Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, S.So.s., M.Si dan istri Ny. Maria Cahyani foto bersama Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan dan Direktur LPK Darma Drs. Dede Heryadhy, MM. Foto: BNN/Komang Arysna.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Mulai tahun akademik 2020/2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka, Flores, mengirimkan 20 oarang lulusan SMA/SMK sederajat untuk melanjutkan pendidikan (kuliah) di Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali dengan skema pembiayaan investasi. Melalui skema investasi ini, setiap mahasiswa membayar Rp 110 juta maka selama 4-5 tahun kuliah di STIKOM Bali tidak dikenakan biaya lagi sampai dengan wisuda.

Hal itu dijelaskan Rektor ITB STIKOM Bali ketika menerima kunjungan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos., M.Si dan istri Ny. Maria Cahyani untuk penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Pemkab Sikka dengan ITB STIKOM Bali dan LPK Darma tentang pengiriman mahasiswa Sikka melanjutkan pendidikan di ITB STIKOM Bali, mengikuti program kuliah sambil kerja di Tawan dan magang kerja di Jepang.

Mengenai skema pembiayaan kuliah di ITB STIKOM Bali, Dadang Hermawan menerangkan program itu sudah dimulai sejak tahun 2010 yang lalu dan mereka yang sudah lulus sudah dikembalikan uangnya utuh.

“Program ini sudah dari tahun 2010, jadi ada yang sudah tamat dan menerima pengembalian uang secara utuh. Senang dia, bisa pake beli mobil atau untuk modal usaha,” tutur Dadang.

Dadang Hermawan menambahkan, setiap tahun, dari sekitar 1.500 mahasiswa baru, rata-rata yang menggunakan skemah investasi untuk biaya kuliah mencapai 100 mahasiswa.

“Kalau dalam perjalanan ada mahasalah yang mengakibatkan berhenti kuliah, terutama perempuan yang karena kawin maka uang akan dikembalikan. Tapi kalau sampai 6 tahun baru tamat, maka akan dikenakan pinalty sekitar 15 % dari investasi. Ini untuk memacu mereka supaya dalam waktu 4 – 5 tahun harus tamat. Semua itu diatur dalam perjanjian di depan notaris,” kata Dadang Hermawan.

Mendapat penjelasan itu, Bupati Sikka yang akrab dipanggil Roby Idong ini mengacungkan jempol, memuji terobosan yang dilakukan ITB STIKOM Bali. Putra mantan Bupati Sikka Alex Idong ini langsung menyanggupi mengirim 20 orang anak muda Sikka untuk melanjutkan kuliah di ITB STIKOM Bali mulai tahun depan.

“Tahun depan saya kirim 20 orang. Jadi saya bayar Rp 2,2 miliar tapi duit Pemkab Sikka tidak hilang, ini luar biasa,” kata Bupati Sikka Roby Idong dengan wajah berbunga-bunga.

Selain mengirim anak muda  Sikka  melanjutkan pendidikan  di ITB STIKOM Bali, Pemkab Sikka juga akan mengirim anak mudanya untuk mengikuti program kuliah sambil kerja di Taiwan, seperti yang sudah dilaksanakan oleh Pemkab Flores Timur bersamam ITB STIKOM Bali. Direncanakan, tahun depan Pemkab Sikka akan mengirim 40 orang mengikuti kuliah sambil kerja di Taiwan.

“Mereka mendapat gaji sekitar Rp 12 juta per bulan. Nantinya, 4 juta untuk biaya kuliah, 4 juta untuk biaya hidup dan asrama dan ada tabungan 4 juta. Jadi 4 tahun di Taiwan, dia pulang bawa empat manfaat, yakni ijazah sarjana, pengalaman kerja internasional, kemampuan berbahasa mandarin dan ada modal sekitar 150 juta.,” beber Dadan Hermawan.

“Untuk biaya pemberangkat, bisa kerja sama dengan BRI atau Bank NTT setempat, nanti anak-anak bayar setiap bulan dari gajinya, seperti anak-anak Larantuka,” tambah Dadang.

Selain menandatangani MoU dengan ITB STIKOM Bali, Roby Idong juga menandatangani MoU dengan LPK Darma – salah satu unit usaha STIKOM Bali Group -untuk  pengiriman anak muda Sikka magang kerja di Jepang selama 3 tahun.

Direktur Operasional LPK Darma Bali Drs. Dede Heryadhy, MM menjelaskan, saat ini 53 orang anak muda laki dan perempuan, termasuk dari Flores Timur, dikirim oleh LPK Darma melalui mitra kerjanya di Jepang, Cento Cooperative Kiyoto, sebagai lembaga penerima untuk disalurkan ke berbagai perusahaan. Antara lain perusahaan roti, makanan, minuman, restoran, mini market, industri logam, perkebunan sayur, peternakan ayam petelur dan lain-lain.  Mereka mendapat gaji per bulan sekitar  Rp 15 juta sampai Rp 20 juta.

“Kita sudah MoU, jadi nanti pak bupati pulang, langsung perintahkan dinas terkait mulai merekrut calon peserta magang. Supaya anak-anak lebih cepat berbahasa Jepang, kita buka kursus awal bahasa Jepang di Maumere selama 3 bulan, lalu kita seleksi, kemudian dikirim ke Bali untuk nmengikuti interview langsung dengan pihak Jepang, setelah dinyatakan lulus oleh pihak Jepang barulah mereka masuk asrama selaam 4 bulan untuk pendalaman bahas Jepang dan praktek kerja, sambil pengurusan dokumen, barulah diberangkatkan ke Jepang,” kata Dede Heryadhy.

Di depan Rektor ITB STIKOM Blai dan Direktur Operasional LPK Darma, Bupati Sikka Roby Idong mengatakan sangat terharu dan mengapreasiasi kerja sama seperti ini. Karena hal ini sejalan salah satu visi dan misisnya yang untuk memenuhi hak-hak dasar rakyat, terutama mendapatkan pendidikan yang layak dan pekerjaan yang layak demi peningkatan ekonomi keluarga. (rsn)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment