Pelepasan Tukik hasil penangkaran Pokmaswas desa Sulengwaseng,Solor Selatan-Flores Timur, NTT. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Kisah piluh terlontar lirih dari beberapa anggota Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) pantai di Flores Timur. Kesiagaan dan kegesitan mereka dalam kerja nyata mengawasi perairan wilayah kerja mereka, berbanding terbalik dengan perhatian baik dari Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan maupun Pemerintah Daerah.

Hanya bermodalkan legalitas SK Kades maupun SK Camat, Ocean Ambassador  tersebut menjalankan aktivitas pengawasan dengan olu,pordeo. Ada pula yang menjalankan aktivitas tersebut tanpa  SK, murni terpanggil untuk menjaga dan mengawasi perairan. Bahkan ada yang bekerja tanpa legalitas formal akibat tercekik sentimen pada pola rekrutmen,faktor ketidaksukaan pada figur-figur tertentu, pemerintah setempat pun lalu mengunci ruang gerak mereka itu dengan tidak menerbitkan SK.

Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli,SH,pun terkejut dengan kondisi tersebut tatkala melakukan pencekingan satu persatu anggota Pokmaswas dan setiap pimpinan desa dalam kegiatan Workshop Monitoring Pemanfaatan Sumber Daya Laut oleh Pokmaswas Flotim yang diselenggarakan Misool Foundation dan Dinas Perikanan Kabupaten Flotim, Rabu,20 Juni 2019. Bertempat di aula BP4D Kabupaten Flotim, Agus Boli menemukan dua permasalahan utama yakni belum banyak Pokmaswas yang ber-SK serta belum ada penganggaran yang menunjang kerja mereka.

Olehnya, Agus Boli langsung merekomendasikan untuk pembenahan organisasi dan legalisasi keberadaan mereka dengan SK Kades/Lurah  untuk tingkatan Pokmasmas desa/Kelurahan dan SK Camat bagi  Pokmaswas Kecamatan serta mengultimatumkan kepada Pemerintah desa untuk memberikan suport anggaran kepada mereka. Walau demikian,dirinya lebih menghendaki pemberian sarana tangkap, sebagaimana yang sudah ditegaskan Bupati Anton Hadjon dalam pengukuhan Tim Terpadu Pengawasan Perairan Flotim bersama Pokmaswas Flotim di pertengahan 2018 silam.

Perhatian penuh Pemdes terhadap kerja nyata Pokmaswas baru terlihat pada desa Birawan,Kecamatan Ilebura.Dari 7 anggota Pokmaswas,mereka disuport oleh Kades Tarsisius Rp 200.000 perbulan.

Wilhelmus W.D.Melur  dalam sesi wawancara dengan wartawan EkoraNTT

Wilhelmus Woka Dewa Melur, Ketua Pokmaswas desa Sulengwaseng,Kecamatan Solor Selatan kepada BaliNewsNetwork.com belum lama ini memang sungguh menikmati kerja ini. Tak sekedar mengawasi perairan dari praktek ilegal fishing,namun dirinya memelopori perlindungan penyu dengan melakukan penangkaran telur penyu setelah diilhami oleh staf lapangan WCS,Viany Hayon dan suport sharing pengalaman dari Ketua Pokmaswas Ritaebang Kristoforus Kelan Werang.

Tak mudah untuk memulainya, namun tergerak oleh realitas maraknya pengeboman diperairan di kampungnnya tersebut,Wilhelmus yang kesehariannya berdiam di pantai Wodo Goreg tersebut lalu memulai kerjanya itu. Aktivitas pemantauan dilakukannya dari pagi hingga sore sambil melakukan pembersihan dilokasinya yang sudah menghutan. Pada malam hari, bersama istrinya, Mus Melur menjejalkan kakinya menyusuri pantai untuk mencari telur penyu. Bila menemukan,kedua pasutri tersebut membawanya pulang ke penangkaran. Dari rutinitasnya  tersebut ,lokasinya kini semakin banyak dikunjungan wisatawan lokal karena ditempat yang telah dipolesnya menjadi tempat wisata pantai itu sering terjadi pelepasan tukik .

“Kerja pordeo.Saya memang dibantu dengan sebuah HP dari Misool Baseftin.Sejak saya merintis tempat ini,dan melakukan pengawasan perairan di kampung ini sambil mencari dan menangkar telur penyu,banyak yang mengolok, banyak pula yang berusaha menghalangi, namun saya tabrak saja. Bagi saya, kemauan baik untuk memajukan lewotanah ini, apapun rintangannya saya tetap tabrak. Syukurlah saya mendapat dukungan penuh dari adik Viany Hayon,mba Erma dari Misool Baseftin,Ketua Lega-Lega Community Solore,adik Eman Niron,teman-teman wartawan,Bapak Camat Solor Selatan,dan kini semakin banyak warga dikampung ini yang membuka mata dan memberikan dukungan dalam ide.Ya, akan semakin bagus bila tempat yang sudah saya tata ini dikemas lebih bagus sebagai obyek pariwisata dan semakin optimal kerja pengawasan bila kami didukung dengan sarana tangkap ikan.”ungkap Wilhelmus penuh semangat dan penuh harap mendapat dukungan Pemda Flotim. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment