Putu Ajus Novan Arya Sutawinaya yang divonis lima tahun penjara. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Seorang pelaut bernama Putu Ajus Novan Arya Sutawinaya (29) akhirnya harus mendekam dalam perjara selama lima tahun. Ini menyusul vonis hakim pimpinan I Dewa Budi Watsara yang menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana pemerkosaan.

Majelis hakim, dalam amar putusanya menyatakan terdakwa yang tinggal di Jalan Pulau Bantanta, terbukti bersalah melakukan tindak pidana bersetubuhan dengan wanita yang bukan istrinya. Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285 KUHP sebagaimana dalam dakwaan pertama jaksa.

“Terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana bersetubuh dengan wanita yang bukan istrinya, menghukum terdakwa oleh karena dengan pidana penjara selama lima tahun,” sebut hakim dalam amar putusanya.

Vonis hakim ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Putu Erik Sumiyanti yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama enam tahun.

Atas putusan itu, terdakwa melalui kuasa hukumnya dari PBH Peradi Denpasar langsung menyatakan menerima. Sementara jaksa masih menyatakan pikir-pikir.

Diberitakan sebelumnya, kasus yang menjerat terdakwa ini terjadi pada 12 September 2018 sekitar pukul 01.00 Wita di kamar tidur lantai II Be Home Luxury Villa No. 300, Ungasan termpat terdakwa berkerja.

Kajadian berawal saat korban, Pia Chrlotte Netteberg Sjolie bersama temanya, Anneken Tranung Olsen yang keduanya warga negara asing itu pergi ke Nusa Dua dan ditemani oleh terdakwa.

Setelah puas berjalan-jalan, korban bersama temanya dan juga terdakwa kembali ke penginapan. Sampai di penginapan, korban besama temanya berenang sambil minum-minuman beralkohol.

Setelah itu, korban bersama temanya naik ke kamar nomor II dengan maksud ingin mandi. “Karena tidak bisa menghidupkan air panas, saksi korban memanggil terdakwa untuk meminta bantuan.

Singkat cerita, usai mandi, korban langsung tidur. Namun saat korban tidur, korban merasa ada yang tidur disampingnya, tapi korban sendiri tidak tahu siapa orang yang tidur disampingnya.

Tidak lama kemudian, korban merasakan ada seseorang yang menindih tubuhnya dan ada sesuatu yang masuk secara paksa kedalam kemaluannya.

“Korban lalu bangun dan langsung mendorong tubuh terdakwa,” ungkap jaksa. Setelah itu korban berlari turun ke lantai I dan masuk kedalam kamar temanya. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment