Pasutri asal Banyuwangi, Hendra Kusuma Wanto dan Marini Ansar Sari yang divonis sembilan tahun penjara. foto:BNN/pro

Denpasar/BaliNewsNetwork-Pasangan suami istri (pasutri) asal Banyuwangi, Hendra Kusuma Wanto dan Marini Ansar Sari tidak mampu berbuat banyak usai mengetahui jika mereka dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara.

Majelis hakim PN Denpasar pimpinan I Gede Ginarsa dalam amar putusannya menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU Narkotika.

Yaitu kedua terdakwa terbukti secara sah melakukan percobaan pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana Narkotika secara tanpa hak memiliki, menguasai, menyimpan atau menguasai Narkotika golongan I yang beratnya melebihi lima gram.

“Oleh karena itu menghukum para terdakwa dengan pidana penjara selama sembilan tahun, denda Rp. 1 miliar dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama dua bulan,”tegas hakim dalam putusannya.

Atas putusan itu, kedua terdakwa melalui tim kuasa hukumnya dari PBH Peradi Denpasar mengatakan pikir-pkir. Begitu pula dengan Jaksa I Gusti Rai Artini yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 13 tahun juga menyatakan pikir-pikir.

Diberitakan sebelumnya, kedua terdakwa ditangkap polisi pada tanggal 10 November 2018 di Kamar Kost Jalan Pulau Misol sekitar pukul 04.30 Wita. Penangkapan kedua terdakwa ini berawal dari adanya laporan masyarakat.

“Jadi sebelumnya ada laporan masyarakat yang menyebut bahwa kedua terdakwa ini sering menggunakan Narkotika jenis sabu diseputaran Jalan Pulau Misol;” terang jaksa Kejari Denpasar itu.

Atas adanya laporan itu, petugas polisi dari Polres Badung langsung melakukan penyelidikan hingga dilakukan penangkapan terhadap kedua terdakwa. Saat polisi mendatangi terdakwa di kamar kostnya, kedua terdakwa masih tidur.

“Saat dilakukan penangkapan, polisi langsung menggeledah kedua terdakwa. Namun saat itu tidak ditemukan apa-apa dalam diri terdakwa. Kemudian dilakukan penggeledahan di kamar kedua terdakwa,”ungkap jaksa.

Saat menggeledah kamar kedua terdakwa, polisi menemukan sebuah tas plastik yang setelah dibukan ternyata berisikan dua plastik klip yang didalamnya berisikan sabu. Polisi kembali menemukan sabuah tas plastik yang setelah dibuka berisikan 9 plastik klip berisikan sabu.

Kepada petugas terdakwa Hendra Kusuma Wanto mengaku mendapat 9 sabu itu dari orang yang bernama Mang Api. Sabu itu oleh terdakwa diambil di Jalan Pulau Misol. Sedangka  dua paket lagi, terdakwa Marini Ansar mengaku dapat dari See yang merupakan istri dari Mang Api.

Selain menemukan sabu, dalam dakwaan disebut pula bahwa polisi juga menemukan sebuah timbangan elektrik. Dan setelah 11 paket sabu itu ditimbang beratnya mencapai 35,75 gram. (pro)

Editor : Rahman Sabon Nam

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment