Togar Situmorang. Foto: BNN/pro

Denpasar/BaliNewsNetwork-Tim kuasa hukum Ketut Sudikerta menanggapi dingin penetapan tersangka terhadap mantan Wakil Gubernur Bali yang diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan oleh penyidik Polda Bali.

Namun demikian, karena pemberitaan menyangkut penetapan tersangka terhadap Sudikerta semakin marak menjadi viral, mau tidak mau, Togar Situmorang, kuasa hukum Sudikerta pun angkat bicara.

Menurutnya, hingga berita ini dibuat, pihaknya belum menerima SP2HP (surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan) dari penyidik Polda Bali.

“Hingga saat ini kami belum menerima SP2HP,” ujarnya dihadapan wartawan, Sabu (1/12). Dengan alasan itulah, Togar mengatakan pihaknya belum berani menanggapi penetapan tersangka terhadap Sudikerta.

“Selama kami belum menerima pemberitahuan (SP2HP) kami tidak berani bicarasoal langkah hukum apa yang akan ditempuh,” tegasnya.

Tak hanya itu, Togar juga menyayangkan beredarnya SP2HP di media sosial. Menurutnya, harusnya kedua belah pihak yang berperkara yang terlebih dahulu mendapat surat tersebut.

Karena ini, kata Togar saat ini pihanya masih menunggu pemberitahuan resmi dari Polda Bali terkait penetapan tersangka terhadap Sudikerta.

“Kami masih menunggu pemberitahuan resmi dari penyidik. Setelah kami menerima, baru kami melakukan konsulidasi dengan tim kami,”pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Dit Reskrimsus Polda Bali, Jumat (30/11) menyatakan terhitung sejak, Jumar (30/11) Ketut Sudikerta resmi sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan penggelapan.

Sementara itu, sebagaimana tertuang dalanm SP2HP yang dikeluarkan Subdit II Dit Reskrimsus Polda Bali, Jumat (30/11) menyatakan terhitung sejak tanggal 30-11-2018 Ketut Sudikerta ditetapkan sebagai tersangka.

Tak hanya itu, Sudikerta juga diduga melakukan tindak pidana pencucian uang. Perbuatan itu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 263 ayat (2) dan Pasal 3 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Penceganan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment