Salah satu sisi tribun dan ruang ganti hasil proyek pembangunan prasarana lapangan sepak bola Gawerato TA 2018 di Desa Wailolong, Kecamatan Ilemandiri, Flores Timur-NTT. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Proyek Pembangunan Prasarana Lapangan Sepak Bola Gawerato, Desa Wailolong, Kecamatan Ilemandiri, Kabupaten Flores Timur-NTT  di Tahun 2018 ‘tertangkap’ mata tim auditor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Propvinsi NTT. Ada kekurangan volume pekerjaan pada item pekerjaan tribun dan  keterlambatan penyelesaian pekerjaan proyek bernilai kontrak Rp 891.100.000 tersebut. Alhasil BPKP pun merekomendasikan kepada Pemda Flotim untuk menagih nilai kelebihan membayar terhadap kekurangan volume yang tidak dikerjakan itu serta menagih denda keterlambatan dari pihak kontraktor pelaksana!

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan prasarana lapangan sepak bola Gawerato, Ferry Resiona yang dikonfirmasi BaliNewsNetwork.com di ruang kerjannya, Senin 29 Juli 2019 tidak menampik ihkwal temuan BPKP Provinsi NTT tersebut. Ferry mengakui pihak BPKP ketika mengaudit pelaksanaan paket proyek tersebut, menemukan ada kekurangan volume pada item pekerjaan tribun (kiri dan kanan) dengan nilai Rp 3 juta lebuh dan denda keterlambatan sebesar Rp 14 juta lebih.

“Terhadap temuan tersebut,  kami telah menindaklanjutinya dan pihak CV FIZ pun telah menyetor nilai kekurangn volume  dan juga telah membayar nilai denda keterlambatannya itu. Total keseluruhan yang disetor kurang lebih Rp 18 juta lebih. Proyek tersebut memang tidak selesai sesuai kontrak, sehingga dilanjutkan ke tahun 2019, dan pihak pelaksana telah menyelesaikannya. Realisasi fisik proyek tersebut telah 100 persen di akhir Januari 2019 kemarin,” jelas Ferry Resiona.

Tentang riwayat pengerjaan paket proyek tersebut, Ferry Resiona dalam penjelasan lanjutannya mengungkapkan berdasarkan dokumen kontrak, pelaksanaan pekerjaan itu terhitung dari tanggal 16 Juli 2018 sampai dengan tanggal  12 Desember 2018. Hingga akhir masa kontrak, pekerjaan  pembangunan tribun dan ruang ganti  belum rampung dengan serapan  anggaran sebesar Rp 668.325.000. Sisa anggaran Rp  222.775.000  (30 persen ) pun di bawa ke tahun 2019 seiring dengan permintaan penambahan waktu kerja. Pada akhir Januari 2019, pihak rekanan menyelesaikan pekerjaannya.

Dikonfirmasi terpisah, Kuasa Direktur CV FIZ, Frans Hurint pun mengakui kenyataan yang dihadapinya itu. Soal keterlambatan pekerjaan tersebut, menurut Frans disebabkan  oleh aktivitas turnamen Suratin Cup  yang dilaksanakan pada  lapangan  sepak bola Gawerato.

“Karena sedang ada penyelenggaraan turnamen Suratin Cup yang menggunakan lapangan tersebut mengakibatkan pekerjaan agak tersendat. Hampir dua bulan, kami tidak kerja karena pada waktu itu lapangan Gawerato sedang digunakan untuk turnamen Suratin Cup. Kami lalu ajukan penambahan waktu kerja dan menyelesaikannya pada akhir  bulan Januari 2019. Ketika tim BPKP melakukan audit, mereka menemukan kekurangan volume sebagaimana yang tersebutkan dalam LHP mereka. Kami menghormati itu dan sudah mengembalikan baik nilai kelebihan membayar akibat kekurangan volume  pekerjaan sebagaimana hitungan BPKP dan telah menyetor nilai denda keterlambatan ke Kas Daerah,” ujar Frans Hurint. (Emnir)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment