Maksud Pulang Kampung Dampingi Anaknya Sambut Baru, TKI Riangkemie Diterima Dalam Duka

Petrus Sani Kelen,anggota keluarga korban TKI asal desa Riangkemie,Flores Timur,NTT  masih terus berharap agar para korban tragedi di perairan Sei Semut (Perbatasan Indonesia-malaysia) bisa dipulangkan. Foto: BNN/Emnir.

IleMandiri/BaliNewsNetwork-“Mereka Pulang untuk anak mereka yang akan menerima sakramen Komuni Pertama di Agustus mendatang.Mereka pulang demi membahagiakan anak mereka,cucu kami.Namun semuanya berubah,kebahagiaan itu berganti duka. Kegembiraan yang muncul disaat menerima kabar mereka hendak menuju Nunukan mendadak sirna dengan datangnya berita bahwa mereka sudah tidak bernyawa lagi akibat tabrakan speedboat yang menghantar mereka di perairan Sei Nyamuk,wilayah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia.Bahkan ada yang belum di temukan.Masih dalam pencarian.Kami sangat sedih,dan sangat terpukul.”demikian luapan perasaan salah seorang anggota keluarga korban tabrakan di Sei Nyamuk (Tawawu-Nunukan),Petrus Sani Kelen yang ditemui BaliNewsNetwork.com di desa Riangkemie,kecamatan Ile Mandiri,Kabupaten Flores Timur,NTT,Minggu (1/7).

Sembari menajamkan telinganya pada suara Bastian Maran yang menyampaikan informasi terkini terkait perkembangan pencarian  dua anggota keluarganya yang belum ditemukan,serta seperti keputusan terkini soal jenasah warga suku Kelen yang telah ditemukan itu,apakah bale nagi atau di makamkan di Nunukan,Petrus Sani Kelen kembali  menarik napas agak panjang dan menghembuskannya,lalu mengungkapkan bahwa pihak keluarga masih tetap berharap agar jenasah anggota keluarganya Astin Kelen,dan Maria Barek Beguir (korban yang langsung ditemukan pasca insiden tabrakan antar speedboat,Jumad (29/6))  bisa di pulangkan ke Riangkemie.

“Kami tidak bisa buat banyak. Semuanya telah terjadi. Kami masih terus berharap dan menanti kedatangan jenasah warga suku,dan anak kami Astin dan Barek Beguir. Kami tidak bisa buat apa-apa, selain berharap,semoga Pemerintah baik Pemdes Riangkemie,Pemkab Flotim maupun Pemprop NTT bisa membantu kami,melancarkan urusan pemulangan anggota keluarga kami ini.”ungkapnya sembari mengucapkan terima kasih kepada Tim SAR dan pihak-pihak yang membantu dalam pencarian,pengamanan jenasah ,penguburan cucu mereka Jordi serta pengaturan pemulangan jenasah Astin Kelen,Barek Beguir dan Viane Mukin  ke Riangkemie dan Lewohala.

Kepala Desa Riangkemie,Thomas Irianto Lewar

Terkait keputusan pemulangan ketiga jenasah korban kecelakaan di jalur tikus,(Indonesia-Malaysia) itu, Kepala Desa Riangkemie,Thomas Irianto Lewar kepada BaliNewsNetwork.com mengungkapkan pihaknya telah mendapat kontak dari penanggungjawab keluarga korban di Nunukan,Bastian Maran,bahwa pemulangan ketiga jenasah,masing-masing Astin Kelen dan Barek Beguir (Riangkemie) dan Viane Mukin (Lewohala) akan terjadi pada Selasa (3/7).

“Ketiga jenasah itu akan dipulangkankan ke sini (Riangkemie,Flotim,NTT) pada Selasa (3/7) dengan menggunakan penerbangan Nunukan-Tarakan.Sampai di Tarakan akan dikarantinakan semalam.Selanjutnya pada Rabu (4/7) akan dilanjutkan ke Flores melalui penerbangan rute Tarakan-Surabaya-Maumere.Keluarga akan menjemput ketiga jenasah itu di Maumere dan selanjutnya diantar ke kampung halaman,Lewohala dan Riangkemie.Info ini sudah pasti !” urai Kades Thomas Irianto Lewar. (Emnir)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment