6 Siswa SMPN 1 Larantuka  Dipolisikan, Orangtua Keluhkan Sikap Apatis Sekolah

Pertemuan antara Pimpinan SMP Negeri I Larantuka bersama ke-6 orangtua yang anaknya di tahan di Polres FLotim, akibat perkelahian usai Jalan Santai, Jumat (10/8). Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Perkelahian antar sejumlah pelajar SMP Negeri 1 Larantuka pada Jumad 10 Agusturs 2018 silam berbuntut pada  penahanan 6 siswa  oleh pihak Polres Flores Timur. Memasuki usia penahanan hari ke-4, Senin 13 Agsutus 2018 ,sejumlah orang tua yang anaknya ditahan tersebut mendatangi pimpinan sekolah dan meluapkan kekesalan mereka atas keapatisan pihak sekolah terhadap nasib yang dialami siswa kelas VII pada SMP Negeri 1 Larantuka itu.

Sebagaimana yang disaksikan BaliNewsNetwork.com ,dalam pertemuan yang dipimpin oleh Kepsek Solirus Soda,S.Pd,berisikan dengan lentingan pernyataan  protes yang disuarakan oleh barisan  Bartolemeus Purin Wekin,Cs.

“Kami  orangtua keenam anak ini datang hanya untuk minta kejelasan sikap sekolah. Bagaimana langkah yang ditempuh oleh sekolah terhadap nasib anak-anak kami yang sudah ditahan selama empa (4) hari ini? Kejadian terjadi di sekolah sini,lalu kora bua masa bodoh jo? So empa hari dora di ba polisi me apa yang  so kora bua  untuk bebaskan mereka?,” protes Bartolomeus dengan dialeg khas nagi Larantuka-nya.

Beberapa kali mereka menyela pembicaraan para pimpinan lembaga pendidikan itu dan melontarkan pernyataan-pernyataan mengutuk ketidakberpihakan sekolah kepada anak didiknya itu.

Walau demikian,forum pertemuan yang dihadiri juga oleh dua anggota DPRD masing-masing,Saiful Sengaji dan Wis Kean serta Bhabinkamtibmas itu berhasil membuat tenang para orang tua.Ada komitmen dari pihak sekolah untuk segera menyelamatkan ke-6 anak tersebut.

“Kami tidak pernah tinggal diam. Setelah mendapatkan kronologis awal melalui guru BK, kami lalu menghubungi Bhabinkamtibmas karena memang situasi waktu itu.Kami tidak mau perkelahian ini meluas,oleh karena itu kami berusaha untuk menjaga dan melindungi semua anak didik kami, tidak terkecuali. Makanya kami serahkan ke Bhabinkamtibmas untuk menangani persoalan ini.Kami tidak tinggal diam, kami bahkan langsung menugaskan guru BK untuk ke Polres Flotim  untuk mendampingi mereka. Demikianpn rencananya pagi tadi kami gelar rapat untuk membahas masalah ini dan menugaskan beberapa guru untuk membangun koordinasi dengan pihak keluarga korban maupun Polres Flotim untuk menyelamatkan ke-6 siswa itu. Namun karena bapak-bapak,ibu-ibu sudah datang maka setelah pertemuan kita ini, kami akan melanjutkan dengan pertemuan internal dewan guru dan langsung mengutus beberapa guru untuk membangun koordinasi menyelamatkan mereka,” ujar Kepsek Solirus. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment