Belum Ada Penerjemah, Bule Australia dan Pacarnya Batal Diadili

Brandon Luke Johnsson bersama kekasihnya, Remi Purwanti, gagal disidang karena Brandon belum didampingi penerjemah. Foto: BNN/pro.

Denpasa/BaliNewsNetwork-Sidang kasus narkoba dengan terdakwa warga negara Australia, Brandon Luke Johnsson (43) bersama kekasihnya, Remi Purwanti (43), Rabu (12/12) kemarin batal digelar.

Pasalnya, bule yang kedapatan menyimpan kokain seberat 11,60 gram ini belum didampingi penerjamah.

Karena belum didampingi penerjemah, majelis hakim pimpinan I Ketut Kimiarsa menunda sidang sampai terdakwa didampingi penterjemah.

“Sidang ditunda hingga terdakwa didampingi penerjemah,” kata Hakim Kimiarsa sambil mengetuk palunya.

Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa yang didampingi pengacara Edward Pangkahila dkk., diadili karena kedapatan menyimpan 13 paket kokain sebarat 11,60 gram.

Diberitakan pula, tertangkapnya kedua terdakwa berawal dari ditangkapnya, Bena Livia Magusta (sudah divonis 4 tahun penjara) dengan barang bukti 2,98 gram kokain.

Dari pengakuan Livia, kokain yang yang ditemukan di pembalut wanita yang disimpan disaku celanya itu didapan dari Remi Purwanti.

Brandon Luke Johnsson, digiring petugas dari sel menuju ruang sidang. Foto: BNN/pro.

Atas pengakuan tersebut, selanjutnya pada Sabtu (4/8) pukul 23.00 Wita Polisi bergerak menuju kosnya Remi di Jalan Mataram dan mendapatkan Remi bersama pacarnya Brandon.

Selanjutnya dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti 13 paket isi kokain dengan berat total 11,60 gram. Itu ditemukan di dalam dompet di dalam kardus di lantai kamar kos itu.

Saat itu, Brandon mengakui semua barang bukti itu adalah miliknya. Dan Remi juga mengakui bahwa sempat memberikan empat paket kokain milik Brandon kepada Livia.

Tetapi barangnya itu belum dibayar, dan Livia janji akan membayar Rp12 juta setelah barangnya (kokain) itu sudah laku. Kepada petugas, Brandon mengaku barang haram itu dibeli dari seseorang bernama Made seharga Rp40 juta.

Ia mengaku tidak mengetahui keberadaan Made karena mereka melakukan transaksi di pinggir jalan dan nomor handphonenya sudah tidak aktif lagi.

Setelah membeli kokain dari Made, Brandon kemudian memecahkannya menjadi sejumlah paket – paket kecil untuk dijual dengan harga Rp2,8 juta per paket.

Setidaknya jika paket – paket ini diuangkan atau laku terjual totalnya Rp51 juta, diperkirakan keuntungan yang diperoleh mencapai Rp11 juta.

Atas perbuatan itu, kedua terdakwa dijerat dengan pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (2) Undang – Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment