Rizki Fahmi, terdakwa yang menganiaya calon mertuanya itu. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Sidang kasus penganiayaan dengan terdakwa Rizki Fahmi, Rabu (10/4/2019) sedikit membuat majelis hakim pimpinan I Dewa Budi Watrasa kesal. Bagian mana tidak kesal, anak korban yang seharunya memberi kesaksian memberatkan terdakwa, ini mala berbalik 180 derajat.

Dia adalah Ni Putu Eka Putri. Di muka sidang, saksi Eka Putri yang belakangan diketahui adalah kekasih terdakwa malah mengatakan wajar bila terdakwa memukul korban karena  korban (ibu kandungnya) cerewet.

Atas keterangan itu hakim Budi Watsara langsung geram dan mengatakan, selama memimpin sidang, belum pernah mendengar anak memberi kesaksian yang malah menyudutkan orang tuanya yang sekaligus korban.

“Ini sangat aneh, kamu tau bagaimana rasanya melahirkan. Pernah punya anak apa tidak kamu,” keta Hakim. Mendengar hakim berkata seperti itu, saksi langsung menangis. Bahkan tangisan saksi belum terhenti saat dia sudah tidak lagi bersaksi.

Sementara itu sebagiana dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putu Agus Adnyana dipaparkan, kasus penganiayaan ini terjadi pada tanggal 21 Desember 2018 silam di PT. Wika Sinar Balio  (WSB) di Jalan Imam Bonjol Nomor 421, Denpasar.

Pada saat itu, saksi korban Ni Putu Santi yang bekerja sebagai Cleenning Service di PT. WSB itu bertemu dengan terdakwa dan terjadi pertengkaran mulut. Terdakwa yang emosi langsung mendorong tubuh saksi korban hingga terjatuh.

“Saat korban terjatuh, terdakwa bukanya membantu, tapi malah memberikan hadiah pukulan yang mengenai pelipis atau dahi kanan korban,” sebut jaksa Kejari Denpasar itu dalam dakwaanya.

Akibat perbuatan terdakwa, korban mengalami luka lebam berupa pembengkakan. Atas perbuatan itu, terdakwa dijerat dengan Pasal 351 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal dua tahun dan delapan bulan penjara. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment