Ilustrasi

Denpasar/BaliNewsNetwork-Direktur PT. Panorama Bali I Made Anom Antara (48) yang diuga melakukan tindak pidana penipuan, Senin (29/4/2019) diadili di PN Denpasar. Dalam kasus ini, dia tidak sendiri.

Dia bersama Raja Ashiva Feranas. Sementara yang menjadi korba dalam kasus ini adalah Njoo Daniel Dino Dinata dkk dengan nilai kerugia adalah Rp. 3,9 miliar.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Dewa Gede Anom Rai yang dibacakan dimuka sidang dijelaskan, kasus yang menjerat terdakwa ini berawal saat terdakwa bersama Raja Ashiva Feranas mendirikan PT. Panorama Bali.

PT. Panorama Bali ini bergerak dalam bidang perdagangan, pembangunan dan jasa. Nah, untuk mewujudkan tujuan pendirian PT tersebut, pihak PT. Panorama Bali menjalin kerjasama dengan beberapa PT. Lainnya.

Diantaranya, PT. Adcosurya Sakti, PT. Suryatama Tiga Mitra, dan PT. Panorama Beach Lemited. Kerjasama ini dituangkan dalam akta nomor : 22 tanggal 12 April 2007.

Selanjutnya PT. Panorama Bali membeli sebidang tanah dengan SHM No: 1584/Desa Pecatu seluar 33.250 M2 seharga Rp. 23.377.100.000.  Kemudian dilakukan pemecahan SHM No:1584 tersebut menjadi dua SHM yang keduanya atas nama terdakwa.

Disebutkan pula, tujuan dari PT. Panorama Bali membeli tanah tersebut adalah untuk dibangun perumahan kondominium, hotel atau kondotel yang akan diberi nama Outriger Panorama Bali.

“Terdakwa selaku Direktur PT. Panorama Bali berencana membangun 80 unit kondotel yang nantinya dipasarkan di Indonesia dan di luar negeri,” kata JPU dalam dakwaan.

Dalam dakwaan dipaparkan pula, rencana itu berjalan mulus karena ada beberapa yang tertarik membeli kondotel tersebut dan sudah melukakan pembayaran uang muka senilai 5.918.619 dolar Amerika yang dikirim ke rekening milik PT. Panorama Bali.

Disebut pula dalam dakwaan, dalam pelaksaan pembangun kondotel, pihak PT. Panorama Bali mengadakan kerjasama dengan PT. Adcosurya Sakti, PT. Suryatama Tiga Mitra, dan PT. Panorama Beach Lemited tidak mampu melanjutkan pembangunan kondotel karena kekurangan modal.

Terdakwa akhirnya menawarka kerja sama dengan Njoo Daniel Dino Dinata, Oei Hironemus, Franciscus Andy Susanto, dr. Iwan Tjoegito dan Ny. Lai Mei Jung untuk melanjutkan pembangunan kondotel tersebut.

Atas tawaran itu, Dino dkk., meminta agar dilakukan uji tuntas (doe diligent) terhadap PT. Panorama Bali. Dari hasil uji tuntas tersebut ditemukan  antara lain bahwa PT.Panorama Bali memiliki hutang sebesar 5000 dolar kapada PT. Panorama Beach Limited.  PT. Panorama Bali juga memiliki hutang Rp. 19.283.443.553  kepada PT. Suryatama Tiga Mitra.

Terdakwa kepada Dino Dinata dkk., membut MoU yang pada intinya Dino Dinata dkk., diminta menyediakan dana sebesar 3.100.000 dolar Amerika yang nantinya digunakan membayar hutang kepada PT. Adcosurya Sakti dan PT. Suryatama Tiga Mitra. Sedangkan hutang yang lainnya menjadi tanggung jawab PT. Panorama Bali.

Dengan demikian, Dino Dinata dkk., menganggap bahwa setelah dilakukan pembayaran tersebut maka hutang-hutang yang miliki oleh PT. Panorama Bali sudah terbayarkan. Sehingga, jika membeli  saham milik PT. Panorama Bali tidak lagi tanggungan hutang.

Setelah itu dilakukan pertemuan antara terdakwa bersama Raja Ashiva Feranas dan Dino Dinata dkk., yang bertempat di Notaris I Ketut Arya.

Dalam pertemuan itu terdakwa bersama Raja Ashiva Feranas menyakinkan  Dino Dinata dkk., bahwah saham yang akan dipindahtangankan itu tidak sedang terikat dengan masalah apa apa.

Selain itu keduanya juga memberikan jaminan bahwa saham yang akan dijual tidak sedang dijaminkan atas suatu hutang dan bebas dari segala macam ikatan pembebanan berupa hutang.

Dino Dinata dkk., akhirnya tergiur dan membeli sama PT. Panorama Bali sebesar 90 persen. Namun, setelah saham berpindah tangan, terungkap bahwa PT. Panorama Bali masih memiliki hutang kepada PT. Tunas Jaya Sanur dan dua orang  pembeli kondotel dan mereka melakukan gugatan keperdataan.

Akibat perbuatan terdakwa ini, Dino Dinata dkk., mengalami kerugian Rp. 3,9 miliar dengan rincian, hutang kepada PT. Tunas Jaya Sanur Rp. 2,1 miliar dan hutang kepada dua orang calon pembeli kondotel Rp. 1.8 miliar.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment