Lima PSK Kabur, Wabup Flotim  Berang dan Perintah Tangkap

Pondok tempat praktek protitusi ke-5 PSK yang diciduk anggota Satuan Pol PP Flotim, Senin (10/12). Di pondok tersebut itu pula ke-5 PSK kabur setelah anggota Pol PP lepas jaga. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Ke-5 orang Pekerja Seks Komersial (PSK)  yang diciduk anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Flores Timur, Senin, 10 Desember 2018, memilih kabur dari pondok titipan (pondok Markus-Weri) pasca anggota Pol PP  lepas jaga. Kenyataan tersebut membuat Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli berang, dan langsung mengeluarkan ultimatum kepada Kasat Pol PP untuk mencari dan menangkap mereka.

Dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu, 12 Desember 2018, Wabup Agus Boli  tak mampu menyembunyikan kekecewaannya terhadap pergeseran lokasi pengamanan sementara ke-5 PSK tersebut dari hotel  sebagaimana yang diperintahkannya  ke pondok asal tempat mereka berbiasa melakukan transaksi protitusi tersebut.

“Saya dalam pertemuan dengan mereka itu merekomendasikan agar ke-5 mereka tersebut diamankan pada salah satu hotel  dengan pengawalan. Soal biayanya penginapan, saya yang urus. Tujuan dari pengamanan sementara malam itu agar besok harinya (Selasa, 11 Desember 2018 ) tim medis dan KPA Flotim lebih mudah  periksa mereka. Saya sendiri kaget  ketika  dikabarkan bahwa mereka telah kabur dari tempat titipan. Sialnya tempat titipan tersebut adalah bukan seperti yang saya rekomendasikan,” ungkap Wabup Agus berang seraya mengumumkan  pencarian dan penangkapan kepada ke-5 PSK tersebut.

Kenapa harus dicari dan tangkap? Wabup Agus Boli dalam menjelaskan, perintah untuk menemukan kembali mereka  tersebut  lebih mengarah pada pemeriksaan kesehatan. Kekuhawatiran terhadap idapan virus HIV/AIDS itulah yang mendorongnya untuk mengeluarkan ultimatum mencari dan menemukan ke-5 PSK yang kabur tersebut .

“Bayangkan bila di antara mereka tersebut ada yang sedang mengidap HIV dan AIDS dan berkeliaran bebas melaksanakan transaksi protitusi maka hancurlah  generasi kita. Ya, saya perintahkan, cari dan tangkap mereka! Dan apabila ada yang menyembunyikan atau turut serta mengamankan mereka,s aya perintahkan  untuk tindak secara tegas, termasuk anggota Pol PP,” tegasnya.

Sebelumnya pada Senin, 10 Desember 2018, atas informasi sekaligus perintah Bupati Anton Hadjon kepada Kasat Pol PP, Donatus Kopong Werang, ke-5 PSK tersebut berhasil diciduk anggota Pol PP di pondok milik Markus. Kelima mereka tersebut pun dihadapkan kepada Wabup Agustinus Boli,bersama pemilik pondoknya. Satu di antaranya memiliki gangguan mental.

Wabup Agus Boli bahkan langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Koperasi untuk mengembalikan mereka  menekuni usaha ekonomi produktif di jalan yang benar, termasuk untuk Markus. Untuk memastikan diri mereka sehat dan bebas dari virus HIV/AIDS,Wabup Agus Boli menugaskan Kasat Pol PP untuk menginapkan mereka di salah satu hotel  demi  memudahkan pemeriksaan kesehatan keesokan harinya.

Sayangnya, kelima PSK tersebut lebih memilih kembali ke pondok Markus. Usai anggota Pol PP yang ditugaskan untuk mengawal mereka malam itu (Senin, 10 Desember 2018, pukul 00.00 Wita)  meninggalkan areal jaga tersebut, besoknya, Selasa, 11 Desember 2018,  ternyata mereka berlima telah lenyap dari pondok milik Markus. tim KPA  Flotim dan tim medis yang hendak melakukan pemeriksaan terhadap mereka pun kembali  dengan kekecewaan karena tidak menjumpai mereka di sana. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment