Terdakwa I Gusti Ngurah Mirsa. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-I Gusti Ngurah Mirsa yang menggandaikan mobil sewaanya, akhirnya diadili di PN Denpasar, Rabu (16/1). Sidang dipimpin Hakim Engeliky Handajani Day.

Sidang masih dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yuli Peladiyanti.

Dalam dakwaan yang dibacakan terungkap, terdakwa yang tinggal di Banjar Tojan, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar itu didakwa melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Kasus ini berawal saat terdakwa menyewa sebuah mobil Toyota Avansa milik saksi korban I Ketut Budiartana selama 10 hari dengan biaya sewa Rp 2,5 juta.

Setelah jatuh tempo, terdakwa memita dilakukan perpanjangan sewa selama 10 hari.”Setelah masa 10 hari ini lewat, terdakwa belum juga mengembalikan mobil korban,”ujar jaksa Kejari Denpasar ini.

Terdakwa malah menggadaikan mobil milik saksi korban kepada I Gede Eka Pratama sebesar Rp 35 juta. Namun tidak lama kemudian terdakwa menebus mobil milik korban.

“Tapi oleh terdakwa mobil itu kembali digandaikan sebesar Rp 40 juta kepada saksi I Gede Suarta,” kata jaksa dalam dakwaanya.

Terdakwa kembali melakukan perbuatan yang sama terhadap saksi korban lain bernama, I Ketut Budiarta. Modusnya sama, yaitu terdakwa menyewa sebuah mobil Daihatsu Ayla untuk 10 hari kedapan.

Terdakwa lalu menggadaikan mobil milik korban senilai Rp 95 juta kepada saksi I Gede Eka Pratama. “Hasil gadai kendaraan itu terdakwa gunakan untuk kepentingan pribadi,” sebut jaksa.

Terungkap pula bahwa, terdakwa menggadaikan dua mobil sewaan itu tanpa izin dari saksi korban. Akibat perbuatan itu, terdakwa dijerat dengan Pasal 372 atau 378 Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment