NI Desak Putu Suarningsih langsung menyatakan menerima putusan hakim. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Ni Desak Putu Suarningsih yang menggelapkan dana perusahaan tempatnya bekerja senilai Rp. 4,3 miliar tanpa pikir panjang langsung menerima vonis tiga tahun empat bulan yang dijatuhkan majelis hakim PN Denpasar, Kamis (28/02/2019).

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putu Oka Surya Atmaja yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama empat tahun dan enam bulan (4,5 tahun) penjara menyatakan pikir-pikir.

Majelis hakim pimpinan Sri Wahyuni Ariningsih dalam amar putusanya menyakan sependapat dengan jaksa, yang menyebut terdakwa yang tinggal di Perumahan Jati Pesona XIV No. 15 Pedungan ini terbukti bersalah melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan.

“Terimakasih yang mulia, saya menerima putusan ini,” ujar terdakwa dimuka sidang. Perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 374 KUHP.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam dakwaan jaksa yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpin Sri Wahyuni Ariningsih mengurai , perbuatan terdakwa dilakukan pada tanggal 9 Januari 2018 di PT. Karya Andal Sejati.

Pada saat itu, terdakwa yang menjabat sebagai Direktur Keuangan dan diberi gaji Rp8.500.000 sidang bingung karena terlilit hutang. Karena bingung, timbul niat terdakwa untuk mengambil dan menggadaikan surat-surat berharga milik perusahaan.

“Terdakwa lalu meminta bantuan saksi Nyoman Sri Rahayu selaku Accounting untuk mengumpulkan serta mengambil beberapa dokumen milik perusahaan,” sebut jaksa Kejari Denpasar itu.

Sejumlah surat berharga yang berhasil diamankan terdakwa diantaranya, SPJB Pupuk Kaltim, SPJB PT. Petrokimia, Akta Pendirian PT. Karya Andal sejati dan masih banyak lagi. Selain itu terdakwa juga menggandaikan dua buah BPKB kendaraan jenis truk. Tapi dengan menggandaikan beberapa surat berharga itu, hutang terdakwa belum juga lunas.

Terakhir, terdakwa menjual sebuah mobil jenis Hoda CRV milik PT. Karya Andal Abadi. Aksi terdakwa terendus saat saksi korban Retno Wahyuningtias, selaku Direktur Utama PT. Karya Andal Sejati melakukan audit keuangan. Dari hasil audit, diketahui ada beberapa dokumen penting milik yang hilang.

Selain itu, hasil perhitungan, akibat perbuatan terdakwa ini, korban mengalami kerugian mencapai Rp4,3 miliar . Korban sempat meminta untuk dikembalikan. Namun usaha itu tidak membuahkan hasil sehingga saksi korban melaporkan terdakwa ke polisi. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment