Salah satu kawasan di pulau Solor Barat  yang dilanda kekeringan. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsnetwork-Pemerintah Kabupaten Flores Timur telah menyeruhkan ke pemerintah Pusat akan acaman bencana kekeringan yang sedang melanda hampir seluruh wilayah Flotim. SK Bupati  Flores Timur tentang  Flotim darurat  kekeringan itu pun menghantar Flotim masuk dalam pendataan Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) bersama 4 Kabupaten di NTT   yang akan mendapat  intervensi  penanganan darurat kekeringan itu.

Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli dan Sekertaris Daerah Flotim, Paulus Igo Geroda yang dikonfirmasi secara terpisah, Selasa  23 Juli 2019 membenarkan penetapan Flotim darurat kekeringan tersebut.

“Kita telah tetapkan kondisi kekeringan ini dengan SK Bupati dan telah menyampaikan ke Pemerintah Pusat.  Di NTT, ada 5 Kabupaten yakni Flores Timur, Sumba Timur, TTS, Manggarai dan Rote Ndao  yang telah masuk dalam data BPBN untuk mendapat intervensi bantuan Pemerintah Pusat.  Dengan dasar SK Bupati itu pula kita melakukan penanganan darurat kekeringan ini, baik intervesi jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk jangka pendekannya, Pemkab akan mendistribusikan air bersih kepada warga yang terkena dampak kekeringan tersebut. Sedangkan untuk jangka panjangnnya kita akan bangun sumur bor pada wilayah-wilayah  yang tidak memiliki sumber mata air .” jelas Wabup Agus Boli dan Sekda Igo Geroda.

Selain dengan intervensi jangka pendek dan jangka panjang tersebut, Wabup Agus Boli pun mengultimatumkan kepada para kepala desa untuk menggunakan sistem swakelolah dalam  setiap pekerjaan  pembangunan yang bersumber dari dana desa serta membuat program penghijauan secara permanen pada lokasi mata air dan membuat  resapan air dalam desa,  di halaman rumah dan kebun-kebun milik warga .

Soal sebaran wilayah kekeringan di Flotim,baik Wabup Agus Boli maupun Sekda Paulus Igo mengungkapkan ancaman kekeringan itu merata bagi seluruh wilayah Flotim. Di Pulau Adonara, kekeringan telah mengancam wilayah Witihama, Kelubagolit, dan Ileboleng. Di Nusa Solor , kekeringan  merata tersebar  pada kecamatan Solor Timur dan Solor Selatan serta sebagian Solor Barat di bagian timur. Sedangkan di  Flores daratan, kekeringan tenga  mencancam  Larantuka, Lewolema, Ilemandiri, Demong Pagong, dan Ilebura. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment