Sekertaris Daerah Kabupaten Flores Timur, Paulus Igo Geroda. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Empat ASN  di lingkup Sekertariat Daerah (Setda) Flores Timur akhirnya diberhentikan tidak dengan hormat oleh Bupati Anton Hadjon pada 1 Januari 2019, pasca perbuatan pidana yang mereka lakukan dalam jabatan atau berhubungan dengan jabatan  tersebut in kracraht van gewisjde (keputusan yang yang berkekuatan hukum tetap), serta pasca pihak Pemkab Flotim melakukan konsultasi dengan Pemprov dan BKN berkaitan dengan penerapan sanksi kepada ASN atas perbuatan pidana sebagaimana amanat peraturan yang berlaku.

Sekertari Daerah Flores Timur, Paulus Igo Geroda yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (16/01) membenarkan kenyataan tersebut. Keempat ASN tersebut telah divonis majelis hakim Tipikor Kupang  atas perkara pidana korupsi yang mereka lakukan, dan sebagaimana aturan yang berlaku bagi ASN, keputusan tersebut harus dilaksanakan .

“Kami tidak serta merta melakukan pemberhentian tidak dengan hormat atas diri Wily Wato Kolla, Gabriel Fernandez, Maria Leni Bahi dan Adnan Said pasca perkara pidana korupsi tersebut incracht. Namun kami terlebih dahulu melakukan konsultasi dengan Pemprov NTT dan BKN, sehubungan dengan penerapan regulasi yang mengatur tentang ASN. Jadi keputusan pemberhentian tidak dengan hormat kepada ke empat mereka tersebut adalah amanat undang-undang, bukan karena kemauan Pemerintah Kabupaten!,” tegas Sekda Paulus Igo Geroda yang diamini Kepala BKPP Flotim Fidel Larantukan.

Di tempat terpisah, Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Flores Timur, Ahmad Bethan  terkait keputusan pemberhentian tidak dengan hormat Wily Wato Kolla, Gabriel Fernandez, Maria Leni Bahy, dan Adnan Said tersebut merujuk pada Peraturan Bersama tiga Menteri (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Dalam Negeri dan BKN). Penekanan  penerapan  keputusan tersebut adalah pada kejahatan dalam jabatan atau berhubungan  dengan jabatan.

Wily Wato Kola adalah bendahara pada Dinas Kesehatan Flores Timur,tersandung kasus tipikor pasca tim penyidik Reskrim Polres Timur melakukan penyelidikan atas peristiwa pembobolan brankas milik Dinkes Flotim. Gabriel Fernandez adalah bendahara pada Dinas Perikanan dan Kelauatan Flotim, terjerat kasus penggelapan dana dinas. Maria Leni Bahi adalah Kabid Bina Marga pada Dinas PU Tamben, tersandung kasus proyek jalan di Solor sewaktu dirinya menjabat sebagai PPK.Sementara Adnan Said,adalah staf Dinas Perhubungan dan Kominfo, PPK Pembangunan JTP Wailebe. (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment