Korupsi Dana Kematian, Ibu ini Hanya Diganjar 4 Tahun

Terdakwa Indah Suryaningsih yang divonis 4 tahun penjara di Pengadilan Tipikor, Denpasar. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Terdakwa kasus penyelewengan dana santunan kematian di Kabupaten Jembrana, Indah Suryaningsih, Rabu (1/8) divonis 4 tahun penjara dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor, Denpasar.

Selain dihukum penjara, terdakwa yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) bagian Seksi Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial Dinas Kesejahteraan Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Kessosnakertrans) Jembrana itu juga diganjar denda Rp200 juta, subsider 3 bulan penjara.

Tak hanya itu, majelis hakim pimpinan I Made Sukareni juga membebankan terdakwa dengan membayar uang penganti sebesar Rp 171 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar harta benda milik terdakwa akan disita dan dilelang.

“Apabila terdakwa tidak memiliki harta benda yang cukup mana diganti dengan hukuman penjara selama satu tahun,”tegas Hakim I Made Sukereni.

Putusan hakim ini lebih ringan dari tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana, Ni Wayan Mearthi yakni pidana penjara selama 5 tahun, denda Rp200 juta.

Serta membayar uang penganti sejumlah Rp239 juta, jika tidak dibayar maka diganti harta benda dan apabila tidak mencukupi diganti penjara selama 2 tahun.

Perbuatan terdakwa dinilai melanggar pasal 2 ayat 1 junto pasal 4 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP, sesuai dalam dakwaan primair.

Atas putusan ini, JPU Ni Wayan Mearthi juga menyatakan pikir-pikir untuk mengupaya proses hukum selanjutnya. “Kami masih konsultasi ke atasan dulu sebelum mengambil keputusan,” katanya. (pro)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment