Terdakwa Ketut Neli Asih (paling kiri) didampingi kuasa hukumnya saat menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi beberapa waktu lalu. Foto: BNN/dok.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Sidang kasus dugaan penggelapan/penipuan yang menyeret seorang Notaris bernama Ketut Neli Asih sebagai terdakwa makin seru saja.

Setelah sebelumnya beberapa saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putu Oka Surya Atmaja mengatakan tidak pernah di BAP (berita acara pemeriksaan) sebagai saksi untuk terdakwa Neli, kini giliran terdakwa yang mengaku tidak pernah di BAP sebagai tersangka.

Atas hal itu, terdakwa yang didampingi pengacara Jhon Korassa itu di muka sidang pimpinan Hakim Partha Bhargawa menyatakan mencabut semua kegarangan yang ada di BAP.

“Karena saya tidak pernah di BAP sebagai tersangka, maka saya mencabut keterangan saya yang ada di BAP,” tegas terdakwa.

Hal serupa juga pernah terjadi saat saksi Santi Raharjo (istri korban Mahendra Anton Inggriyono ) dan saksi Putu Trisna Susilowati saat dihadirkan oleh jaksa di muka sidang.

Keduanya mengaku tidak pernah di BAP sebagai saksi oleh penyidik untuk terdakwa Neli. Saksi Santi Raharjo malah mengaku bingung kenapa harus bersaksi untuk terdakwa Neli si Pengadilan.

“Saya bingung kenapa harus jadi saksi, padahal saya tidak pernah melaporkan terdakwa Neli,” kata saksi.

Lalu Jhon Korassa bertanya kepada saksi apakah saksi tetap menggunakan kegarangan yang disampaikan di muka sidang, atau keterangan yang tertuang dalam BAP.

Meski sedikit bingung dengan pertanyaan kuasa hukum terdakwa, saksi akhirnya menjawab keterangan di muka sidang inilah yang digunakan, bukan yang ada dalam BAP.

Dengan pengakuan saksi yang mengatakan tidak pernah diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa Neli, maka Jhon Korassa saat itu menilai JPU kurang cermat dalam memeriksa berkas kasus ini.

“Artinya begini, kami menganggap JPU ini tidak membaca berkas dengan teliti sebelum menyatakan berkas lengkap hingga akhirnya sampai ke Pengadilan.”sebut pengacara senior itu beberapa waktu lalu. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment