Kirim Anak Muda NTT Kuliah di Luar Negeri, Wakil Gubernur Berguru ke Flotim, Lirik STIKOM Bali

Mahasiswa Chienkuo Technology University Taiwan asal Flotim. Dari kiri: Kristo Leton, Agustinus Boli Laga, Andreas Arakian, Kornelia Kabelen, Munawir Luth, Lifitasari Wasis, Kristianus Ola Tokan, Matias Mapan Hala, Arnold Kelan Seran, Ronald Sabon Beda, Jefri Masan Soge, Wahyu Hidayatulla (Bali), Emanuel Ola Sang dan Kornelius Lebu Tupen. Foto: BNN/ist.

Lima bulan memimpin NTT, Gubernur Victor Laiskodat dan Wakil Gubernur Yosef Naisoi harus  segera merealisasikan salah satu janji kampanye mereka pada Pilgub NTT sebelumnya, yakni mengirim 10.000 anak muda NTT untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Dalam soal ini, duet pemimpin muda Flores Timur, Bupati Anton Gege Hadjon dan Wakil BupatI Agus Payong Boli justru “menyalib” mereka. Kini, Victory Joss tak malu “berguru” ke Flotim, STIKOM Bali juga dilirik.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Salah satu program unggulan duet pemimpin muda Flores Timur (Flotim) Bupati Anton Gege Hadjon dan Wakil Bupati Agus Payong Boli dengan tagline Selamatkan Orang Muda Flotim dengan mengirim mereka kuliah ke luar negeri terdengar juga ke telinga duet pemimpin baru NTT, Gubernur Victor Laiskodat dan Wakil Gubernur Yosef Naisoi alias Victory Joss.

Tak salah, belum lama ini Wakil Gubernur NTT Yoaef Naisoi mengundang Pemerintah Kabupaten Flotim guna mempresentasikan pengiriman anak muda Flotim untuk melanjutkan pendidikan di beberapa perguruan tinggi di Taiwan. Terhadap undangan itu, Bupati Anton Hadjon menugaskan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM dan Kepala Dinas Tenaga Kerja berangkat ke Kupang guna mempresentasikan program tersebut.

Ambros Pati Raya, Amalia Wulandari Ina, Annisa Bura Goran, MF Ola Kewegen di depan kampusnya

Gubenur Victor Laiskodat dan Wakil Gubernur Yosef Naisoi sangat berkepentingan dengan program ini guna menyukses salah satu visi dan misi mereka, yakni mengirim 10.000 muda NTT kuliah di luar negeri, ssbagaimana dijanjikan pada kampanye Pilgub NTT sebeiumnya.

“Pak Bupati menugaskan saya dan Pak Kadis Koperasi dan UMKM berangkat ke Kupang untuk presentasi pengiriman anak muda Flotim kuliah di Taiwan di depan Bapak Wakil Gubernur,” kata Drs. Emanuel Lamuri, Kepala Dimas Tenaga Kerja Kabupaten Flotim di Denpasar, Kamis.(13/12/18).

Di depan Wagub Yosef Naisoi, Eman Lamuri menjelaskan bawah untuk program Selamatkan Orang Muda Flotim ini sebagai leading sector adalah Dinas Koperasi dan UMKM, karena tujuan program adalah guna menumbuhkan jiwa wirausaha pada generasi muda.

“Tetapi karena program kuliah di Taiwan ini adalah kuliah sambil kerja maka perlu melibatkan Dinas Tenaga Kerja Flotim,” terang Eman Lamuri di depan Wagub Naisoi.

Taipei: Novianti Adriani Reinsini, Maria Marta Buan, Inggrid Kleden dan Maria Anjelina Bota  Carvallo

Pada kesempatan itu Eman Lamuri menjabarkan, pengiriman anak muda Flotim untuk kuliah di Taiwan ini bekerja sama dengan STIKOM Bali dan LPK DARMA sebagai penyelenggara program dan Bank BRI Cabang Larantuka sebagai penyandang dana. Sedangkan Pemkab Fotim sebagai penjamin kredit bank tersebut.

“Sehingga dalam program ini kami tidak menggunakan dana dari APBD Flotim tapi murni menggunakan kredit murah dari BRI dengan bunga hanya 7 persen setahun sehingga bisa dicicil oleh mahasiswa sendiri dengan uang dari gajinya selama kerja di Taiwan,” terang Eman Lamuri dan membuat Wagub Yosef Naiosi memuji terobosan yang dilakukan duet Bupati Anton Hadjon dan Wakil Bupati Agus Payong Boli ini.

“Saya juga menjelaskan tahun pertama (2018) ini Pemkab Flotim kirim 50 orang, 22 orang sudah mengikuti kuliah di dua universitas di Taiwan. Sedangkan 28 orang lagi sudah ada di Bali sedang menunggu proses visa,” kata Eman Lamuri.

Menurutnya, Wakil Gubernur NTT sangat antusias dan mengapresiasi apa yang sudah dan akan dilakukan oleh Pemkab Flotim untuk mengirim anak mudanya kuliah di luar negeri.

“Bukan tidak mungkin pihaknya juga akan mengundang STIKOM Bali ke Kupang untuk presentasi,” pungkas Eman Lamuri.

Kedatangan Kepala Dinas Tenaga Kerja Flotim Eman Lamuri di Bali untuk mengunjungi 28 anak muda Flotm di asrama STIKOM Bali. Ke 28 orang ini sedang menunggu visa untuk berangkat ke Tawian, mengikuti jejak 22 rekanya yang sudah 2 bulan duluan di sana. (rsn)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment