Wilhelmus W.D.Melur

Penangkaran telur penyu, Pokmaswas Desa Sulengwaseng, Solor Selatan. Foto: BNN/Emnir.

Solor/BaliNewsNetwork-Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) pantai desa Sulengwaseng  kini sedang menangkar seribu lebih telur penyu. Dari 10 sarang yang diusahakan Wilhelmus Woka Dewa dan istrinya, penangkaran yang berlokasi di areal pantai Wodo Goreg itu  telah menghasilkan ribuan tukik (tukik) dan dilepaskan ke laut di perairan tersebut. Untuk Tahun 2019,sudah tiga kali dilakukan acara pelepasan tukik, sebagaimana yang terjadi pada Sabtu,15 Juni 2019.

Ketua Pokmaswas desa Sulengwaseng, Wilhelmus Woka Dewa Melur   kepada balinewsnetwork.com disela-sela acara pelepasan 80 tukik oleh Camat Solor Selatan, Yosep Damian Kelodor, Sabtu,15 Juni 2019 menuturkan di Tahun 2019 ,dari penangkaran tersebut pihaknya telah 3 kali melakukan pelepasan tukik.

“Pelepasan perdana di tahun ini dilakukan oleh Bupati Flotim, Anton Hadjon pada 8 Maret  2019 dengan jumlah 75 tukik, dan dua kali dilakukan oleh Camat Solor Selatan, dengan jumlah 51 tukik dan hari ini 80 tukik. Data ini tidak terhitung dengan hasil tetas dan pelepasan di tahun sebelumnya serta  pada penangkaran lama (darurat). Bila ditotalkan untuk semuanya maka sudah seribu lebih tukik hasil penangkaran yang telah kami lepaskan ke habitatnya.” ujar Mus Melur berbinar-binar.

Camat Solor Selatan,Yosep Damian Kelodor dalam sambutannya di ritual pelepasan ke-80 tukik tersebut mengungkapkan momen pelepasan tukik tersebut tidak sekedar menjalankan amanat peraturan,namun lebih dari itu sebagai anjang refleksi,menemukan pemaknaan hidup bahwa biota tersebut sudah semakin dekat dengan manusia,tidak seperti sebelumnya.

“Ini soal kesadaran,tidak saja sadar karena peraturan,namun momen ini pertanda bahwa biota laut bernama penyu ini,sudah semakin dekat dan akrab dengan kita di sini.Ketika kesadaran untuk melindungi biota ini semakin tinggi,lihatlah,penyu dengan nyaman datang dan bertelur dipantai kita,lalu ada orang-orang dengan kesadaran tinggi mengamankannya di penangkaran, menjaga dan merawatnya dengan tekun sampai menetas dan untuk kesekian kalinya di lokasi ini terjadi seremonial pelepasan tukik. Banyak orang yang datang ke kampung kita ini,hanya karena penangkaran telur penyu  dan acara pelepasan tukik ini.mari kita sama-sama melestarikannya.”pinta Yosep Damian Kelodor seraya mengharapkan perhatian Pemdes setempat untuk membackup kerja nyata Pokmaswas itu.

Penangkaran Wodo Goreg kini berisikan 10 sarang telur penyu.Masing-masing sarang berisikan 75,103,93,85,113,108,120,102,137,124.Usaha pengamanan telur penyu ke lokasi penangkaran tersebut,berkat perjuangan Wilhelmus Woka Dewa Melur bersama istrinya. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment