Mobil bodong yang berhasil dijaring Satgas Polres Flotim.Foto BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Maraknya peredaran mobil bodong di Kabupaten Flores Timur, telah mendapat perhatian serius dari pihak Polres Flores Timur. Kapolres Flotim,AKBP Denny Abrahams bahkan telah pula membentuk Satgas penanganan kendaraan bodong ini tak lama setelah tiba di bumi Lamaholot Flotim ini.Tak ada kebijakan lain, selain menindak, demikianlah AKBP Denny memberi perintah pada Satgas dan himbauan kepada seluruh anggota Polres Flotim.

Dikonfirmasi di ruang kerjannya,Selasa,28 Mei 2019,AKBP Denny Abraham secara tegas menandaskan tidak ada kata aman bagi pergerakkan mobil bodong di Flotim.Demikian pula tidak ada kebijakan lain alias pilih kasih dalam penindakannya.

“Ketika saya datang ke sini, saya dapat masukan atau informasi dari beberapa tokoh masyarakat, baik di sini (Larantuka) maupun di Adonara tentang hal ini. Saya lalu membentuk Satgas untuk menangani hal ini. Dan di apel, saya sampaikan secara terbuka tentang keberadaan Satgas penanganan kendaraan bodong ini,dan kami tidak ada pilih kasih dalam penindakannya.Apabila ditemukan Satgas dan dibawa ke Polres,maka tidak ada kebijakn lain,selain pemiliknya dapat menunjakan dokumen kepemilikan seperti BPKB dan STNK . Apabila sedang dalam proses cicilan atau kredit pun yang bersangkutan harus dapat menunjukan dokumen-dokumen tersebut.Dan kami akan berkoordinasi dengan pihak leasing untuk mencek kebenarannya.”ujar Kapolres dengan terus menerus menekankan ketegasannya tidak pilih kasih itu.

Bukti dari ketegasannya itu pun diperlihatkan Satgas dan Kapolres Denny Abrahams.Beberapa mobil bodong milik  warga kota Larantuka dan  anggota Polres Flotim pun telah  disita,termasuk penindakkan terhadap anggota Polres yang berhubungan dengan ‘pemulusan’ mobil bodong itu.

Sementara itu terkait ramainya  pergujingan di medos soal kepemilikan mobil bodong oleh Wakil Bupati Flores Timur,AKBP Denny Abrahams menjelaskan mobil Rush yang dimaksudkan tersebut bukan milik Wabup Agus Boli,melainkan milik Yonas,salah satu anggota keluarga Wabup.Keberadaan mobil itu di Polres,bukan berstatus sitaan,melainkan pengamanan,lantaran terjadi keributan antara pihak depcolektor dan Yonas ketika hendak menarik kendaraan tersebut dari rujab Wabup.

“Apa  yang didengung-dengungkan bahwa Polres yang menangkap,itu salah persepsi.Memang Satgas sudah lama berjalan,namun sampai mobil bermerk  Rush itu ada di Polres bukan karena sitaan Satgas Polres,melainkan pengamanan akibat terjadi keributan antara pihak depkolektor dan Yonas,pemilik mobil tersebut.Kebetulan mobil tersebut diketahui depkolektor berada di rujab,dan ketika hendak melakukan penarikan,terjadilah keributan itu,dan atas inisitaip Yonas yang diamini pihak depkolektor,maka mobil tersebut diamankan di sini.Dalam perjalanan waktu,tanpa kami ketahui,Yonas dan pihak depkolektor bertemu dan menyatakan mengembalikan kendaraan ini.Kunci mobil lantas diserahkan kepada depkolektor yang ditugaskan pihak leasing.Dan karena Yonas telah menyerahkannya maka pihak depkolektor kembali berkoordinasi dengan Polres untuk membawa pulang mobil tersebut.Jadi bukan karena pilih kasih,namun karena telah ada penyerahan atau pengembalian antara pemilik kepada depkolektor.”jelas Kapolres Denny Abrahams.

Penjelajahan terhadap kepemilikan mobil bodong dan pergerakannya di Flotim terus dilakukan Satgas.Tidak ada kata aman di Flotim untuk kendaraan ini.Dari Larantuka,pihak Satgas akan melakukan operasi penindakan itu ke pulau Adonara dan Solor.Tidak ada kata aman,dan tidak ada pilih kasih dalam penindakannya,demikianlah ketegasan operasi kendaraan bodong  itu di Flotim seirama dengan perintah Mabes Polri. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment