Aktivitas memantau-Tim SAR Gabungan Pencarian nelayan asal desa Lewolaga ,Fandi Tukan (31) yang tenggelam di perairan desa Nobo-Nurabelen,Flotim-NTT.Foto :BNN/doc.sargab/Emnir.

Ilebura/BaliNewsNetwork-Tim SAR Gabungan pencarian nelayan asal desa Lewolaga,kecamatan Titehena, Flores Timur-NTT Fandi Tukan (31) yang tenggelam di perairan desa Nobo-Nurabelen, Senin,1 Juli 2019 silam  akhirnya memutuskan menghentikan pencarian  usai pencarian di hari ke-6, Minggu 7 Juli 2019. Berjalan sebagaimana protap pencarian ( jangka waktu pencarian),Tim SAR lalu menyampaikan ihkwal penghentian pencarian tersebut kepada keluarga korban sambil terus membangun koordinasi pemantauan lanjutannya.

Laporan Tim SAR Gabungan di hari ke-6 sebagaimana yang diteruskan Komandan Posmat AL Flores Timur, Serka Mohamad Sangidun kepada BaliNewsNetwork.com, Senin 8 Juli 2019 menguraikan, pencarian korban pada hari terahir tersebut terarah pada  koordinat 08˚28΄31.65˝S-122 47΄58.87˝E dengan radial 78,13˚ dan jarak 89,24 NM dari Lanal Maumere. Pada pencarian tahap pertama (pukul 06.30-14.30 wita), Tim SAR Gabungan belum juga menemukan obyek yang dicari.

“Pada pukul 15.00 wita,Tim SAR Gabungan bersama perwakilan keluarga melaksanakan debrefing dengan permintaan kepada keluarga untuk  menghentikan pencarian dengan menggunakan alat utama (alut) dan dilanjutkan dengan pemantauan. Koordinasi senantiasa dibangun dengan dengan Tim SAR. Apabila dalam pemantauan itu ada tanda-tanda kemunculan dan atau ada pihak yang menemukan korban, maka Tim SAR akan datang lagi. Keluarga korban sangat berterima kasih kepada Tim SAR Gabungan yang telah membantu melakukan pencarian korban walau belum berhasil menemukan anggota keluarga mereka itu.”papar Serka Mohamad Sangidun.

Kabar orang tenggelam pun datang lagi dari keluarga besar SMK Negeri I Larantuka (Watowiti). Salah seorang siswa prakering dari sekolah tersebut Yoseph Barti Rimundus Benekikus pada Senin 8 Juli 2019 dilaporkan Kepala Sekolah bersama ke-3 gurunya kepada  Wakil Bupati Flores Timur,mengalami musibah tenggelam di perairan Sumenep,Jawa Timur.

Yoseph B.R Benekikus

“Tadi saya didatangi Kepala Sekolah SMKN Watowiti bersama  3  orang gurunya dan melaporkan kalau salah seorang siswa mereka yang sedang menjalankan praktek di Kabupaten Pati,Jatim mengalami musibah tenggelam ketika sedang mencari ikan. Diperkirakan kapal berlayar mencari ikan dan dihantam badai.Kapal lalu pecah dan tenggelam. Ada 38 ABK, dan anak-anak SMKN Watowiti yang sedang praktek itu. Mereka lalu menyelamatkan diri dengan mengikat badan mereka dengan tali dan pelampung.Beberapa jam kemudian mereka kelelahan dan korban  terlepas dari ikatan itu.S edangkan yang lain berhasil diselamatkan oleh kapal penolong.Setelah mendapat laporan itu, saya langsung memerintahkan Sekda Flotim yang adalah Ex Officio Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Flotim agar menugaskan Asisten III Setda Flotim untuk mendampingi keluarga siswa tersebut ke Pati (tempat praktek) dan membangun koordinasi dengan Pemda Pati  untuk melakukan pencarian terhadap korban.”urai Wabup Agustinus Payong Boli.

Atas dasar kemanusiaan dan nyawa siswa prakering yang adalah warga Flotim itulah yang mendorong Wabup Flotim tersebut langsung bergerak cepat membangun koordinasi  melancarkan pencarian. Dia pun meminta keluarga korban untuk  kuat dalam doa dan melaksanakan seremoni adat Mayan Pole dan Tapin Balik menurut adat Lamaholot.

Informasi yang diperoleh dari informan BaliNewsNetwork.com di Pati menyebutkan kapal ikan yang tenggelam itu bernama Kapal Mina Rahayu .Akibat terhantam badai pada Minggu 7 Juli 2019,kapal tersebut  tenggelam di perairan Laut Jawa ,10 mil utara pulau Kangean Madura,Jatim .

“Ada 38 ABK, 7 pelajar asal Flores Timur –NTT,  dan 1 nahkoda tenggelam sekitar pukul 20.00 wita akibat terkena hantaman gelombang besar.Yang selamat telah dievakuasi oleh  KM Lancar Mina Sakti dan telah tiba di pelabuhan Juwena.Sedangkan korban tenggelam masih dalam pencarian.”kutip sumber itu. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment