Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST, dan pejabat lain menekan tombol pertanda pernyataan komitmen bersama menurunkan stunting di Kabupaten Flores Timur di Lapangan Lebao, Larantauka, Kamis 911/07/2019). Foto: BNN/IST.

Adonara/BaliNewsNetwork.Com-Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST, menandatangani Pernyataan Komitmen Bersama Penurunan Stunting di Kabupaten Flores Timur. Penandatanganan Komitmen bersama ini juga melibatkan Pimpinan DPRD Flotim yang dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Flotim Robert R. Kereta, S. Pd, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Flores Timur Ny. Lusia Gege Hadjon; Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur dr. Agustinus Ogie Silimalar; Perwakilan Camat; Perwakilan Kepala Puskesmas dan Perwakilan Kepala Desa se- Kabupaten Flores Timur.

Penandatanganan itu dilakukan pada acara pembukaan Rembuk Stunting dan launching Pemberian Makanan Tambahan (PMT) oleh Bupati Anton Hadjon yang dihadiri pula oleh Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Propinsi Nusa Tenggara Timur, Ny. Fransisca Djogo; Kepala Dinas Kesehatan Propinsi NTT dr. Dominikus Minggu Mere, M.Kes; Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Flores Timur Ny. Lusia Gege Hadjon; dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur  dr. Agustinus Ogie Silimala, yang ditandai dengan penekanan bel oleh Bupati Anton Hadjon dan Wakil Ketua TP. PKK Propinsi NTT, Ny. Fransisca Djogo, bertempat di Lapangan Lebao Kelurahan Puken Tobi Wangi Bao, Kamis, 11 Juli 2019.

Bupati Anton Hadjon dalam sambutannya mengatakan Pemerintah Flores Timur sangat berkomitmen untuk mengatasi masalah stunting di Flores Timur. Ia bahkan berjanji sebelum mengakhiri masa jabatannya sebagai bupati berusaha agar tidak ada lagi stunting di Flores Timur. Jika angka stunting di Flores Timur mencapai 43% melampau prosentase stunting tingkat propinsi maka, menurutnya apa yang bisa diharapkan dari generasi muda pada 10 hingga 20 tahun mendatang? Data tersebut menurutnya telah mengalami penurunan setelah pemerintah mendeklarasikan program gempur stunting pada tahun 2018 lalu.

“Jika ini tidak sungguh-sungguh diatasi maka akan berpengaruh pada kecerdasan manusia. Flores Timur di masa lampau dikenal sebagai pusat peradaban manusia Salah satunya adalah menjadi pusat pendidikan pertama di NTT yang dikenal dengan Sekolah Keterampilan Perempuan yang hanya ada di Larantuka dan banyak siswa dari luar Flores Timur yang bersekolah di tempat ini,” kata Bupati Anton.

Karenanya bupati tidak menginginkan generasi muda Flores Timur yang akan datang mengalami penurunan tingkat intelektual dan kecerdasanya. Ia ingin mengangkat kembali kejayaan Flores Timur di masa lampu dengan menghadirkan program kegiatan yang bersentuhan langsung dengan peningkatan Sumber Daya Manusia Flores Timur. Salah satunya adalah dengan menggalakan program gempur stunting dan Pemberian Makanan Tambahan bagi anak-anak dengan sumber gizi yang tinggi.

Rembuk Stunting yang dipimpin langsung oleh Bupati Anton Hadjon itu berhasil menyepakati alokasi sebesar 20% anggaran untuk mengatasi stunting yang dianggarkan melalui APBDes. (adv)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment