggulangan OPT tanaman kelapa pada lahan seluas 190 Ha di Kecamatan Wulanggitang, Kecamatan Titehena dan Kecamatan Ilebura.

Pengembangan tanaman perkebunan pala sebanyak 98.100 anakan di Kecamatan Adonara Barat, Kecamatan Adonara Timur, Kecamatan Adonara Tengah, Kecamatan Adonara, Kecamatan Klubagolit, dan Kecamatan Tanjung Bunga.

Pengembangan tanaman perkebunan cengkeh sebanyak 9.000 anakan dan lada sebanyak 3.000 anakan.

Survei, investigasi, dan design kawasan perkebunan rakyat di Kecamatan Tanjung Bunga, Kecamatan Ile Mandiri, Kecamatan Lewolema, Kecamatan Demon Pagong, dan Kecamatan Titehena.

Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2019 (sampai dengan Bulan Juli 2019), antara lain :

Pengembangan hortikultura di Kecamatan Adonara Timur, Kecamatan Titehena, Kecamatan Ileboleng, Kecamatan Ile Mandiri, Kecamatan Tanjung Bunga, Kecamatan Demon Pagong, dan Kecamatan Solor Barat.

Peremajaan, pemangkasan dan penjarangan tanaman jambu mete pada lahan perkebunan seluas 800 Ha di Kecamatan Kecamatan Tanjung Bunga, Kecamatan Ile Mandiri, Kecamatan Lewolema, Kecamatan Titehena, dan Dan Kecamatan Demon Pagong.

Pencegahan dan penanggulangan OPT tanaman kelapa di Kecamatan Ile Mandiri, Wulanggitang, dan Kecamatan Lewolema.

Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian / Perkebunan Lapangan, meliputi :

Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2018, antara lain :

Penguatan kelembagaan BPP, Kelompok Tani, Gapoktan, dan KTNA di hampir seluruh wilayah kecamatan.

Pembangunan 1 unit BPP di Kecamatan Adonara Tengah.

Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2019 (sampai dengan Bulan Juli 2019), antara lain :

Pelaksanaan demplot/kaji terap pengembangan jagung komposi di Kecamatan Adonara Barat, Kecamatan Witihama, Kecamatan Wotanulumado, Kecamatan Titehena, Kecamatan Wulanggitang, dan Kecamatan Adonara Timur.

Pembangunan gedung kantor BPP Tanjung Bunga, serta pembangunan bak penampung air dan perlengkapannya.

Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak, meliputi :

Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2018, antara lain :

Pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit menular ternak di 19 kecamatan.

Pembangunan 1 unit Pusat Kesehatan Hewan di Kecamatan Tanjung Bunga, serta rehab 1 unit Puskeswan di Kecamatan Wulanggitang.

Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2019, (sampai dengan bulan Juli 2019), antara lain :

Pelaksanaan vaksinasi hog cholera dan rabies di 19 kecamatan.

Pembangunan gedung pusat kesehatan hewan di Kecamatan Larantuka dan Kecamatan Ilebura.

Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan, meliputi :

Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2018, antara lain :

Inseminasi Buatan pada ternak sapi sebanyak 124 akseptor IB di 19 kecamatan.

Peningkatan mutu ternak : babi 69 ekor, kambing 8 ekor, kambing jantan PE 16 ekor, ayam 300 ekor, pakan 600 kg, kandang ayam dan perlengkapannya 1 paket, vaksin dan obat-obatan ayam 1 paket, mesin pelet dan pencacah pakan ternak 4 unit.

Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2019 (sampai dengan Bulan Juli 2019), antara lain :

Inseminasi buatan ternak sapi di 19 kecamatan.

Pengadaan container (golden phonix) untuk 19 kecamatan.

Program Peningkatan Kesejahteraan Petani, meliputi :

Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2018, antara lain :

Kegiatan pemberdayaan Kelompok Tani Tembakau di Kecamatan Larantuka.

Penilaian pohon induk pala dan cengkeh di Kecamatan Adonara Tengah dan Kecamatan Klubagolit.

Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2019 sampai dengan Bulan Juli 2019), antara lain :

Pembinaan dan pendampingan kelompok tani tembakau di Kecamatan Ilebura, Kecamatan Ileboleng, Kecamatan Adonara, Kecamatan Adonara Barat, Kecamatan Klubagolit, dan Kecamatan Witihama.

Urusan Perikanan

Program Pengelolaan Sumberdaya Laut Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, meliputi :

Kegiatan perlindungan sumberdaya laut dan perikanan, antara lain :

Perlindungan dan pelepasan penyu. Tahun 2018 sebanyak 5 ekor, Tahun 2019 (sampai dengan bulan Agustus) sebanyak 63 ekor; dimana terjadi peningkatan kesadaran masyarakat sebesar 1.160%.

Perlindungan telur penyu. Tahun 2018 sebanyak 574 butir, Tahun 2019 (sampai dengan bulan Agustus) sebanyak 2.934 butir; atau terjadi peningkatan kesadaran masyarakat nelayan sebesar 411,14%.

Perlindungan dan pelepasan tukik. Tahun 2018 sebanyak 1.214 ekor, Tahun 2019 (sampai dengan bulan Agustus) sebanyak 2.219 ekor; atau terjadi peningkatan kesadaran masyarakat nelayan sebesar 82,74%.

Perlindungan hiu paus. Tahun 2018 sebanyak 4 ekor, Tahun 2019 (sampai dengan bulan Agustus) sebanyak 7 ekor; atau terjadi peningkatan kesadaran masyarakat nelayan sebesar 75%.

Perlindungan pari manta. Tahun 2018 sebanyak 5 ekor, Tahun 2019 (sampai dengan bulan Agustus) sebanyak 3 ekor; atau menunjukkan penurunan unsur kesengajaan masyarakat nelayan dalam hal menangkap pari manta sebesar 40%.

Program Peningkatan Kesadaran dan Penegakkan Hukum Dalam Pendayaagunaan Sumberdaya Laut, meliputi :

Penanganan kasus illegal dan deskritif fishing. Tahun 2018 sebanyak 8 kasus, Tahun 2019 (sampai dengan bulan Agustus) 0 kasus; atau menunjukkan penurunan kasus illegal dan deskritif fishing sebesar 100%.

Program Pengembangan Perikanan Tangkap, meliputi :

 Pemerintah mengadakan sarana dan prasarana perikanan tangkap bagi nelayan berskala kecil yang tersebar di desa/kelurahan pantai, berupa :

Pengadaan 13 unit kapal motor 2 GT

Pengadaan 12 unit perahu motor fiber glass dengan mesin ketinting

Pengadaan 7 unit kapal motor fiber glass 1 GT

Pengadaan 100 piece gillnet monofilament

Pengadaan 33 kg tali rumpon

Pengadaan 67 unit cool box 75 liter

Pengembangan Budidaya Perikanan, meliputi :

Pengadaan 56.056 ekor bibit ikan nilla dan 56.056 ekor bibit ikan lele yang diserahkan kepada 46 kelompok yang tersebar di 12 kecamatan.

Pengembangan ikan bandeng di desa Tiwatobi, Desa Kawalelo, dan Desa Sinamalaka.

Urusan Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Program Peningkatan Pelayanan Publik Dalam Bidang Kependudukan serta Inovasi Pelayanan Dokumen Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil, meliputi :

Pelayanan perekaman KTP Elektronik secara mobile di sesa-desa.

Pelayanan/Penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi anak usia 0 – kurang dari 1 tahun.

Pembentukan 19 Desa/Kelurahan Model tertib Administrasi Kependudukan dengan Keputusan Bupati Flores Timur Nomor 132 Tahun 2019.

Pelayanan dokumen kependudukan dan Akta Capil

Pelayanan Six in One , yaitu penyerahan 6 dokumen secara langsung kepada masyarakat pada acara pernikan di gereja-gereja, yakni :

Kartu Keluarga baru bagi yang menikah

Kartu Keluarga baru bagi orangtua dari kedua pasangan

KTP Elektronik bagi pasangan yang menikah

Akta Perkawinan bagi pasangan suami-isteri

Akta Kelahiran bagi pasangan yang telah memiliki anak

Membuka kontak person untuk layanan pengaduan masyarakat dan pelayanan langsung perekaman KTP Elektronik Mobile bagi orang sakit dan lansia di rumah-rumah dan Rumah Sakit/Puskesmas.

Urusan Komunikasi dan Informatika

Pembinaan dan Pengembangan Jaringan Komunikasi dan Informasi, meliputi :

Tahun 2018-2019 Pemerintah Kabupaten Flores Timur berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI melalui Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI), Operator Telkomsel, XL, untuk pembangunan Tower / BTS sebanyak 5 buah di Desa Lewoawang (Ilebura), Desa Titehena (Solor Barat), Desa Puhu (Adonara Timur), Desa Patisirawalang dan Desa Nusanipa (Tanjung Bunga).

Bantuan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI berupa pengadaan V-Sat sebanyak 5 buah di Puskesmas Boru, Puskesmas Lato, SMAK Seminari San Dominggo Hokeng, SMAK St.Maria Imaculata Baniona, SMKN 1 Wulanggitang.

Revitalisasi Website Pemerintah Daerah, meliputi :

Pengintegrasian website Pemerintah Kabupaten Flores Timur dengan beberapa website desa dan OPD.

Telah pula dibangun dan diintegrasikan dengan website Pemerintah Kabupaten Flores Timur beberapa Aplikasi, antara lain :

Pembangunan : LPSE, SIRUP DAN e-monev (dalam proses)

KPU                 : KPU

Dinas Pariwisata        : Perjalanan Wisata Flores Timur

BP4D                : e-planning

Lintas OPD       : Simaya (Sistem Administrasi Maya)

Urusan Penanaman Modal

Pelayanan Perizinan, meliputi :

Total pelayanan perizinan yang diberikan Tahun 2018 per 31 Desember 2018 adalah 1.942 usaha

Tahun 2019 (sampai dengan bulan Juli) adalah 1.154 usaha

Data Penanaman Modal, meliputi :

Jumlah penanam modal Tahun 2018 per 31 Desember 2018 antara lain :

PMA       : 12

PMDN     : 6

Jumlah penanam modal Tahun 2019 (sampai dengan bulan Juli) antara lain :

PMA       : 13

PMDN     : 7

Nilai investasi, antara lain :

Tahun 2018 per 31 Desember 2018 sebesar : Rp.320.730.908.050 (Tiga ratus dua puluh miliar, Tujuh ratus tiga puluh juta, Sembilan ratus delapan ribu, Lima puluh rupiah).

Pada Tahun 2019 (sampai dengan bulan Juli) sebesar : Rp.177.422.313.539 (Seratus tujuh puluh tujuh miliar, Empat ratus dua puluh dua juta, Tiga ratus tiga belas ribu, Lima ratus tiga puluh Sembilan rupiah).

Penyerapan tenaga kerja :

Tahun 2018 per 31 Desember 2018 :

Tenaga Kerja Indonesia / Lokal : 402 orang

Tenaga Kerja Asing : 7 orang

Tahun 2019 (sampai dengan bulan Juli) :

Tenaga Kerja Indonesia / Lokal : 353 orang

Tenaga Kerja Asing : 7 orang

Urusan Perindustrian dan Perdagangan

Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah, meliputi :

Kegiatan yang dilaksanakan pada Tahun 2018, antara lain :

Bantuan kemasan garam beryodium 250 gram (komplit lebel).

Bantuan cool box bagi pengrajin produk olahan

Kegiatan yang dilaksanakan pada Tahun 2019, antara lain :

Magang pengrajin handy craft tempurung kelapa di Yogyakarta

Bantuan peralatan mesin/peralatan meubeler untuk anyaman lontar dan handy craft di desa Riangsunge

Bantuan mesin/peralatan bagi kelompok industri furnitur dari kayu dan besi

Bantuan tenda jadi untuk desa Wulublolong (Solor Barat)

Bantuan mesin/peralatan menjahit untuk kelompok IKM di Kelurahan Lewolere dan Desa Mokantarak (Kecamatan Larantuka).

Program Peningkatan Kemampuan Teknologi, meliputi :

Kegiatan yang dilaksanakan pada Tahun 2018, antara lain :

Bimtek manajemen Tambak Garam di Kecamatan Witihama

Bimtek tenun ikat di Desa Kawalelo (Kecamatan Demon Pagong)

Bimtek/pelatihan bagi pengrajin meubel kayu dan bambu

Bantuan peralatan tenun ikat dan bahan baku penolong untuk 10 kelompok IKM

Kegiatan yang dilaksanakan pada Tahun 2019, antara lain :

Bimtek kerajinan handy craft dengan bahan dasar lontar dan tenunan

Bimtek pewarnaan dan desain motif tenun ikat

Program Penataan Struktur Industri, meliputi :

Kegiatan yang dilaksanakan pada Tahun 2018, antara lain :

Pameran hasil kerajinan Flores Timur selama 3 hari

Bimtek pengolahan coklat

Pameran Trade Expo Indonesia

Kegiatan yang dilaksanakan pada Tahun 2019, antara lain :

Pameran hasil kerajinan Flores Timur selama 3 hari

Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan, meliputi :

Kegiatan yang dilaksanakan pada Tahun 2018, antara lain :

Tera-tera ulang peralatan UTTP di Kabupaten Flores Timur

Pengadaan kendaraan dan peralatan standar kemetrologian.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Tahun 2019, antara lain :

Pengawasan BDKT dan pemusnahan barang hasil temuan.

Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri, meliputi :

Kegiatan yang dilaksanakan pada Tahun 2018, antara lain :

Sosialisasi penggunaan Tol Laut kepada pengguna jasa Tol Laut

Pengambilan data stok barang di Kecamatan Adonara Timur, Kecamatan Wulanggitang, Kecamatan Tanjung Bunga, Kecamatan Larantuka.

Konstruksi pasar Serinuho

Konstruksi dan pemasangan lampu tenaga surya Pasar Lamawalang

Pembangunan pagar dan rabat dalam pasar Inpres

Pembangunan sarana penunjang Pasar Buah.

Pemantauan dan publikasi harga komoditi unggulan daerah melalui media cetak dan elektronik.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Tahun 2019, antara lain :

Konstruksi pasar Riangpuho, Pasar Lewoawang dan Pasar Ratulodong

Pemantauan dan publikasi harga komoditi unggulan daerah melalui media cetak dan elektronik.

Urusan Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan

Program Pengembangan Perumahan, meliputi :

Fasilitasi dan stimulasi pembangunan perumahan bagi masyarakat kurang mampu, yang berada di : Desa Birawan dan Nobokonga (Kecamatan Ilebura), Desa Boru dan Borukedang (Kecamatan Wulanggitang), Desa Halakodanuan (Kecamatan Ilemandiri), Desa Bantala (Kecamatan Lewolema), Desa Nusanipa (Kecamatan Tanjungbunga), Desa Lohayong I, Watohari dan Liwo (Kecamatan Solor Timur), Desa Bubuatagamu, Lewograran, dan Lemanu (kecamatan Solor Selatan), Desa Karawatung, Ongaleren, Balaweling I, Balaweling II, Daniwato, dan Ritaebang (Kecamatan Solor Barat), Desa Lamawolo, Nihaone (Kecamatan Ileboleng), Desa Lewobunga dan Tapobali (Kecamatan Adonara Timur), Desa Kolontobo, Lite, dan Kenotan (Kecamatan Adonara Tengah), Desa Bukit Seburi I, Bukit Seburi II, dan Bliko (Kecamatan Adonara Barat), Desa Sagu dan Kolimasang (Kecamatan Adonara), Desa Sukutokan dan Lamabunga (Kecamatan Klubagolit), Desa Balaweilng (kecamatan Witihama), serta Desa Kawela (kecamatan Wotan Ulumado).

Program Pengembangan Air Minum dan Sanitasi, meliputi :

Peningkatan pelayanan limbah domestik di : Kelurahan Ekasapta, Postoh, Waiwerang kota, Larantuka, Lamatewelu, Desan Lamawalang, Mokantarak, Halakodanuan, Wailolong, Watotutu, Riangkemie, Lewohala.

Program Pengembangan Prasarana Perumahan dan Kawasan Permukiman, meliputi :

Pembangunan talud pengaman lingkungan di desa Balaweling

Pembangunan jalan dan jembatan lingkungan permukiman di Desa Bama, dan Kelurahan Lokea (Kompleks Kodim)

Urusan Penanggulangan Bencana

Kejadian bencana per Juli 2018 sampai dengan Desember 2018 adalah sebanyak 27 kejadian bencana antara lain : angin kencang, gelombang pasang, dan kebakaran. Dari sejumlah kejadian bencana tersebut, sebanyak 218 Kepala Keluarga mendapat bantuan stimulan perbaikan total, dimana 110 KK sudah menerima bantuan, dan 108 KK belum menerima. Pada tahun 2018 juga, Pemerintah Daerah melaksanakan pekerjaan fisik rehabilitasi dan dan rekonstruksi pasca-bencana yang bersumber dari dana hiba BNPB RI.

Pada kurun waktu Januari sampai dengan bulan Juni Tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Flores Timur telah menangani beberapa  kejadian bencana, di antaranya :

Curah hujan yang cukup tinggi yang mengakibatkan kerusakan pada ruas jalan Wailebe – Waiwerang

Bencana banjir yang mengakibatkan kerusakan jembatan pada ruas jalan Menanga – Tanah Werang di Desa Liwo, Solor Timur.

Longsor pada ruas jalan Waiwadan menuju Desa Bukit Seburi II

Bantuan sembako dan normalisasi kali akibat banjir bandang di desa Sinar Hading.

Pencarian dan evakuasi/penyelamatan korban kecelakaan laut KMN.Inka Mina 608.

Dalam penanganan bencana kekeringan, Pemerintah Kabupaten Flores Timur juga berkoordinasi dengan Kementerian ESDM RI untuk melakukan survei geolistrik yang dilanjutkan dengan pengadaan sumur bor yang tersebar di 7 titik, antara lain :

Kelurahan Pukentobi Wangibao – Kecamatan Larantuka

Kelurahan Waibalun – Kecamatan Larantuka

Desa Riangkemie – Kecamatan Ilemandiri

Desa Lamika – Kecamatan Demon Pagong

Desa Watotika Ile – Kecamatan  Demon Pagong

Desa Ile Gerong – Kecamatan Titehena

Urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa

Program Pemberdayaan Masyarakat, meliputi :

Kerjasama dan Koordinasi dengan Ditjen PPMD Satker Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Satker P3MD) Provinsi – Kementerian Desa RI, untuk bantuan dana pelaksanaan kegiatan program Pengembangan Inovasi Desa.

Kegiatan Bursa Pertukaran Inovasi.

Tujuan pelaksanaan Bursa Pertukaran Inovasi adalah untuk menjembatani kebutuhan Pemerintah Desa akan pilihan solusi bagi penyelesaian masalah, serta inisiatif atau alternatif  kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka pemanfaatan Dana Desa yang lebih efektif dan inovatif.

Pelatihan Kader Pembangunan Manusia; dimana pesertanya direkrut dari para kader posyandu yang memahami permasalahan di desa, khususnya perencanaan dan pelaksanaan kegiatan konvergensi stunting.

Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan, meliputi :

Kegiatan pendampingan usaha desa dan kelompok ekonomi masyarakat pada 176 kelompok.

Fasilitasi pembentukan BUMDes/BUMDes Bersama pada 23 desa, dan total BUMDes yang sudah terbentuk sejak tahun 2013 sampai dengan bulan Juli 2019 adalah 80 BUMDes; sedangkan BUMDes Bersama sebanyak 4 buah.

Pelaksanaan Bimtek pengelolaan BUMDes bagi 93 orang/pengelola BUMDes pada 31 Desa

Program Peningkatan Keberdayaan masyarakat Perdesaan, meliputi :

Pelatihan, pembinaan, monitoring dan evaluasi jejaring Desa Siaga

Replikasi pembentukan Desa Siaga

Pendampingan dan pembinaan kader Posyandu, Jambore Posyandu, serta Rakor Tim Pokjanal Posyandu dan koordinasi program pemberdayaan masyarakat.

Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Membangun Desa, meliputi :

Kegiatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM)

Pendampingan Musrenbang Desa

Perlombaan Desa/Kelurahan

Program Peningkatan Aparatur Pemerintah Desa dan BPD, meliputi :

Pemilihan dan pelantikan Kepala Desa

Pendampingan penyusunan RPJM Desa/RKP Desa

Bimtek pengelolaan administrasi desa

Fasilitasi dan pendampingan penyusunan Standar Pelayanan Minimum Desa/Kelurahan (SPM).

Pendampingan penyusunan data desa/kelurahan

Evaluasi Rancangan Peraturan tentang APBDes dan Fasilitasi pendampingan pengelolaan keuangan desa.

Urusan Tata Kelola Pemerintahan

Seleksi penerimaan Calon PNS Daerah

Setelah 4 tahun mengalami kevakuman akibat moratorium Pemerintah Pusat, maka pada tahun 2018 melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Nomor 36 Tahun 2018, Pemerintah kabupaten Flores Timur melaksanakan seleksi CPNS dengan kuota sebanyak 280 formasi yang terdiri dari : tenaga pendidik 156 orang, tenaga medis 99 orang, dan tenaga teknis sebanyak 25 orang, ditambah formasi khusus bidan PTT dari Kemenkes RI sebanyak 3 orang. Pelaksanaan seleksi menggunakan Computer Assisted Test (CAT), dan atas keberhasilannya sebagai penyelenggara yang baik, tertib, serta taat aturan, Pemerintah Kabupaten Flores Timur memperoleh sertifikat penghargaan secara langsung dari Badan Kepegawaian Negara pada Tahun 2018.

Pendidikan dan Pelatihan Bagi Calon PNS

Diklat prajabatan dilaksanakan dengan tujuan memberikan pengetahuan untuk pembentukan wawasan kebangsaan, kepribadian dan etika PNS, pengetahuan dasar tentang sistem penyelenggaraan pemerintahan Negara, bidang tugas dan organisasinya supaya dapat menjalankan tugas dan peran pelayanan masyarakat secara baik dan benar. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah mengirim 283 calon PNS Golongan II dan III untuk mengikuti Diklat Prajabatan di Kupang pada tanggal 24 Juni 2019 s/d 25 September 2019.

Pemberian Penghargaan Bagi PNS Berprestasi

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penghargaan/reward bagi PNS yang menunjukkan prestasi dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya. Sebelum mendapat penghargaan satya Lancana Karya Satya dari Presiden RI, didahului dengan kegiatan uji petik di lapangan sebelum diusulkan. Pada Tahun 2019, sebanyak 3 orang PNS mendapatkan penghargaan SLKS.

Upaya Pencegahan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN)

Dalam rangka meningkatkan tata kelola pemerintahan dan menciptakan iklim pencegahan KKN, Pemerintah Kabupaten Flores Timur melakukan upaya-upaya, antara lain :

Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan sistem dan mekanisme peraturan perundangan pada auditan

Membina dan memberikan masukan bagi terselenggaranya pemerintahan yang efektif, bersih dan melayani melalui hasil pengawasan internal

Terwujudnya Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang profesional, berkualitas dan akuntabel

Meningkatnya kualitas hasil pengawasan sebagai bahan masukan demi peningkatan kinerja aparat pemerintah

Sinergitas antar Aparat Pengawasan Intern Pemerintah dalm mewujudkan terlaksananya pengawasan intern pemerintah yang optimal.

Dalam melaksanakan aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi, Pemerintah Kabupaten Flores Timur berkoordinasi dengan Deputi Bidang Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi RI untuk memberikan pembinaan dan pendampingan, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan kegiatan.

Bahwa dalam rangka mewujudak Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), Bupati Flores Timur telah menetapkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai wilayah Zona Integritas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Flores Timur.

Untuk penyelesaian kasus atas Rekomendasi Laporan Hasil Pemeriksaan oleh BPK RI, BPKP, Inspektorat Provinsi, dan Inspektorat Kabupaten yang penyelesaiannya berlarut-larut, maka sudah dilakukan sidang Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR) sebanyak 8 kasus dengan nilai temuan sebesar Rp.8.125.171.465,80 (Delapan Miliar, Seratus Dua Puluh Lima Juta, Seratus Tujuh Puluh Satu Ribu, Empat Ratus Enam Puluh Lima, Koma Delapan Puluh Rupiah); dimana penyelesaian sebanyak Rp.5.853.577.981 (Lima Miliar, Delapan Ratus Lima Puluh Tiga Juta, Lima Ratus Tujuh Puluh Tujuh Ribu, Sembilan Ratus Delapan Puluh Satu Rupiah), dan pembebanan sebanyak Rp.2.271.593.484,80 (Dua Miliar, Dua Ratus Tujuh Puluh Satu Juta, Lima Ratus Sembilan Puluh Tiga Ribu, Empat Ratus Delapan Puluh Empat, Koma Delapan Puluh Rupiah). Realisasi penyetoran ke Kas Daerah sebesar Rp.207.584.500 (Dua Ratus Tujuh Juta, Lima Ratus Delapan Puluh Empat Ribu, Lima Ratus Rupiah). Sesuai hasil rekonsiliasi dengan BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur, semester I Tahun 2019 atas penyelesaian sebesar Rp.5.825.327.981 (Lima Miliar, Delapan Ratus Dua Puluh Lima Juta, Tiga Ratus Dua Puluh Tujuh Ribu, Sembilan ratus delapan Puluh Satu Rupiah) sudah diterima dengan status tindak lanjut dengan alas an yang sah.

Hadirin Peserta Upacara dan Warga Lamaholot Flores Timur yang saya hormati,

Demikian gambaran tentang pelaksanaan program kegiatan pada tahun ke-2 periode kepemimpin kami. Pada hakikatnya, seluruh program kegiatan yang dilaksanakan tetap didorong untuk menjawabi pencapaian Visi dan Misi Daerah, yakni Terwujudnya Flores Timur Sejahtera Dalam Bingkai Desa Membangun Kota Menata.

Kami berjanji, tidak akan menodai komitmen guna menunaikan kepercayaan yang telah diberikan oleh Ribu Ratu, Bereun Senaren kepada kami untuk membawa pergi Lewo dan Tanah Flores Timur keluar dari jerat-jerat ketertinggalan. Tanggung jawab ini bakal terinkranasi sebagai sesuatu yang luhur dan mulia, manakala segala sesuatunya ditempatkan pada daya dorong kebersaman yang terhindar dari tendensi kepentingan serta pamrih egoisme yang tidak pandang pengorbanan. Berikanlah kepada kami kesempatan berkoreksi diri secara elegan sebagai seorang sahabat pembangunan Flores Timur. Sebab, siapa pun itu, di mana pun berada, apa pun mereka, semua di mata kami adalah alat perang terampuh memerangi kemiskinan, kemelaratan, keterbelakangan, kesengsaraan,  dan penderitaan di Tanah Flores Timur.

Kami rindu rangkulan hangatmu untuk menawarkan pikiran-pikiran cerdas. Kami pasti gelisah, ketika suaramu terlampau lama tak terdengar. Namun, kami tak sudi kita menjadi penangkar dengki berlebihan di dalam lingkar rahim yang sama bernama Lamaholot. Kita terlahir boleh berbeda karena garis tangan, tapi telapak kaki kita tetap berpijak di tanah yang sama untuk terus terpanggil berpikir dan berbuat tentang Flores Timur.

Hadirin Peserta Upacara dan Warga Lamaholot Flores Timur yang saya hormati,

Atas nama Pemerintah dan seluruh warga masyarakat Flores Timur, saya menyampaikan penghargaan kepada semua pemangku kepentingan dan elemen daerah yang telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan di daerah ini.

Semoga Bapa Rera Wulan, Ema Nini Tana Ekan, Tuhan Pencipta, Penguasa dan Penyelenggara Kehidupan Semesta, senantiasa meneteskan berkat-Nya yang tak berkesudahan bagi setiap kita yang berkarya di dalam tuntunan-Nya.

Dirgahayu bangsaku. Jaya Negeriku. MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA!.

Sekian dan terima kasih.

Salam sejahtera!

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh!

Om Santi, Santi, Santi, Om!

LARANTUKA, 17 AGUSTUS 2019.

BUPATI  FLORES  TIMUR,

ANTON H.GEGE HADJON, ST

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment