Setelah Dianiaya, Korban Gangguan Mental Asal Lamaole Meninggal

Kedua pelaku penganiayaan,FLK dan AMK,warga desa Lamaole,Solor Barat yang mengakibatkan korban Markus Merato Manuk (55) meninggal dunia. Foto: BNN/doc.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Markus Merato Manuk (55) salah seorang warga desa Lamaole, Kecamatan Solor Barat, Flores Timur, akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 22 Agustus 2018, pukul 24.00 Wita setelah dirinya di aniaya oleh FLK (24) dan AMK (18). Kapolsek Menanga Iptu Ketut Mas Budiasa memimpin langsung olah TKP, Kamis 23 Agustrus 2018.

Lantas bagaimana kisah penganiayaan  yang mengakibatkan korban meninggal dunia itu? Berdasarkan keterangan yang dihimpun pihak Pospol Solor Barat, kedua pelaku penganiayaan, masing-masing FLK dan AMK warga RT 06, RW 03 desa Lamaole, pada Rabu  22 Agustus 2018 pukul  11.30 Wita mendapat informasi dari Bediina kalau korban yang sedang terpasung itu mengamuk dengan memegang batu.

Keduanya lalu menuju rumah tempat si lansia yang memiliki gangguan mental itu. FLK  menegur Markus Merato Manuk namun korban melemparinya dengan batu. Melihat hal itu, AMK  lalu mengambil kayu dan memukul kaki korban sebanyak 3 kali yang diikuti oleh FLK yang merampas kayu dari AMK dan memukul tangan kanan korban sebanyak dua kali. Sekitar pukul 24.00 Wita, korban meninggal dunia. Kedua pelaku sedang diamankan di Pospol Solor Barat-Ritaebang (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment