Lurah Ritaebang Berikan Apresiasi Kepada Media Massa

Pokmaswas Pedan Wutun, Kelurahan Ritaebang bersama nelayan, Camat Solor Barat, dan Tim Terpadu Pengawas Perairan Flores Timur melakukan pelepasan tukik di pantai Ritaebang, Solor Barat, Jumat (24/8). Foto: BNN/Emnir.

Ritaebang,Solor/BaliNewsNetwork-Pelaksana Harian Lurah Ritaebang,Kecamatan Solor Barat,Urbanus Werang memberikan apresiasi kepada insan media massa atas kepedulian mereka dalam memberitakan tentang  pesona Ritaebang dari  berbagai sisi terutama dari sisi pariwisata pantai  dan perlindungan biota laut. Dihadapan tim terpadu pengawasan perairan Flores Timur dalam sambutannya di acara pelepasan tukik hasil penangkaran Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Pedan Wutun kelurahan Ritaebang, Jumat (24/08), Urbanus bertubi-tubi memberikan apresiasi itu kepada insan media massa baik  media cetak,media online maupun Televisi yang rutin memwartakan akan pesona Ritaebang.  ditepian pantai Ritaebang,Jumad,24 Agustus 2018,Urbanus Werang.

“Pada kesempatan ini, saya mewakili masyarakat kelurahan Ritaebang mengucapkan terima kasih atas partisipasi aktif dari teman-teman media massa yang selalu aktif memberitakan, mempromosikan pesona pariwisata di wilayah ini. Saya selalu menganalogikan bahwa Ritaebang memiliki pasir putih ibarat seorang gadis cantik. Kalau kita sekedar menatapnya dalam kehampaan dengan pikiran dan tatapan serta ungkapan kosong  dalam pikiran  beku, maka kita tidak punya apa-apa,” tandas Plh Lurah Ritaebang sembari menambahkan bahwa Pokmaswas Pedang Wutun siap menjadi agen serta motor untuk menggairahkan warga Solor dalam melakukan perlindungan terhadap mega fauna.

Pokmawas Pedan Wutun Ritaebang pasca pembentukannya di periode 26 Juni hingga 31 Juli 2018 telah mengamankan 1.039 butir telur penyu dipenangkaran mereka.Dari  penangkaran yang berlokasi di pantai Lu’ Wutun itu, Pokmaswas yang dikomandani Kristoforus Kelan Werang itu telah menghasilkan 604 tukik dari  total 1.093 jumlah telur penyu yang ditangkar. “Terhitung 26 Juni 2018 hingga 31 Juli 2018, dari total 1.093 butir telur yang kami tangkar, berhasil menetas 872 butir dengan menghasilkan 604 tukik. 87 diantaranya  mati, dan 181 butir mengalami pembusukan,” urai Kristo Werang di sela-sela pelepasan tukik tersebut. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment