Pasar Rakyat Waiwerang,Kecamatan Adonara Timur,(Flores Timur-NTT) hasil pembangunan yang dibiayai dana TP TA 2018. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Pasca rampungnnya pembangunan pasar Waiwerang,Adonara Timur (Flores Timur-NTT), konsentrasi Pemerintah Kabupaten Flores Timur kini terarah pada pemanfaatan bangunan baru berbentuk prtotype tersebut. Telah terjadwalkan,pada tanggal 24 Juli 2019,pasar hasil proyek dengan memanfaatkan dana Tugas Pembantuan (TP) Tahun Anggaran 2018 itu  akan digunakan.Seperti apa formula relokasi para pedagangnya?

Plt.Kadis Perindag Flotim,Sipri Ritan

Plt.Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan , Siprianus Ritan yang dikonfirmasi BaliNewsnetwork.com   di ruang kerjanya  belum lama ini membenarkan kondisi tersebut. Sembari menanti jadwal penyerahan aset tersebut dari Pemerintah Pusat ke Pemda Flotim, bersama Tim Relokasi Pasar Waiwerang Tingkat Kabupaten Flotim, mereka sedang mempersiapkan  segala hal yang berurusan dengan pemanfaatan pasar tersebut.

“Untuk urusan teknis pemanfaatannya,itu ada pada bagian Aset Badan Keuangan Daerah Flotim. Kami (Perindag) hanya menyiapkan infrastrukturnya, dan semuanya telah rampung. Tentang seperti apa pemanfaatannya, silahkan teman-teman konfirmasi pada bagian Aset BKD Flotim. Namun karena kami tergabung dalam Tim Relokasi Pedagang Pasar Waiwerang, memang sudah beberapa kali kami ke lokasi secara Tim dan menyiapkan lokasi, termasuk penomoran ruangan yang bakal digunakan para pedagang nantinya. Polanya tak jauh berbeda sebagaimana yang sudah diterapkan pada pasar Larantuka, yakni dengan sistem undi.Target penggunaannya pada 24 Juli 2019 mendatang,”jelas Sipri Ritan dengan tetap mengarahkan media ini untuk melakukan konfirmasi hal teknis pemanfaatan pasar tersebut pada bagian Aset BKD Flotim.

Senada dengan Sipri Ritan, Plt.Kepala Badan BKD Flotim,Cipto Keraf  yang dikonfirmasi diruang kerjanya, Kamis , 27 Juni 2019 pun mengakui sedang berkonsentrai pada pemanfaatan hasil proyek pasar Waiwerang yang telah rampung itu. Pihaknya bersama Tim Relokasi Pasar Waiwerang Tingkat Kabupaten pun telah beberapa kali menggelar rapat dan turun ke lokasi memastikan kesiapan jelang pemanfaatannya.

“Memang benar pasar yang dibangun dengan dana pusat itu telah rampung dan siap untuk digunakan.Namun masih ada beberapa hal yang menjadi temuan kita dan telah disepakati dalam pertemuan akhir Tim Relokasi, yaitu perlu perbaikan pada bangunan lama serta  dua kios  (rusak ) yang terkena dampak dari pembongkaran los pasar dalam pekerjaan proyek pasar tersebut. Kita harus pastikan seperti apa Perindag  mengatur pembiayaan dan pekerjaannya itu agar tidak mengganggu lagi aktivitas di pasar yang baru rampung itu.Soal formula relokasi, awalnya memang kami sepakati sama seperti  formula relokasi pasar Larantuka, namun masih terbentur pada kendala teknis lapangan yang mengharuskan kami untuk menggelar pertemuan kembali dengan para pedagang. Kondisi pasar Waiwerang berbeda dengan pasar Larantuka. Di sana (Waiwerang) itu bentuknya proto type (lebih modern) namun kamarnya lebih kecil, berbeda dengan kondisi yang  dialami para pedagang di bangunan lama. Intinya pasar Waiwerang siap digunakan dan telah terjadwalkan pada 24 Juli 2019.” urai Cipto Keraf. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment