Upaya pencarian korban,Fandi Tukan (31),warga desa Lewolaga,kecamatan Titehena.Selasa (2/7) Foto BNN/doc.tedd kelen/Emnir.

Titehena/BaliNewsNtwork-Untuk memuluskan upaya pencarian terhadap korban,Fandi Tukan ,warga dusun Sandore,RT 06/RW 04,desa Lewolaga,Kecamatan Titehena yang hilang sewaktu sedang mencari ikan di perairan Lewolaga-Nurabelen,Senin,1 Juli 2019,keluarga korban bersama Lembaga Adat di desa tersebut melakukan seremonial adat di pantai desa itu

Kepala Desa Lewolaga,Frans Nikolaus Beoang yang dikonfirmasi BaliNewsNetwork.com melalui jalur messenger ,Selasa 2 Juli 2018 pukul 15.30 wita membenarkan peristiwa.

“Tadi pukul 13.00 wita,keluarga korban bersama Lembaga Adat Lewolaga telah melaksanakan seremoni adat  dipantai untuk memuluskan upaya pemcarian Fandi Tukan,” tutur Niko Beoang seraya menginformasikan upaya pencarian sedang dilakukan oleh Tim Basarnas Sikka,Polsek Titehena dan nelayan setempat.

Kabar hilangnya Fandi

Warga desa Lewolaga, kecamatan Titehena (Flores Timur-NTT ) pada Selasa, 2 Juli 2019 sekitar pukul 08.15 wita dikejutkan oleh berita hilangnya Fandi Tukan (31) seorang pekerja bagan milik Sina Maran (Pepo) ketika sedang melakukan aktivitas mencari ikan di seputaran perairan Lewolaga-Nurabelen (Senin,1 Juni 2019). Kabar tentang hilangnya  putra bungsu dari pasangan Suban Tukan dan Vilomena Fernandes itu pun lalu di laporkan ke Polsek Titehena. Tim Polsek setelah menerima laporan tersebut pun langsung bergerak cepat membangun koordinasi dengan pihak Basarnas Sikka,Pemdes Lewolaga dan para nelayan setempat untuk bersama-sama melakukan pencarian .

Kapolres Flores Timur, AKBP Denni Abrahams yang dikonfirmasi BaliNewsNetwork.com,melalui saluran WhatsApp, Selasa,2 Juli 2019 pukul  15.30 wita membenarkan kejadian tersebut. Menurut AKBP Denny,upaya pencarian sedang dilakukan oleh Tim Basarnas Sikka, Polsek Titehena,Bhabin dan masyarakat setempat.

Tentang kronologis kejadiannya, Kapolres Flotim tersebut menguraikan bahwa pada  Senin ,1 Juli 2019 sekitar pukul 18.00 wita, Fandi Tukan  bersama pekerja bagan milik Pepo Maran (juragan)  berangkat mencari  ikan .Bagan tersebut berlabuh tepatnya di depan TPI Nurabelen , kecamatan Ilebura. Setelah berlabuh semua  semua mereka sibuk mancing menanti proses penangkapan ikan ala bagan. Pada pukul 01.00 wita, mereka kaget,tidak melihat Fandi di atas bagan tersebut. Mereka pun langsung melakukan pencarian sampai pagi namun tidak berhasil menemukan anak ketiga dari tiga bersaudara itu.

Pencarian tersebut tidak membuahkan hasil lalu mereka memutukan untuk ke darat dan menginformasikan kejadian tersebut. Kepada bagan-bagan lain mereka menyampaikan peristiwa itu dan meminta bantuan mereka untuk bersama-sama melakukan pencarian serta melaporkan ihkwal hilangnya Fandi tersebut kepada Polsek Titehena pada pukul 08.00 wita.

”Upaya pencarian pun langsung terkondisikan oleh Tim Polsek Titehena. Bersama Tim Basarnas Sikka,Pos AL Flotim,para nelayan dan warga setempat,mereka melakukan pencarian itu.Namun hingga kini,kami belum mendapat laporan dari lapangan.”urai Kapolres Denny Abrahams.(Emnir)

 

Editor :Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment