Ketua BDP Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur-NTT, Titus G.Emar. Foto: BNN/Emnir.

Wulanggitang/BaliNewsNetwork-Walau Tim Pengelolah Kegiatan (TPK) desa Boru berhasil mengemas laporan pengelolaan Dana Desa Tahun 2018 dengan capaian 100 persen, namun  Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di desa tersebut masih terus memberondong aroma ketidakwajaran dikisah pengelolaan dana itu baik pada item kegiatan pada pos belanja pembangunan maupun pos pemberdayaan.Terendus pula,dana desa tersebut dipinjam pakai-kan kepada aparat desa.

Berdasarkan informasi yang terhembus dari warga desa Boru tentang upah tukang dan material yang terpakai pada kegiatan Pembangunan TKK Podor yang belum terbayarkan hingga kini, barisan Titus Gersetuli Emar lantas menggelar rapat evaluasi BPD terhadap kinerja pemerintah desa Boru pada 27 Juni 2019 yang dilanjutkan pada 2 Juli 2019. Di forum itulah misteri 100 persen realisasi kegiatan yang didanai dana  desa Tahun 2018 sebagaimana yang tertuang dalam LPJ TPK itu tersibak ! Sebanyak Rp 82.126.000 sisa dana pada pos pembangunan tersebut, tidak berhasil dipertanggungjawabkan oleh TPK dan bendahara desa.

Ditemui di kediamannya, Senin 8 Juni 2019,ketua BPD desa Boru,Titus G.Emar membenarkan aktivitas penelusuran  yang dilaksanakan pihaknya itu. Bermula dari informasi masyarakat, demikian Titus Emar mengisahkan,pihaknya  lalu menyandingkan isi dalam Perdes Boru Nomor 4 Tahun 2018 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa  bersama Pemdes dan TPK pada 27 Juni 2019 silam.

“Kita sandingkan dengan APBDes di Tahun 2018 dan meminta Pemdes dan TPK untuk menjelaskan hal-hal sebagaimana yang dilaporkan warga desa kepada kami seperti upah tukang pada kisaran angka Rp 14.000.000 dan penggunaan material 26 reit yang belum terbayarkan .Mereka mengakui  itu ,belum terbayarkan,tapi LPJ 100 persen ! Versi mereka, ada sisa dana sekitar 40-an juta, sedangkan kami menemukan sekitar 80-an juta yang seharusnya masih menjadi saldo untuk dimanfaatkan lagi. Namun semuanya itu belum clear.”urai Titus seraya menambahkan pihaknya belum melebarkan penelusuran  pada pos pemberdayaan.

Dana Dipinjam Pakai Staf

Aroma penyimpangan pengelolaan dana desa di Tahun 2018 itu itu pun berlanjut  pada terkuaknya praktek pinjam pakai dana desa oleh beberapa perangkat desa .Walau terbilang kecil, namun praktek tersebut pun menjadi temuan pihak Pemerintah Kecamatan Wulanggitang. BPD Desa Boru sendiri belum berhasil membuka mulut pihak-pihak yang mengelolah dana tersebut.

“Saya sendiri telah menemui pihak-pihak yang mengelolah dana ini dan menanyai ihkwal pijam pakai dana itu.Memang ada,namun secara detail per-orang dengan besarannya masing-masing, itu yang terkunci rapat-rapat. Saya tidak bisa mengomentari soal ini karena belum mengantongi data secara akurat walau mendapat laporan secara lisan dari mereka yang sungguh mengetahui praktek itu,termasuk pinjam pakai dana desa Tahun 2019,”ujar Titus tegas.

Di Tahun Anggaran 2018, Pemdes  Boru mencantumkan 3 item kegiatan pembangunan fisik yakni Pembangunan TK Podor dengan pagu anggaran Rp150.000.000,pembangunan Bak Air berskala Desa pada dua titik, (Kampung Baru dan Gemente) dengan alokasi anggaran Rp 110.000.000 dan  Pembangunan Rabat Jalan di dusun Riangwulu dengan pagu dana Rp103.300.000. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment