Sampah yang berserakan di areal los pasar Larantuka. Foto: BNN/Emnir, Kamis (3/1).

Larantuka/BaliNewsNetwork-Kawasan pasar Larantuka, hasil mega proyek di Tahun Anggaran 2016 dan 2017  terkesan jauh dari pengawasan intansi teknis. Di sejumlah titik pada lokasi tersebut terlihat sampah yang mulai membukit dan berhamburan menambah kesan jorok. Lokasi tersebut sudah seperti tempat penampungan sampah.

Pantauan balinewsnetwork.com, Kamis, 3 Januari 2019, persis di pintu masuk bagian bawah terlihat timbunan sampah di bagian kanannya dan kian ramai mendapat kunjungan ‘tamu’ lalat, ayam, kucing, tikus, dan kambing. Sedangkan di bagian kirinya, persis di depan los pasar ikan, terlihat hamburan sampah yang bila tidak segera diurus maka akan mengikuti jejak  di bagian kanan dari gerbang masuk tersebut.

Pemandangan serupa terlihat di areal los pasar yang baru di kerjakan. Di lokasi tempat bangunan bercat biru yang kian memudar itu kokoh berdiri, sampah berserakan merata memenuhi bekas galian  sepanjang deretan los pasar yang belum difungsikan itu. Beberapa ekor kambing terlihat sedang menikmati ‘hadiah’ itu. Resapan hujan di ‘tempat penampungan sampah’ itu pun menghasilkan aroma menggiurkan bagi hewan yang senang dengan sampah.

Sementara itu, di dalam los pasar hasil proyek yang dibangun dengan dana TP Tahun Anggaran 2016, terlihat timbunan kardus bekas yang tertimbun memanjang. Beberapa pedagang pun terlihat tanpa beban membuang sampah di dalam kawasan pasar yang belum digunakan itu. (Emnir )

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment