Terdakwa Komang Herry usai diadili di PN Denpasar, Selasa (9/7/2019). Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Komang Herry (43) yang beralamat di Jalan Gatot Subroto yang ditangkap nyabu ditemani teman wanitanya di Kamar 502 Hotel Neo, Gatot Subroto Barat, Selasa (9/7/2019) kembali dihadirkan di persidangan untuk diadili.

Sidang yang dipimpin langsung Kepala Pengadilan Negeri (KPN) Denpasar, Bambang Ekaputra ini sudah masuk pada agenda pembacaan tuntutan dari Jeksa Penuntut Umum (JPU) I Wayan Sutarta.

Dimuka sidang, jaksa Kejati Bali itu menyatakan terdakwa Komang Herry terbukti bersalah melakukan tidak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127 ayat (1) huruf a UU Nomor : 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan tak hak dan melawan hukum menyalahgunakan Narkotika bagi dirinya sendiri. Oleh karena itu memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan,” tegas jaksa dalam surat tuntutannya.

Atas tuntutan itu, terdakwa Komang Herry yang tidak didampingi pengacara itu menyatakan mengajukan pembelaan pada sidang selanjutnya. “Sidang kita tunda sepekan dengan agenda pembelaan,” kata hakim ketua sembari mengetuk palu tanda sidang selesai.

Sebagaimana dalam dakwaan jaksa terungkap, terdakwa ditangkap pada tanggal 27 Februari 2019 sekira pukul 22.00 WITA di kamar nomor 502 Hotel Neo, Gatot Subroto Barat. Saat ditangkap, terdakwa sedang asik nyabu dengan disaksikan teman wanitanya, Dimartin Putri Pamilu alias Tata.

Dari penangkapan itu, Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa tiga buah plastik klip yang didalamnya berisikan sabu yang setelah ditimbang beratnya adalah 4,6 gram bruto.

Dalam dakwaan dijelaskan pula, sebelum terdakwa ditangkap, di hari yang sama terdakwa terlebih dahulu ditawari sabu oleh Anton.Terdakwa lalu membeli dua paket sabu kepada Anton dengan harga satu juta.

“Setelah mendapat sabu itu, terdakwa mengajak saksi Tata ke Hotel Neo,” ungkap jaksa. Sampai di Hotel Neo, terdakwa mengunakan sabu dengan disaksikan saksi Tata hingga akhirnya ditangkap oleh Polisi. (pro)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment