Buronan Interpol Asal India Diekstradisi

Proses ekstradisi warga India, Vinay Mittal (tengah) yang terlibat kasus penipuan. Foto: BNN/Ist.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Boronan Interpol asal India Vinay Mittal yang terjerat kasus penipuan hingga Rp 41 miliar, Kamis (20/09) diekstradisi/diserahkan ke Negara asalnya.

Proses peyerahan Vinay diawali dengan menjemputnya di Lapas Kerobokan untuk dibawa ke Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali.

Sampai di Kejati Bali, Vinay menjalani proses administrari seperti penandatanganan berita acara penetapan hakim dengam didampingi petugas dari Konsulat India.

Usai menjalani pemeriksaan di Kejati Bali, sekitar pukul 12:00 Vinay diberangkan ke Bandara Ngurag Rai yang untuk selanjutnya diterbangkan ke negara asalnya.

Diketahui, penyerahan Vinay Mittal dari Pemerintah Republik Indonesia ke Pemerintah Republik India ini menyusul keluarnya surat Penetapan Hakim Pengadilan Negeri Denpasar. Nomor penetapannya 1/Pid.Ex/2017/PN.Dps tertanggal 9 Oktober 2017.

Dan permohonan ekstradisi Vinay Mittal sebelumnya diajukan Pemerintah Republik India melalui menteri luar negerinya pada 2 Maret 2017 lalu.

Dalam keterangannya di sela proses ekstradisi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali, Amir Yanto, menjelaskan bahwa Vinay di negara asalnya melakukan penipuan terhadap Punjabi National Bank pada 2010 lalu.

Perbuatannya itu menyebabkan kerugian sebesar 325 Laks Rupees. Nilai tersebut setara Rp 4,1 triliun. Dan dalam aksinya, Vinay tidak sendirian. Ada lima orang pelaku lainnya yang ikut serta dan telah dituntut terlebih dulu di India.

Modusnya, dengan menggelembungkan pendapatan perusahaan Orient Trading Company. Selain itu, dia juga membuat pernyataan palsu atas rekening M/s Orient Trading Company. Serta membuat dokumen palsu terkait jaminan yang diagunkan.

Dokumen dipalsukan agar mendapatkan fasilitas pinjaman dana berdasar kredit tunai modal kerja sebesar 325 Laks Rupees untuk usaha perdagangan berasnya dari Punjabi National Bank.

Setelah mendapatkan fasilitas kredit, Vinay dan rekan-rekannya justru tidak melakukan pembayaran malah kabur dari India saat hendak disidangkan.

Sebelum sampai di Bali hingga tertangkap petugas Imigrasi Bandara Ngurah Rai, Vinay sempat ke Papua Nugini. Dia kemudian berencana melakukan perpanjangan visa ke Jakarta. Namun di Bali dia sudah tertangkap lebih dulu. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment