Integrated Cold Storage (ICS) Oka, Desa Wailolong-Ile Mandiri-Flores Timur-NTT yang dibangun dengan dana KKP RI sebesar 18 M pada Tahun 2017. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Pasca  pelelangan sewa  pakai Intgrated Cold Storage (ICS) Oka, desa Wailolong,Kecamatan Ile Mandiri,Kabupaten Flores Timur-NTT di Tahun 2018, hingga kini bangunan hasil mega proyek dari Kementerian Kelautan Perikanan RI  Tahun Anggaran 2017 tersebut belum juga termanfaatkan. Ada apa gerangan?

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Flores Timur,ir.Erna Dasilva yang dikonfirmasi melalui Kepala Bidang Penguatan Kapasitas  Dinas Perikanan Flotim, Fransiskus A.P Labina di ruang kerjannya, Kamis 8 Agustus 2019 membenarkan kondisi tersebut. Menurut Hans Labina kondisi tersebut disebabkan karena belum terjadinya uji coba peralatan pada ICS itu oleh pihak  KKP RI serta menanti rampungnya SK Persetujuan Bupati tentang sewa pakai gedung dan coldstorage sebagaimana rekomendasi BPK Perwakilan NTT.

Kepala Bidang Penguatan Kapasitas Dinas Perikanan Flotim, Fransiskus A.P Labina

“PT.BPM sebagai  pihak  pengelolah, belum berani menggunakan atau memanfaatkan  ICS tersebut karena belum terjadi uji coba peralatan yang terpasang  pada ICS itu. Sudah beberapa kali Dinas Perikanan Flotim bersama pihak pengelolah mendatangi Dirjen Logistik KKP RI dan meminta untuk segera melakukan uji coba peralatan itu dan pihak Dirjen mengamini permintaan itu.Tinggal menanti waktu saja ! Selain alasan itu, dari  sisi administrasi, terjadi perubahan syarat formil kerja sama (KSO) sebagaimana MoU yang telah tertandatangani antara Bupati Flotim dan PT BPM mengikuti rekomendasi BPK Perwakilan NTT yang mengharuskan adanya Surat Keputusan Bupati Flotim tentang sewa gedung dan coldstrorage. Proses tersebut  kini sedang dalam finalisasi Bagian Hukum Pemkab Flotim.”jelas Hans Labina.

Tetang riwayat tender pengelolaan aset hasil proyek TA 2018 senilai 18 milyar tersebut, Hans Labina secepat kilat meriwayatkan ,tender tersebut terlaksana sebanyak 3 kali. Tak ada satu pun rekanan yang mendaftar pada pelaksanaan tender pertama. Gagal lelang ! Kondisi yang sama terjadi lagi di jadwal tender kedua, hanya ada 1 rekanan yang mendaftar. Tender pun dilanjutkan untuk ketiga kalinnya dan dimenangkan  PT. BPM dengan tawaran sewa Rp 400.000.000  pertahun mengalahkan PT. TLB yang menawarkan nilai sewa per tahun,Rp 200.000.000. Kontrak sewa gedung dan coldstorage ICS Oka itu berlangsung selama 4 tahun mengikuti masa abdi kepemimpinan daerah. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment