Panas Bumi Oka Ileangi Depog Siap Sumbang Listrik Bagi Flotim

Kasubdit Pelayanan dan Bimbingan Usaha Panas Bumi,Direktorat Panas Bumi, Kementerian ESDM RI, Ir.Eddy Hindiarto Judoadi, MBA ketika membawakan sambutan  dalam kegiatan sosialisasi Pengembangan Panas Bumi di Wilayah Kerja Oka Ileangi, Kecamatan Demong Pangong, Flores Timur, Rabu (25/7). Foto: BNN/Emnir.

DemongPagong/BaliNewsNetwork-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia  telah menetapkan potensi panas bumi di wilayah kerja Oka Ileangi, Kecamatan Demong Pagong, Flores Timur-NTT, masuk dalam telah wilayah pengusahaan energi baru terbarukan. Kepada PT PLN,Menteri ESDM, Ignas Jonan melalui Direktorat Panas Bumi tertanggal 7 Juni 2018  telah menugaskan untuk melakukan pengusahaan energi panas bumi tersebut.

Dihadapan Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, SH dan para pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Flotim, Rabu, 25 Juli 2018 bertempat di Kantor Camat Demong Pagong, Kepala Subdit Pelayanan dan Bimbingan Usaha Panas Bumi, Ir.Eddy Hindiarto Judoadi, MBA dalam kegiatan sosialisasi pengembangan Panas bumi di wilayah kerja Oka Ileangi tersebut dengan lantang menyebutkan  target pemanfaatan energi panas bumi Oka Ileangi ini pada tahun 2023 dengan daya listrik sebesar 2 x 5 Mega Watt.

“Hari ini kami melakukan sosialisasi kepada Pemerintah Daerah Flotim, dan selanjutnya sosialisasi  hingga  kerja lapangan akan dilakukan oleh PT PLN berdasarkan SK penugasan Bapak Menteri tertanggal 7 Juni 2018 kemarin.Kami hanya sebagai pengantar. Jadi selain untuk ketersediaan listrik bagi masyarakat,pemanfaatan energi panas bumi di WK Oka Ileangi ini memberikan tambahan penghasilan bagi daerah  melalui penerimaan bukan pajak,” ujar Eddy Hindiarto.

Selain mendapatkan tambahan penghasilan tersebut, sesuai amanat pasal 53  undang-undang nomor 21 tahun  2014, sebagai bentuk peningkatan kepemanfaatan yang dapat dirasakan langsung oleh daerah penghasil, pemegang izin pengembangan kepemanfaatan panas bumi  diwajibkan untuk membayar bonus properti yang langsung diberikan  kepada Pemda  setempat .

“Peruntukan penggunaan bonus properti ini diprioritaskan bagi  masyarakat yang berada di paling dekat dengan proyek kegiatan pemusatan panas bumi.Dengan demikian rasa kepemilikan  terpupuk dengan, ada rasa  memiliki,” tandas Eddy seraya meluaskan manfaat langsung lainnya seperti kepentingan agrobisnis, industri, pariwisata dan lain sebagainya. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment